Rutin konsumsi kunyit dapat melindungi tubuh dari asam urat karena bersifat antiradang

Rutin konsumsi kunyit dapat melindungi tubuh dari asam urat karena bersifat antiradang

Jarum kristal halus yang menusuk saraf itu patah oleh kunyit.

Bagi Ahmad Subeni di Sindangbarang, Bogor, Jawa Barat, mengidap asam urat sejak 2002 kerap membuat sulit beraktivitas. “Saya suka makan jeroan. Ini yang membuat asam urat saya kambuh. Kaki dan sendi seperti ditusuk jarum,” kata karyawan perusahaan elektronik di Jakarta Barat itu. Kadar asam urat Ahmad mencapai 9 mg per dl. Padahal asam urat normal pada pria berkisar 3—7 mg per dl.

Data Kementerian Kesehatan pada 2008 memang memperlihatkan penderita asam urat di tanahair cukup banyak. Sekitar 29% dari total penduduk Indonesia  menderita asam urat. Kasus terbanyak berada di suku Minahasa (Sulawesi Utara), Toraja (Sulawesi Selatan), dan Batak (Sumatera Utara).

Pola konsumsi makanan tinggi purin seperti melinjo, jeroan, dan kacang-kacangan serta minuman beralkohol menjadi biang keladi asam urat. Pantas survei Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan  ILAR Copcord (International League of Associations for Rheumatology Community Oriented Program for Control of Rheumatic Disease) menyebutkan warga pedesaan di Sulawesi Utara berpotensi tinggi menderita asam urat menahun akibat pola konsumsi itu.

 “Penyebab asam urat di antaranya gangguan ginjal dan kelebihan bobot tubuh,” kata dr Nyoman Kertia SpPD Kr

“Penyebab asam urat di antaranya gangguan ginjal dan kelebihan bobot tubuh,” kata dr Nyoman Kertia SpPD Kr

Purin tinggi

Menurut Ervi Diantari dari Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang, dalam risetnya pada 2012 asupan purin normal 500—1.000 mg per hari. Pada kondisi normal, tubuh dapat menolerir kehadiran purin dari luar sebesar 600—1.000 mg per hari. Sementara penderita asam urat hanya boleh mendapat asupan purin sebesar 120—150 mg per hari. Bila aturan itu dilanggar, terjadi penumpukan purin yang kemudian mengkristal menjadi jarum-jarum halus. Jarum-jarum halus itu yang menusuk saraf sehingga penderita asam urat seringkali kesakitan ketika bergerak.

Baca juga:  Burung Cinta Tetap Sentosa

Menurut dr Nyoman Kertia SpPD Kr, spesialis penyakit dalam di Subbagian Reumatologi Rumahsakit dr Sardjito, Yogyakarta, kondisi itu membuat penderita asam urat tidak nyaman. “Sering kali kondisi itu menyebabkan penurunan kualitas hidup,” ujar Nyoman. Penurunan kualitas hidup itu antara lain tidak dapat bekerja akibat kesulitan berjalan.

Beragam pemicu asam urat antara lain faktor keturunan, gangguan ginjal, hingga kelebihan bobot tubuh. “Bobot tubuh berlebih akan mempengaruhi kerja sendi,” kata Nyoman. Efek dari bobot berlebihan itu adalah terjadi gesekan antarsendi yang dapat memicu penumpukan asam urat. Pada kasus lebih berat, pengendapan purin alias monosodium urat di jaringan tubuh dapat menyebabkan sendi rapuh, stroke, jantung, dan gagal ginjal. Yang disebut terakhir, menurut dr Danarto SpB SpU dari Pusat Pelayanan Urologi Rumahsakit An-Nur Yogyakarta, terjadi karena endapan asam urat yang menghambat sekresi urine.

“Kunyit lebih efektif untuk proses pencegahan asam urat,” ujar Lukas Tersono Adi

“Kunyit lebih efektif untuk proses pencegahan asam urat,” ujar Lukas Tersono Adi

Herbalis di Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menjelaskan penderita akan diberikan obat antiinflamasi seperti indometasin atau aspirin untuk mengatasi asam urat. “Tapi penggunaan obat antiinflamasi dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan ginjal,” ujar alumnus Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah itu.  Kerusakan itu terjadi karena obat antiinflamasi menurunkan kadar prostaglandin—asam lemak pengatur kontraksi dan relaksasi otot polos—di ginjal.

