Riset Terbaru: Noni Lokal Lebih Andal 1
Mengkudu lokal lebih berkhasiat

Mengkudu lokal lebih berkhasiat

Riset terbaru membuktikan mengkudu Indonesia lebih hebat.

Hermawan Adi (34 tahun) tengah mengendarai motor ketika merasakan dada sesak dan tubuh lemas. Ia baru saja menjemput istri. Untung mereka bisa selamat sampai di rumah dan bergegas berkunjung ke dokter. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hormon tiroidnya (FT4) 2 kali lipat normal, mencapai 23,2. Lazimnya 5—12. Artinya Hermawan mengidap hipertiroidisme.

Dokter di klinik itu lantas meresepkan obat untuk menekan produksi hormon tiroid dan kehidupan Hermawan untuk sementara kembali normal. Sayang, gejala itu muncul kembali sebulan kemudian. Ia sulit tertidur dan kerap terjaga sehingga keesokan hari mudah lelah di kantor.

Obat penenang
Bukan hanya itu, depresi menghinggapi Hermawan ketika ia menyimak berita tentang demonstrasi, kerusuhan, atau kriminalitas. Masalah berikutnya, ia tidak sanggup berada di antara banyak orang. Padahal, sebagai petugas lapangan sebuah lembaga simpan pinjam, ia harus menghadiri pertemuan minimal sepekan sekali.

Hermawan Adi pulih dari hipertiroidisme setelah konsumsi mengkudu

Hermawan Adi pulih dari hipertiroidisme setelah konsumsi mengkudu

Untuk mengatasi depresinya, dokter merekomendasikan penambahan konsumsi obat penenang. Semula Hermawan hanya mengonsumsi sebelum tidur. Lima bulan kemudian ayah satu anak itu mesti mengonsumsi obat penenang sebelum bertemu banyak orang. Namun, efeknya hanya sementara. Menurut dokter dan sesama penderita hipertiroid, penyakit itu bakal ia alami seumur hidup. Hermawan mudah lelah, lutut gemetar, jantung berdebar, dan depresi di tengah keramaian kerap muncul.

Menurut Dr dr Nyoman Kertia SpPD, spesialis penyakit dalam Rumahsakit Umum Pusat dr Sardjito Yogyakarta, hipertiroidisme adalah kelainan metabolisme. Tubuh penderita memproduksi hormon tiroksin melebihi kebutuhan. Efeknya terjadi peningkatan metabolisme seperti ketika seseorang beraktivitas berat atau berpikir keras. Gejalanya antara lain peningkatan denyut jantung, peningkatan penyerapan oksigen oleh sel, percepatan pembakaran cadangan energi, dan kenaikan suhu tubuh.

Toshiaki Nishigaki PhD buktikan kelebihan mengkudu asal Bogor dan Banten

Toshiaki Nishigaki PhD buktikan kelebihan mengkudu asal Bogor dan Banten

Terbukti
Pada 2014 seorang perawat menyarankan Hermawan mengonsumsi jus mengkudu. Hermawan menuruti saran itu ketika kadar tiroidnya melonjak menjadi 29,17 pada Maret 2014. Ayah satu anak itu mengonsumsi 30 ml jus mengkudu lokal, bukan impor dari mancanegara. Frekuensi konsumsi 2 kali sehari sebelum makan. Tiga hari mengonsumsi, perutnya bergejolak tidak jelas. Ia buang air besar berbentuk cair 5 kali sehari. Namun, ia tidak lemas dan mengimbangi dengan memperbanyak minum.

Baca juga:  Berayut 129 Tahun

Dalam 2 pekan sebotol jus mengkudu berisi 1 liter ludes ia konsumsi. Setelah mengonsumsi 3 botol, Hermawan kembali memeriksakan diri ke laboratorium pada September 2014. Hasilnya, kadar tiroid dinyatakan normal pada angka 5. Ia berhenti mengonsumsi obat medis dan tetap meminum 30 ml jus mengkudu sebelum tidur. Selain itu depresi saat menghadapi orang banyak pun hilang.

Bagaimana peran mengkudu mengatasi hipertiroidisme? Shixin Deng dari Lembaga Internasional Penelitian Mengkudu di Utah, Amerika Serikat, menyebutkan mengkudu berkhasiat mencegah depresi. Depresi salah satu gejala hipertiroidisme. Salah satu pemicu depresi adalah enzim monoamina oksidase alias MAO. Enzim itu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga seseorang menjadi waspada.

Rekam medis Hermawan sebelum konsumsi mengkudu (kiri) dan sebelah pulih (kanan)

Rekam medis Hermawan sebelum konsumsi mengkudu (kiri) dan sebelah pulih (kanan)

Secara alami, tubuh pun memproduksi enzim pemberi rasa nyaman yang melawan kerja MAO, antara lain dopamin, epinefrin, norepinefrin, dan serotonin. Sementara itu buah mengkudu mengandung zat lakton, kaempferol, dan kuersetin yang menghambat penguraian enzim pemberi rasa nyaman itu. Gejala depresi seperti gelisah, jantung berdebar, pelebaran pupil mata, dan rasa khawatir pun reda.

