Hamparan sawah dengan tanaman refugia di tengah mencegah serangan hama secara alami.

Hamparan sawah dengan tanaman refugia di tengah mencegah serangan hama secara alami.

 

Refugia melindungi tanaman produksi dan mengembalikan fungsi ekosistem.

Sudah 6 tahun Kemin Hardianto menghindari penggunaan pestisida untuk menghalau hama dan penyakit yang menyerang padi. Petani di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu memilih pengendalian organisme pengganggu secara alami. Ia memanfaatkan tanaman-tanaman refugia seperti kenikir dan bunga kertas. Kedua tanaman berbunga indah itu menghiasi pematang sawah milik Kemin.

“Serangan hama menurun sejak penanaman tanaman refugia,” ujar Kemin. Ia menuturkan tanaman refugia juga bermanfaat sebagai sarana penyegaran bagi petani. “Panorama sawah yang indah membuat betah,” katanya. Tanaman refugia adalah beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan, atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid.

Tumbuhan liar
Upaya mengusir hama dari lahan pertanian yang dilakukan Kemin lebih cepat dan hemat waktu. Biasanya, petani menggunakan pestisida untuk menghalau hama di sawah. Penggunaan pestisida dalam jangka panjang justru memicu ketidakseimbangan rantai makanan di lahan pertanian. Alih-alih terusir populasi hama malahan meningkat. Kelompok hama dengan jumlah populasi terbanyak adalah Arthropoda.

Babandotan gulma yang berguna untuk mendatangkan musuh alami di lahan pertanian.

Babandotan gulma yang berguna untuk mendatangkan musuh alami di lahan pertanian.

Hama yang memiliki tubuh beruas-ruas itu kerap menyerang tanaman padi. Sebut saja wereng batang cokelat Nilaparvata lugens, penggerek batang Tryporyza sp., dan wereng daun hijau Nephotettix sp. Keberadaan musuh alami sangat penting untuk menghalau hama-hama itu di lahan sehingga petani tak perlu menyemprotkan pestisida. Mereka mampu menghambat proses reproduksi hama sehingga populasi hama di kebun terkendali.

Beberapa spesies tertentu bahkan mampu membunuh langsung organisme pengganggu tanaman itu. Musuh alami bisa berupa predator maupun parasitoid. Predator memiliki sifat menyerang atau memakan individu lain. Sementara parasitoid adalah organisme yang sepanjang hidupnya bergantung pada organisme inang tunggal. Baik predator maupun parasitoid membutuhkan tempat berlindung sebelum menemukan mangsa atau inangnya.

Baca juga:  Pesona Cauliflora

Cara jitu untuk memenuhi kebutuhan itu adalah dengan memanfaatkan tanaman kelompok refugia yang ditanam di sekitar kebun atau sawah. Tanaman refugia merupakan rumah yang nyaman bagi musuh alami untuk tinggal. Karena itu dengan adanya refugia keanekaragaman dan populasi musuh alami lebih banyak. Yang menarik, tanaman refugia bisa berupa tanaman hias, tanaman sayuran, bahkan tumbuhan liar. Sayangnya, pekebun menganggap tumbuhan liar sebagai gulma yang harus diberantas. Padahal, beberapa jenis gulma berguna untuk menarik kedatangan musuh alami.

Kenikir tergolong tanaman refugia yang bisa dimanfaatkan untuk mengusir hama.

Kenikir tergolong tanaman refugia yang bisa dimanfaatkan untuk mengusir hama.

Sebagai contoh rumput belulang atau jampang Eleusine indica. Rumput yang banyak ditemukan di area persawahan itu sangat disukai belalang sembah atau congcorang. Belalang sembah predator kutu daun Aphis sp. dan lalat buah Helopeltis sp. Contoh lain rumput setaria Setaria sp. yang merupakan tempat tinggal laba-laba bermata tajam keluarga Oxyopidae.

Tanaman hias
Babandotan Ageratum conyzoides, putri malu Mimosa pudica, rumput malela Brachiaria mutica, dan lalampuyangan Panicum repens beberapa jenis tanaman refugia. Kombinasi keempat gulma itu bisa mendatangkan 10 musuh alami dari keluarga Arthropoda, salah satunya keluarga capung-capungan. Gulma berbunga ungu Ipomoea crassicaulis juga acap tumbuh di persawahan. Kerabat kangkung itu berpotensi mengundang 12 keluarga serangga sekaligus.

Contohnya adalah keluarga Carabidae alias kumbang tanah yang menjadi pemangsa hama penggulung daun padi. Adapula keluarga Coccinelidae atau kumbang kongsi yang mampu memangsa wereng cokelat dewasa dan nimfa hingga 10 ekor setiap hari. Juga keluarga Ichneumonidae atau parasitoid pinggang ramping yang menjadi parasit hama penggerek batang padi, penggulung daun, ulat jengkal, dan ulat bulu.

Pemanfaatan tanaman refugia di kebun sawi.

Pemanfaatan tanaman refugia di kebun sawi.

Sementara tanaman hias yang bisa dimanfaatkan sebagai refugia antara lain bunga matahari Helianthus annuus, kenikir Cosmos caudatus, bunga kertas Zinnia sp., tapak dara Catharanthus roseus, dan bunga pukul delapan Turnera ulmifolia. Bunga pukul delapan merupakan rumah bagi kepik Sycanus sp.—predator pembasmi ulat api. Sementara bunga matahari menarik predator pemangsa kutu dan tungau.

Baca juga:  Ratu Malam Tahan 7 Hari

Pemberantasan hama berjalan lebih ramah lingkungan. Biaya pembelian pestisida pun berkurang. Tanaman refugia secara tidak langsung juga memanjakan mata lantaran tanaman berpenampilan elok. Namun, tidak semua tanaman berbunga dapat menjadi tanaman refugia, misalnya asoka Ixora sp. yang justru keberadaanya mendatangkan hama. (Paramyta Nila Permanasari, S.P., M.Si., Dosen Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian., Universitas Brawijaya)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d