Kurkumin

Salah satu senyawa herbal yang mampu bersifat antiradang adalah kurkumin, yang terdapat dalam rimpang keluarga Zingiberaceae seperti temulawak atau kunyit. Selain bersifat antiradang, antioksidan tinggi dalam kurkumin melindungi sel-sel ginjal terhadap stres oksidatif.

Kemampuan kurkumin sebagai antiradang sejalan riset Lailatul Muniroh dari Departemen Gizi dan Kesehatan, Universitas Airlangga, Surabaya pada 2010. Lailatul membuktikan minyak asiri kunyit Curcuma domestica berkhasiat antiradang untuk penderita asam urat. Ia meneliti pasien asam urat baru di rumahsakit Haji Surabaya, Jawa Timur, pada pekan pertama dan kedua November 2009.

Baca juga:  Paras Mulus Karena Kefir

Selama 7 hari kelompok uji mengonsumsi minyak asiri kunyit dengan dosis 25 mg per kg bobot tubuh. Sementara kelompok kontrol mendapat obat pereda nyeri indometasin dengan dosis 150 mg per kg bobot tubuh. Hasilnya, terjadi penurunan kadar urea dalam darah penderita asam urat kelompok uji. Minyak asiri kunyit yang dipakai berasal dari penyulingan simplisia kering kunyit setebal 0,2 cm. Setelah disuling, ekstrak kunyit dibuat dalam bentuk kapsul gelatin. Setiap kapsul mengandung 0,5 ml minyak asiri.

Makanan mengandung kunyit baik untuk memperbaiki metabolisme tubuh

Makanan mengandung kunyit baik untuk memperbaiki metabolisme tubuh

Senyawa aktif dalam minyak asiri kunyit antara lain cinamil tiglar, ekaliptol, bisilo, dan metil pinena. Zat-zat itu menghambat pelepasan TNF-a (Tumor Necrosis Factor a) dalam radang sendi. Minyak asiri kunyit pun menginduksi kristal monosodium urat (MSU) yang merupakan indikator pada sel untuk memproduksi TNF-a dalam proses inflamasi. Induksi MSU dalam persendian menimbulkan reaksi pertahanan tubuh sehingga tidak terjadi peradangan.

Uji toksisitas menunjukkan, pemberian dosis hingga 2.560 mg per kg bobot tubuh tidak menunjukkan perubahan psikologis. Namun, dosis 5.000—8.000 mg per kg bobot tubuh menyebabkan penurunan nafsu makan dan pengurangan bobot tubuh. Batas dosis aman yaitu 0,2 ml per kg bobot tubuh minyak asiri kunyit. Jika mengonsumsi kunyit segar, jumlah itu setara 5.120 mg per kg bobot tubuh rimpang segar.

Lukas Tersono Adi, kunyit efektif untuk pencegahan asam urat dan tidak harus dalam bentuk minyak. Penderita juga bisa mengonsumsi seduhan parutan kunyit atau dicampurkan dalam makanan. Kandungan kurkumin yang kuat sangat baik untuk metabolisme tubuh sehingga aman untuk konsumsi sehari-hari.

Dalam sejarah, nenek moyang kita rutin mengonsumsi kunyit sebagai bahan makanan. Efeknya mereka jarang mengidap asam urat meskipun mengonsumsi jeroan. “Purin pada jeroan dinetralisir menggunakan kunyit,” ujar Lukas yang biasa meresepkan kunyit bersama kumis kucing dan jahe untuk penderita asam urat itu. Itu membuktikan bahwa jarum halus penusuk saraf menyingkir berkat kunyit. (Rizky Fadhilah)

 

Titik-Titik Asam Urat

532_122Timbunan asam urat di sendi mengkristal membentuk jarum-jarum halus. Penimbunan itu memicu terjadinya inflamasi pada artritis gout.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d