Tidak hanya itu, mengkudu juga punya sederet khasiat lain, seperti dibuktikan oleh DR Singh dari Divisi Hortikultura dan Kehutanan, Institut Penelitian Agrikultur di Port Blair, India. Singh menunjukkan bahwa jus mengkudu berefek menurunkan tekanan darah (hipotensif), mengurangi rasa sakit (analgesik), antioksidan, antiperadangan, antikanker, estrogenik, imunologis, dan melindungi jantung.

Menurut Maria Margaretha Anjarwati, herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, mengkudu tidak langsung menurunkan kadar tiroid darah. Buah Morinda citrifolia itu memperbaiki dan menyeimbangkan kerja organ, termasuk kelenjar tiroid, sehingga semua kembali normal. “Makanya jangan harap terjadi perbaikan hanya dengan beberapa kali konsumsi,” tutur Anjarwati.

Luki Hardian (kanan) mengolah mengkudu lokal sejak 1998

Luki Hardian (kanan) mengolah mengkudu lokal sejak 1998

Lokal unggul
Hermawan mengonsumsi mengkudu lokal yang tumbuh di berbagai wilayah. Riset mutakhir membuktikan bahwa mengkudu lokal asal Kepulauan Nusantara lebih unggul ketimbang produk mancanegara. Itu hasil penelitian Toshiaki Nishigaki PhD, periset di Tokyo Noni Research Center, Jepang. Dalam riset ilmiah itu Nishigaki membandingkan mengkudu asal Indonesia dengan mengkudu dari tiga negara berbeda di Pasifik yang selama ini sohor sebagai produsen jus mengkudu.

Baca juga:  Kulit Semangka Rasa Mentimun

Doktor Patologi alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Shinshu, Jepang, itu membandingkan senyawa aktif mengkudu dari berbagai negara. Hasil riset membuktikan bahwa yaeyamaaoki alias mengkudu asal Bogor dan Banten mempunyai kandungan zat aktif–antara lain skopoletin, superoksida dismutase (SOD), dan iridoid—lebih tinggi daripada mengkudu asal Kepulauan Pasifik dan Hawaii.

Mengkudu di kebun Javanony di Cijeruk Kabupaten Bogor yang dibudidayakan secara organik

Mengkudu di kebun Javanony di Cijeruk Kabupaten Bogor yang dibudidayakan secara organik

Nishigaki—semula konsultan ahli lembaga bantuan internasional Jepang (JICA, Japan International Cooperation Agency)—lantas menjalin kerja sama dengan sejumlah pemasok di tanahair untuk mengirim olahan mengkudu ke Jepang. Skopoletin, isoskopoletin, dan SOD bersifat antioksidan, yang menentukan khasiat mengkudu memerangi tumor, kanker, atau pelindung hati.

Sementara iridoid seperti asperulosid, asam asperulosidat, dan asam deasetilasperulosidat bersifat antibakteri dan antiinfeksi. Kandungan iridoid menyebabkan mengkudu mampu menyembuhkan luka sekaligus bertanggungjawab terhadap aroma menyengat khas mengkudu. “Di balik bau itu tersimpan khasiat,” tutur Hari Utomo, presiden direktur PT Anugerah Alam Medisina produsen jus mengkudu ANAMed.

Produksi lokal
Si buruk rupa yang manjur itu terbukti manjur di laboratorium dan di lapangan. Itulah sebabnya banyak kalangan mengolahnya. Setelah memperoleh hasil riset Nishigaki, Hari Utomo mengolah mengkudu lokal pada 2009. Hari mengolah mengkudu dari pengepul di berbagai daerah, antara lain Jawa Barat dan Lampung. Ternyata pasar merespons produknya sehingga ia membuka kebun seluas total 40 ha untuk mengamankan produksi. Semula Hari adalah manajer wilayah salah satu produsen herbal impor.

Hari Utomo: Di balik bau mengkudu tersimpan khasiat

Hari Utomo: Di balik bau mengkudu tersimpan khasiat

Luki Hardian di Bogor sejak 1998 mengolah mengkudu asal Provinsi Banten. Selain membuat produk berbendera Javanony, pria berusia 58 tahun itu juga mengirim jus mengkudu setengah jadi ke Jepang, Namibia, dan Italia. Itu sebabnya ketika pasar lokal surut pada 2005—2006, Luki tidak pening. “Ekspor lancar sehingga bisa menyambung napas,” ungkap Luki. Untunglah sejak 2007, permintaan pasar domestik kembali meningkat. Kini setiap pekan ia mengolah rata-rata 4 ton buah segar.

Nun di Karanganyar, Jawa Tengah, PT Tri Rahardja juga mengolah mengkudu dari sekitar Jawa Tengah sejak 2006. Ekstrak mengkudu dengan bendera Javaplant itu mengalir ke pasar Amerika Serikat dan Jepang. Menurut Junius Raharjo, direktur operasional PT Tri Rahardja, mengkudu Javaplant memiliki kandungan alkaloid, vitamin C, dan polifenol terstandar. “Konsumen memiliki jaminan bahwa kandungan gizi setiap botol produk sama. Kadarnya pun ajek hari ini maupun tahun depan,” tutur Junius. Semua mengakui dan bersandar kepada keunggulan mengkudu tanahair. (Argohartono Arie Raharjo/Peliput: Desi Sayyidati Rahimah dan Rizky Fadhilah)

Indonesia versus Mancanegara

Indonesia versus Mancanegara

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments