Rangkaian Bunga Pembawa Pesan 1
Rangkaian bergaya rikka shimputai karya Andy Djati Utomo SSn., AIFD CFD.

Rangkaian bergaya rikka shimputai karya Andy Djati Utomo SSn., AIFD CFD.

Sebanyak 54 rangkaian menyemarakkan peringatan 555 tahun ikebana. Setiap rangkaian membawa pesan.

Alih-alih meletakkan rangkaian dalam vas meja, Andy Djati Utomo, SSn., AIFD CFD justru memilih vas khusus berukuran mungil yang menempel dinding. Boleh dibilang, pemakaian vas yang menempel dinding itu tergolong inovasi baru. Sebab, lazimnyaa rangkaian bergaya rikka shimputai—bagian dari ikebana atau seni merangkai bunga khas Jepang—itu berada dalam balutan vas yang berdiri tegak di atas meja.

Perangkai bunga profesional di Jakarta Selatan itu menuturkan, seiring berjalannya waktu ikebana makin luwes. Perangkai tetap berpedoman pada aturan yang berlaku, tetapi lebih bebas berekspresi. Rikka shimputai dalam balutan vas dinding itu cocok menghiasi ruangan berkonsep minimalis khas gaya hidup kaum urban masa kini. “Sering kali masyarakat perkotaan enggan menghias rumah dengan rangkaian bunga karena kendala tempat.Penggunaan vas dinding bisa menjadi solusi,” kata Andy.

Ranting layu

Dalam rangkaiannya, Andy memanfaatkan kayu mati, bunga bromelia kering, daun philodendron layu, dan tangkai silver dust tanpa daun. Materi yang berpenampilan kurang sempurna itu elok berpadu dengan helikonia, bunga anthurium merah, statis ungu dan kuning, serta tillandsia. Andy juga meletakkan setangkai anggrek menjuntai di sisi kiri vas. Hasilnya, rangkaian bergaya rikka shimputai nan modern itu kian mempesona. Rangkaian bergaya serupa karya Lily H. Sutanto, perangkai bunga di Jakarta Pusat, pun tak kalah istimewa. Lily juga memanfaatkan

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya shoka shimputai karya Shindunata.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya shoka shimputai karya Shindunata.

ranting kering sebagai salah satu materi rangkaian. “Ranting mati mengingatkan kita bahwa setiap makhluk memiliki jasa masing-masing saat masih hidup,” ujarnya. Andy dan Lily memamerkan karyanya itu dalam acara Perayaan 555 tahun ikebana ikenobo yang di gedung Japan Foundation. Penyelenggara acara pada 1—2 Maret 2018 itu Ikebana Ikenobo Indonesia yang menyuguhkan 54 rangkaian ikebana ikenobo beraliran rikka, shoka, dan jiyuka.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya shoka shimputai karya Lili Anggraini Handiyanto.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya shoka shimputai karya Lili Anggraini Handiyanto.

Bagian hubungan masyarakat Ikebana Ikenobo Indonesia, Yunita Ayu Kemala, menuturkan bahwa ikenobo mengajarkan perangkai untuk melihat kecantikan flora dari berbagi sisi mulai dari kuncup hingga layu. “Dengan begitu perasaan seseorang untuk lebih peka dan menghargai kehidupan perlahan muncul,” kata Yunita. Oleh karena itu, perangkai ikebana harus bisa mengeksplorasi keindahan flora.

Baca juga:  Ramping Berkat Kemuning

Perangkai bunga di Jakarta Barat, Shindunata, misalnya, memilih batang tanaman spiraea putih yang meliuk alami ke satu sisi sebagai materi rangkaian. Ia menggunakan tanaman anggota keluarga Rosaceae itu untuk membuat rangkaian ikenobo bergaya shoka shimputai.

Gaya bebas

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya rikka shimputai karya Lily H. Sutanto.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya rikka shimputai karya Lily H. Sutanto.

Selain Shindunata, adapula Wendy K. Mandik, Lili Anggraini Handiyanto, Nani Ekawati, dan Sandra Taslim yang turut serta membuat rangkaian bergaya shoka shimputai. Lili memanfaatkan anggrek bulan, momiji, dan lili paris. Sementara Nani memilih anthurium gelombang cinta, spiraea, dan lisianthus. Adapun Sandra menggunakan dendrobium, solanum, dan hanjuang. Sandra menuturkan ikenobo bergaya shoka membutuhkan sedikit materi flora, cukup 3 jenis.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya jiyuka karya Lucia Raras.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya jiyuka karya Lucia Raras.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya jiyuka alias gaya bebas juga tak kalah menawan. Rangkaian karya Lili Sastra, misalnya, memanfaatkan pohon jati yang sudah berlubang sebagai wadah rangkaian. Ikenobo bergaya jiyuka milik Ditya Permana Putra dan Lucia Raras juga tak kalah nyentrik. Sementara Raras menggunakan batang kayu eukaliptus untuk meletakkan flora.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya hoka shimputai karya Sandra Taslim.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya hoka shimputai karya Sandra Taslim.

Lembaran daun kadaka keriting, kembang sungsang, bunga statis, ranting kering, dan malai gandum menghias rangkaian yang terkesan maskulin itu. “Ungkapan perasaan perangkai lebih kuat dalam jiyuka sehingga perangkai bisa menuangkan segala imajinasi dan tema apa pun dalam rangkaian,” kata Raras. Rangkaian-rangkaian ikebana elok itu mampu membawa beragam pesan, antara lain agar lebih peka dan menghargai kehidupan. (Andari Titisari)Rangkaian ikebana ikenobo bergaya shoka shimputai karya Wendy Mandik.Rangkaian ikebana ikenobo bergaya shoka shimputai karya Wendy Mandik.

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments