Ramuan Cegah Ebola 1
Meniran berperan meningkatkan sistem imunitas

Meniran berperan meningkatkan sistem imunitas

Sambiloto berpeluang cegah ebold.

Hingga Agustus 2014, lebih dari 1.000 nyawa melayang akibat terinfeksi virus ebola. Jumlah korban itu terbanyak sepanjang sejarah sejak virus itu mewabah pertama kali pada 1976 (280 orang). Virus mematikan itu menyerang penduduk di kawasan Afrika barat yang meliputi Guinea, Liberia, Nigeria, dan Sierra Leone. Wabah ebola menyebar di Afrika barat juga perdana pada 2014, sebelumnya hanya menyerang Pantaigading (1994).
Menurut anggota staf anggota Divisi Penyakit Tropik Infeksi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, dr Adityo Susilo SpPD, sampai saat ini tidak ada kasus ebola di Indonesia. Meskipun begitu masyarakat mesti waspada. Virus mematikan itu bisa saja ada di Indonesia melalui orang yang berkunjung ke negara terjangkit ebola. Sebab kini masyarakat bisa bepergian ke mana saja.

Sambiloto andalan herbalis meningkatkan daya tahan tubuh. Virus ebola merusak ketahanan tubuh

Sambiloto andalan herbalis meningkatkan daya tahan tubuh. Virus ebola merusak ketahanan tubuh

Imunomodulator
Hasil penelitian Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom MS dan rekan dari Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur menunjukkan18,4% (65 dari 353) orangutan terjangkit EBOV dan 1,7% (6 dari 353) positif terkena Marburg Virus (MARV). EBOV yang terdapat pada orangutan Pongo pygmaeus relatif sama dengan virus Zaire, Sudan, dan Bundibugyo di Afrika. Peneliti menggunakan serum 353 orangutan sehat sebagai sampel penelitian.

Menurut WHO, di Afrika infeksi ebola terjadi karena penanganan simpanse, gorila, kalong yang terinfeksi. Kalong anggota famili Pteropodidae dianggap sebagai inang alami virus ebola. Virus menyebar dari hewan liar masuk ke masyarakat melalui penyebaran antarmanusia. Adityo mengatakan virus ebola menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh penderita seperti darah dan air liur. “Cara efektif mencegah ebola yaitu meminimalisir kontak dengan pasien ebola,” kata pria kelahiran Jakarta itu.

Virus yang namanya diambil dari Sungai Ebola di Republik Demokrasi Kongo itu menggempur sistem imun. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, gejala terlihat pada hari ke-7 ditandai dengan sakit kepala, merasa lelah, demam, dan nyeri otot. Gejala paling parah pada hari ke-12 yaitu terjadi pendarahan di dalam tubuh sehingga menyebabkan kematian.
Farmakolog dari Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Prof Dr Anas Subarnas MSc Apt, mengatakan sampai saat ini belum ditemukan obat yang efektif melawan virus ebola. Virus memang tidak dapat dibunuh. Upaya yang dapat dilakukan hanyalah dengan meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan populasi virus dalam tubuh. Virus berbeda dengan bakteri. Bakteri bisa ditumpas karena berada di luar sel. Sementara virus masuk dan bereplikasi dalam sel sehingga relatif sulit diatasi.

Baca juga:  Aroma Kuat Bawang Baru

Menurut herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Lukas, daya tahan tubuh kuat mampu menangkal virus. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Yayuk mengandalkan daun sambiloto Andrographis paniculata, daun meniran Phyllanthus niruri, dan kulit manggis Garcinia mangostana. Sambiloto berkhasiat antivirus dan antibakteri, memperbaiki fungsi hati, dan meningkatkan stamina. Meniran juga memperkuat antibodi.

Yayuk memberikan sambiloto dan meniran berupa kapsul untuk memudahkan konsumen mengonsumsi herbal. “Banyak orang enggan mengonsumsi air rebusan sambiloto karena bercitarasa sangat pahit,” kata Yayuk. Pasien mengonsumsi 1 kapsul sambiloto dan meniran 3 kali sehari. Untuk kulit manggis, pasien cukup merebus 5 g herbal itu dalam 4 gelas hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Air rebusan itu dikonsumsi 2 kali, pada pagi dan sore. Lama konsumsi gabungan herbal itu selama 15 hari.

Lain lagi pilihan herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana. Lina menggunakan beragam herbal seperti kulit batang kayumanis, kayu secang, bunga cengkih, rimpang kapulaga, rimpang jahe, daun jeruk, dan batang sereh. Semua herbal dalam bentuk simplisia. Cuci bersih semua herbal itu dan rebus dalam 2 gelas air hingga mendidih. Begitu hangat kita dapat menyaring dan mengonsumsinya.
Menurut Murakami dari Divisi Teknologi Pangan dan Bioteknologi, Kyoto University, Jepang, jahe meningkatkan level enzim antioksidan, termasuk superoksida dismutase dan glutation peroksidase. Enzim itu bereaksi dengan peradangan yang ditimbulkan infeksi virus. Dokter herbalis di Malang, Jawa Timur, dr Zaenal Gani juga meramu tanaman obat untuk menjaga kekebalan tubuh.

Ramuan itu terdiri dari 15 tanaman obat seperti meniran, brotowali, dan sambiloto. “Ketiganya berefek imunomodulator, mengendalikan daya tahan tubuh,” jelas Zaenal. Ahli akupuntur itu membuat ramuan dalam serbuk dan kemasan kapsul. Dosisnya 2 g serbuk dilarutkan dalam segelas air atau 3 kali sehari masing-masing 1 kapsul berisi 0,5 g.

Yayuk Lukas

Yayuk Lukas

Sambiloto
Yayuk dan Zaenal mengandalkan sambiloto sebagai peningkat daya tahan tubuh. Anggota famili Acanthaceae itu memang terbukti ilmiah berperan sebagai imunomodulator alias menjaga kekebalan tubuh. Riset Nongki Sakinah, Sukrasno, dan Maria Immaculata dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB) membuktikan ekstrak sambiloto dosis 135 mg/kg bobot badan bersifat imunostimulasi kuat.
Jintan hitam juga berkhasiat menjaga daya tahan tubuh. Biji tanaman itulah yang dikonsumsi dr Eliya MARS, di Serang, Provinsi Banten, untuk menjaga kebugaran. Jintan mengandung 58% asam lemak esensial—termasuk omega 3 dan 6—yang berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu pembentukan prostaglandin. Senyawa aktif yang berfungsi membangun kekebalan tubuh adalah nigellone dan thymochinone.

Baca juga:  Lampion Penunjuk Arah

Kemampuan jintan membangun kekebalan tubuh setara dengan tumbuhan obat echinacea. Menurut konsultan terapi dan akupuntur di Jakarta, dr Willie Japaris MARS, obat untuk ebola belum ada secara medis. Namun, pengobatan tradisional memiliki cara lain mengatasi ebola. “Pengobatan timur mengatasi penyakit berdasarkan gejala yang muncul,” kata Willie. Salah satu gejala ebola yaitu demam dan masalah pencernaan.

Gejala itulah yang diatasi dengan herbal. Untuk mengatasi pencernaan, Willie menggunakan rimpang temulawak dan umbi teratai. Sementara alang-alang, lidah buaya, dan sambiloto untuk meredakan demam. Dosis herbal tergantung dari kondisi pasien. Dengan ramuan herbal kekebalan tubuh meningkat sehingga virus tidak berkembang. (Riefza Vebriansyah)

538_ 89

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *