Meski sudah terbukti khasiatnya melalui penelitian ilmiah, herbalis tanah air belum banyak yang memanfaatkan jamur dewa untuk pengobatan

Meski sudah terbukti khasiatnya melalui penelitian ilmiah, herbalis tanah air belum banyak yang memanfaatkan jamur dewa untuk pengobatan

Jamur dewa mujarab mengatasi kanker ovarium.

Endang Susilowati semula hanya menggoda putrinya yang bertubuh agak kurus. Ia meraba perutnya sendiri sembari untuk menunjukkan ukuran yang ideal sembari mengatakan bahwa putrinya kurang makan. Saat itulah Endang merasakan perbedaan di bagian perut. Ia menemukan benjolan. Sang putri yang tengah kuliah di sebuah sekolah tinggi kesehatan di Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, lantas memeriksa kondisi ibunya.

Pemeriksaan singkat itu menyingkap kehadiran 2 benjolan yang mencurigakan di leher rahim. Empat tahun lalu, Endang menjalani operasi kista dan mioma jinak. Namun, seusai operasi, dokter menyatakan kondisinya bagus dan tidak ada masalah. Temuan pada sore hari pada pertengahan Mei 2011 itu membuka mata Endang bahwa daerah kewanitaannya masih menyimpan masalah. “Padahal selama ini saya merasa bugar,” ungkapnya.

Kanker ovarium dapat menyerang perempuan berbagai tingkatan umur

Kanker ovarium dapat menyerang perempuan berbagai tingkatan umur

CA-125
Pemeriksaan ultrasonografi (USG) menguatkan dugaan awal. Kanker dalam rahim Endang membentuk benjolan berukuran 11 cm. Seakan belum cukup, benjolan ganas itu mengalami pelengketan dengan ginjal dan usus besar. Ia mencoba berkonsultasi kepada dokter lain untuk mencari kemungkinan memulihkan kondisi tanpa pembedahan. Sayang, dokter kedua yang ia temui itu pun merekomendasikan operasi. Pertengahan Juli 2011, Endang akhirnya menjalani pembedahan.

Kanker ovarium mendapat julukan the silent lady killer karena menjadi penyebab kematian tertinggi wanita. Julukan itu juga menyiratkan sifat kanker yang baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Lebih berbahaya lagi kalau mengalami pelengketan dengan organ lain,seperti yang dialami Endang. “Pembedahan memerlukan ketelitian tinggi dan waktu lama untuk menjamin tidak ada kanker yang tertinggal di organ yang dilengketi sekaligus menyelamatkan fungsi organ itu,” ujar Prof dr H Soehartono Darmosoekarto, SpOG(K)-FER (SD), ahli Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Baca juga:  Tetap Hitam

Menurut Soehartono, kebanyakan pasien yang mengidap kanker ovarium sampai stadium lanjut tanpa merasa sakit karena sudah menopause. “Perempuan subur mengalami penggumpalan cairan sehingga perutnya membesar. Kondisi itu biasanya disertai rasa sakit dan pendarahan berlebih ketika menstruasi,” kata Soehartono. Gejala selanjutnya antara lain benjolan di perut, nyeri panggul, dan gangguan ketika berkemih atau buang air besar.

Sejatinya Endang tak kurang berusaha menghindari pembedahan. Ia sempat menyambangi pengobatan alternatif di kota Semarang. Sayang, sang terapis enggan ambil risiko dan justru merekomendasikan pembedahan. Proses pengangkatan berjalan menegangkan. Tim dokter berhasil mengangkat kanker yang melekat dengan ginjal. Namun, pengangkatan kanker kedua yang lengket dengan usus besar berisiko gagal.

Herbalis tanahair belum banyak memanfaatkan jamur dewa untuk pengobatan

Herbalis tanahair belum banyak memanfaatkan jamur dewa untuk pengobatan

Kemungkinan terburuk, Endang menderita kegagalan sistem pembuangan sehingga ia harus buang air besar lewat kantong di pinggang seumur hidup. Untunglah pembedahan itu lancar. Selanjutnya Endang harus menjalani rangkaian paket kemoterapi sebanyak 6 kali setiap 3 pekan untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa. Selama kemoterapi, efek samping pun mendera Endang.

Sensasi panas di sekujur tubuh selalu muncul pascapengobatan. Rambutnya pun rontok. Pascakemoterapi, Endang pun memeriksakan diri di laboratorium. Hasilnya membuat ia terpukul lantaran angka CA-125—penanda sel kanker ovarium—mencapai 177 U/ml. Lazimnya, CA-125 pascakemoterapi kurang dari 30—35 U/ml. Dokter menyarankan ia kembali mengecek kondisi sepekan berikutnya.

Kembali normal
Setiba di rumah, Endang termenung sembari menerawang. Mendadak ia teringat herbal yang dibawa seorang famili ketika membesuknya pascakemoterapi kelima. Herbal itu—jamur dewa Agaricus blazei—ia konsumsi sesendok makan 2 jam sekali. Saat botol pertama berisi 330 ml ludes, ia melanjutkan konsumsi sampai menandaskan 2 botol dalam sepekan. Endang lantas menyambangi laboratorium klinik. Hasilnya, kadar CA-125 menunjukkan angka 20 U/ml.

Kanker ovarium biasanya diketahui saat stadium sudah lanjut lantaran letak organnya yang sulit dijangkau untuk deteksi dini. Tindakan pencegahan dengan mewaspadai rasa sakit pada awal haid. Bisa jadi itu gejala penyakit organ reproduksi.

Kanker ovarium biasanya diketahui saat stadium sudah lanjut lantaran letak organnya yang sulit dijangkau untuk deteksi dini. Tindakan pencegahan dengan mewaspadai rasa sakit pada awal haid. Bisa jadi itu gejala penyakit organ reproduksi.

Perempuan berusia 51 tahun itu rutin memeriksakan kondisi seperti saran dokter, tetapi meninggalkan semua obat dari rumahsakit. Ia justru melanjutkan konsumsi jamur dewa sampai sekarang. Jamur dewa Agaricus blazei sejak lama berkhasiat sebagai obat atau suplemen pendamping obat medis untuk penyembuhan penyakit. Penelitian MG Karnikowski dari Akademi Ilmu Kesehatan Rusia yang dimuat dalam Journal of Medicinal Food 2012 menyebutkan jamur dewa digunakan sebagai obat alternatif dalam bentuk ekstrak kering maupun cair.

Baca juga:  Cara Maniskan Melon

Penelitian khasiat antitumor jamur dewa oleh Masahiro Endo dari Departemen Biologi Universitas Ilmu Kesehatan Fujita, Toyoake, Jepang, menemukan zat aktif agaritin yang menghambat perkembangan sel kanker darah leukemia. Sayang, penelitian klinis tentang khasiat A. blazei untuk penyembuhan kanker ovarium masih jarang ditemukan. Meski sohor di mancanegara, pemanfaatan jamur dewa untuk pengobatan kanker ternyata langka dilakukan herbalis tanahair.

Ujang Edi, herbalis dari Ciherang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat belum meresepkan jamur dewa. Ia memberikan ramuan seduhan bunga mawar dan ekstrak kering kiurat Plantago major kepada pasien tumor. Bunga mawar menghancurkan tumor, sementara kiurat membersihkannya. Kalau kanker telanjur bersarang, jamur dewa salah satu pilihan untuk mengatasinya. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d