Black sapote jumbo

Black sapote jumbo

Sapote hitam baru, sosok bongsor hingga 1.000 gram per buah, dan bercita rasa manis.

Pohon setinggi 3 meter itu bagai kepayahan menopang lebih dari 150 buah. Maklum, ukuran buah amat besar, dua kepalan tangan. Sudah begitu sebuah tangkai terdiri atas 2—3 buah. Akibatnya cabang sebesar 1—2 cm merunduk menahan bobot buah. Itulah sosok buah sapote hitam atau black sapote jumbo. Selama ini bobot black sapote rata-rata hanya 500—700 gram per buah. Namun, bobot sapote hitam baru itu mencapai 1.000 g per buah.

Wajar bila embel-embel jumbo disematkan pada namanya. Masyarakat internasional menyebut black karena warna daging buah itu ketika matang berwarna hitam. Rasanya seperti puding cokelat dan daya simpan lama. Namun, kita harus bersabar untuk menikmati kelezatan buah anggota famili Ebenaceae itu. Sebab, buah matang baru siap dinikmati 3—4 hari setelah jatuh dari pohon. Lazimnya, periode itu hanya berlangsung 2—3 hari.

Rasa manis
Setelah matang, buah itu mampu bertahan hingga 5—7 hari. Cirinya kelopak buah merekah dan kulit berwarna kuning disertai dengan bintik-bintik hitam di seluruh buah. Saat buah terbelah tampak daging buah berwarna cokelat hitam. Tekstur daging buah halus, lembut, dan tanpa biji. Tingkat kemanisannya mencapai 13—14° briks. Bandingkan dengan tingkat kemanisan sawo lokal yang hanya 10—12° briks.

Black sapote jumbo milik Ricky Hadimulya, berbuah stabil sepanjang masa tanpa mengenal musim.

Black sapote jumbo milik Ricky Hadimulya, berbuah stabil sepanjang masa tanpa mengenal musim.

Menurut pemilik sapote hitam baru, Ricky Hadimulya, lamanya periode matang itu menguntungkan untuk pengiriman ke luar kota, tanpa khawatir rusak atau busuk. Kolektor tanaman langka di Parung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, itu memiliki dua pohon sapote hitam jumbo. Tinggi tanaman berumur 5 tahun itu rata-rata 2—3 meter. Pemilik Hara Nurseri itu memboyong tanaman asal Amerika Tengah pada 2013.

Baca juga:  Panen Perdana Hijos Farm

Ketika itu tinggi bibit 70 cm berumur 5—7 bulan. Bibit itu langsung beradaptasi. Dalam waktu 3 tahun, tinggi tanaman mencapai 3 m dengan diameter batang 20—23 cm. Pada tahun yang sama alumnus Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor itu menikmati kelezatan buah sawo hitam itu. Bobot buah sekitar 600—1.000 gram per buah. Menurut Ricky pengunjung kebun pernah menawar buah Rp500.000 per buah.

Kini produksi buah terus bertambah dan mencapai 200 buah per pohon. Ukuran itu terus bertambah besar seiring bertambahnya umur tanaman. Selain itu ukuran buah juga relatif seragam. Ketika matang, diameter buah Diospyros digyna itu berkisar 10—15 cm. Buahnya tidak berbiji dan dapat dikonsumsi secara langsung. Pehobi biasanya mengonsumsi buah itu menggunakan sendok layaknya mengonsumsi buah naga atau avokad.

Perawatan ekstra
Nun jauh di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Bonaventura Ardi Nugroho, juga mengoleksi sawo langka itu. Ia memiliki 2 pohon sapote jumbo. Pohon itu setinggi 4—5 meter pada umur 2 tahun dan tumbuh subur. Buahnya pun lebat. Bobot 800—1.000 gram per buah. “Black sapote jumbo itu tumbuh subur karena perawatan selalu dijaga,” papar alumnus Universitas Atmajaya Yogyakarta itu.

Bobot buah sampai 1.000 gram per buah.

Bobot buah sampai 1.000 gram per buah.

Pemilik Nurseri Sedayu itu memberikan pupuk kandang setiap 6 bulan sekali sebanyak 10 kg per tanaman. Ardi juga menambahkan NPK 15:15:15 200 gr tanaman. Bunga muncul ketika tanaman berumur 1 tahun atau setinggi 0,5 m. Namun, idealnya sapote hitam itu siap berbuah setelah berumur 2,5 tahun. Alasannya, selain untuk pembentukan tajuk, juga cabang belum kuat menopang buah.

Baca juga:  Burung Cinta Tetap Sentosa

Aplikasi pupuk daun rutin setiap 2 pekan sekali. “Yang perlu diperhatikan ketika bunga muncul, pemberian pupuk daun distop sepekan sebelumnya. Setelah terbentuk pentil sebesar kelereng, pupuk daun dilanjutkan kembali,” ujar Ardi. Sebulan pascarawat, sapote jumbo itu mulai berbunga yang muncul terus-menerus. Dua-tiga bulan berselang, bunga telah menjadi pentil buah.

Pada kali pertama setiap tanaman menghasilkan 30—50 buah dengan diameter 15—20 cm dan bobot rata-rata 800—1.000 g per buah. Bobot buah pascapanen relatif stabil. Kini saat tanaman berumur 5 tahun produktivitasnya lebih dari 50 buah per tahun. Tanaman pendatang baru itu terbukti adaptif tumbuh di dataran rendah hingga menengah. Ricky dan Ardi menanam sapote jumbo di dataran berketinggian sekitar 0—500 meter di atas permukaan laut (m dpl).

Sawo hitam itu tidak memiliki biji dan memiliki cita rasa seperti puding cokelat.

Sawo hitam itu tidak memiliki biji dan memiliki cita rasa seperti puding cokelat.

Di Blitar, Jawa Timur, sapote jumbo juga tumbuh baik di kebun milik Boyke Purbo Cahyoko. Ike mendapatkan bibit sambung susu setinggi 50 cm dari Ricky. Enam bulan setelah penanaman pohon pun berbunga. Para pehobi lain yang ingin memiliki sebaiknya membeli bibit pada penangkar terpercaya. Sebab menurut Ike bibit sapote jumbo sulit didapatkan dan diperbanyak dalam waktu singkat.

Ricky memperbanyak tanaman dengan sistem grafting karena lebih cepat. Pada umumnya tanaman ermu 2—3 tahun sudah berbuah. “Jika memperbanyak dengan biji bisa sampai 7 tahun. Itu pun belum berbuah sampai sekarang,” papar Ricky. Sebagai batang bawah ia memakai sapote hitam yang berbiji. Beberapa di antaranya sudah berbunga lebat dan muncul buah.

Baca juga:  Pohon Pengganda Bibit

Meski penanaman di pot, ukuran buah tetap jumbo. Dengan begitu, para pehobi berlahan sempit pun tetap dapat menikmati sapote besar. Sebutan black sapote atau sawo hitam sejatinya berbeda dengan sawo manila Manilkara zapota yang merupakan anggota famili Sapotaceae. (Tiffani Dias Anggraeni/Peliput:Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d