Reinkarnasi Bawang Super 1

Tiga varietas bawang putih baru, berproduksi tinggi, tahan hujan, dan beraroma kuat.

Super putih bisa panen di musim hujan.

Koleksi Balai Penelitian Sayuran Super putih bisa panen di musim hujan.

Daun bawang putih bernama super putih itu amat khas, yakni tegak sehingga mampu bertahan di musim hujan. Air hujan tidak banyak tergenang pada daun. Petani di Tuwel, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, membuktikan ketanguhan super putih pada musim hujan. Meski budidaya ketika curah hujan tinggi, petani memanen 10 ton umbi super putih per hektare. Lazimnya para Kopetani memanen bawang putih pada musim kemarau.

Panen perdana bawang putih varietas super putih itu berlangsung ketika kabut tebal menghinggapi Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada pertengahan Februari 2017. Kala itu wajah para petani anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Budi Luhur tampak semringah karena sukses memanen bawang putih pada musim hujan. Menurut petani di Tegal, Abdul Jafar Setiawan, super putih memang cocok dibudidayakan pada musim hujan.

Aroma kuat

Jafar menyampaikan bahwa varietas super putih juga lebih tahan terhadap serangan hama thrips dibandingkan dengan varietas lainnya. Varietas bawang putih baru itu sejatinya hasil seleksi para periset Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa). Para periset Balitsa menyeleksi varietas lumbu putih sehingga menghasilkan super putih yang adaptif pada musim hujan. Produksi 10 ton per hektare itu lebih tinggi dibandingkan lumbu putih yang menghasilkan rata-rata 4—7 ton per hektare.

Panen bawang putih genotipes super putih di Desa Tuwel, Bojong,Tegal,Jawa Tengah.

Panen bawang putih genotipes super putih di Desa Tuwel, Bojong,Tegal,Jawa Tengah.

Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Ir. Hardiyanto, M.Sc, panen perdana bawang putih pada musim hujan itu menunjukkan bahwa varietas super putih bisa diandalkan untuk ditanam di luar musim. Selain menyeleksi dan menghasilkan super putih, para periset Balitsa juga “membidani” kelahiran dua varietas baru lain, yakni super kuning dan super hijau. Keduanya berasal dari Malang, Jawa Timur.

Baca juga:  Kratom Obat dari Rimba Borneo

Menurut peneliti bawang putih dari balitsa, Ir. Diny Djuariah, munculnya dua bawang putih anyar itu untuk mengimbangi bawang putih impor. Pasalnya, konsumsi bawang putih di tanah air 95% berasal impor, hanya 5% hasil panen di dalam negeri. “Itu pun bukan untuk kebutuhan rumah tangga. Tetapi untuk kosmetik dan obat,” kata Diny. Kedua genotipe anyar itu memiliki keunggulan yakni aroma bawang yang menyengat.

Diny mengatakan, perbandingan satu siung varietas super hijau dan super kuning setara dengan 5 siung bawang putih impor. Keunggulan lainnya berumbi besar. Bobot rata-rata 30—40 gram, varietas lain hanya 10—30 gram per umbi. Varietas super kuning berpotensi produksi 10—12 ton per hektare. Sementara super hijau 10—14 ton per hektare.

Persentase naik

Tetua super kuning berasal dari lumbu kuning. Para periset memilih umbi lumbu kuning yang berukuran besar. Produktivitas lumbu kuning yang menjadi tetua super kuning hanya 6—8 ton per hektare.

Genotipes super hijau memiliki kelebihan bongsor dan aroma kuat.

Genotipes super hijau memiliki kelebihan bongsor dan aroma kuat.

Begitu juga pada proses “kelahiran” super hijau, maka para periset menyeleksi lumbu hijau yang rata-rata menghasilkan 8—10 ton per hektare. Baik super kuning maupun super hijau memiliki produksi yang lebih besar daripada tetuanya. Oleh karena itu para periset Balitsa menabalkan nama super pada ketiga varietas bawang putih itu.

Para periset berharap peningkatan konsumsi bawang dalam negeri. Minimal meningkat menjadi 25% bukan hanya 5%. Beberapa sentra bawang putih di antaranya Ciwidey, Provinsi Jawa Barat, Tuwel, Jawa Tengah, dan Batu, Jawa Timur. Ketiga bawang super itu tumbuh optimal di lahan berketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut.

Adanya tiga genotipe anyar unggul mendukung kegiatan produksi benih sebar bawang putih untuk mendukung program swasembada pada 2018. Pada 2019, Puslitbang Hortikultura, melalui Balitsa memproduksi 225 ton benih sebar bawang putih. Itu sebagai upaya peningkatan kapasitas petani dalam budidaya bawang putih, di antaranya melalui demplot di sentra-sentra produksi. (Fauzi Haidar, Humas Balai Penelitian Sayuran)

Baca juga:  Aroma Kuat Bawang Baru

Pages from Edisi April 2018 Highrest 85

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *