Robot Pemerah di Kandang Sapi

Sapi peranakan holstein frisian yang diberi tanda dan terdaftar dalam komputer sehingga peternak dapat memantau setiap saat

Sapi peranakan holstein frisian yang diberi tanda dan terdaftar dalam komputer sehingga peternak dapat memantau setiap saat

Peternakan keluarga van Leeuwen memproduksi 1.900 liter susu sapi per hari dari 65 induk. Pengelola peternakan 1,5 orang.

Seekor sapi holstein-frisian tampak santai dan berjalan di sebuah lorong selebar 80 cm menuju tempat pemerahan susu berukuran 2,5 m x 0,90 m. Begitu sampai di tempat pemerahan susu ia berhenti. Saat itu juga tangan robot bergerak membersihkan area di sekitar puting lalu memasukkan 4 tabung penyedot susu ke puting sapi. Susu mengalir secara otomatis melalui selang menuju galon penampung. Satu ekor sapi rata-rata menghasilkan 35 kg susu per hari.

Selama proses pemerahan susu, sapi mengonsumsi pakan berupa campuran rumput, jagung, konsentrat, dan dedak gandum. Setelah pemerahan selesai, wadah pakan disingkirkan dan pintu di depan sapi secara otomatis terbuka. Dengan begitu sapi terdorong meninggalkan area perah. Setelah area pemerahan kosong, sapi lain masuk untuk diperah susunya.

Robot pemerah

Selama bertahun-tahun peternakan Eben Haëzer (artinya hingga sejauh ini Tuhan membatu saya) menggunakan robot pemerah susu Astronaut. Pegembang teknologi robot pemerah itu adalah Lely, perusahaan terkenal di Maassluis, Provinsi Belanda Selatan. Teknologi robot memiliki banyak keuntungan seperti produksi susu per sapi tinggi, lingkungan kerja lebih baik bagi peternak, pemberian bahan pakan, dan kepadatan populasi per ha lebih ekonomis.

Robot pemerah susu, astronaut, diproduksi oleh Lely

Robot pemerah susu, astronaut, diproduksi oleh Lely

Lely Astronaut berfungsi 24 jam sehari dan 7 hari sepekan. Dengan begitu sapi lebih bebas dalam waktu pemerahan, bisa pagi, siang, sore, hingga malam hari tergantung kebutuhan. Intinya, sistem pemerahan dibuat sealamiah mungkin mengikuti kondisi normal sapi di alam. Ketika sapi merasa tekanan untuk menyusui atau kondisi ambing penuh, ketika ada lebih dari 8 l susu di ambingnya, mereka akan dengan “penuh kesadaran” pergi ke area perah.

Area perah berupa kotak persegi dengan 3 sisi—belakang, samping kiri, dan depan—terbuka. Dengan begitu sapi masih dapat melihat kumpulan sapi lain sehingga terhindar dari rasa tertekan. Sisi tertutup berada di samping kanan. Di sana terdapat robot astronaut yang terdiri dari wadah pakan, lengan robot, wadah penampung susu, dan komputer yang mengatur keseluruhan proses perah.

Hans van Leeuwen bersama robot pemerah susu yang bekerja 24 jam sehari

Hans van Leeuwen bersama robot pemerah susu yang bekerja 24 jam sehari

Astronaut didesain sedemikian rupa sehingga membuat sapi mudah memasuki robot pemerah dan tidak dipaksa dalam posisi tertentu di dalam kotak. Alur masuk-keluar area perah juga berbentuk garis lurus sehingga memudahkan dan mempersingkat waktu sapi berada di area perah. Dengan bentuk alur seperti itu maka waktu sapi berada di dalam area perah berkurang 5 detik. Meski tampak sederhana, tapi mendapatkan waktu perah 5 detik itu berdampak positif.

Lima detik itu berarti mendapatkan waktu ekstra untuk memerah sapi selama 15 menit per hari atau tambah satu sapi lagi yang dapat diperah. Artinya kapasitas robot meningkat. Hasil penelitian Lely menunjukkan kapasitas produksi peternakan yang memiliki 120 sapi itu meningkat dengan tambahan 150 kg susu per hari.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x