Ramu Pengurai Limbah Akuaponik

Ramu Pengurai Limbah Akuaponik 1

Probiotik percepat kerja sistem akuaponik.

Probiotik digunakan sebagai starter bagi sistem akuaponik.

Probiotik digunakan sebagai starter bagi sistem akuaponik.

Masyarakat lazim membuang jeroan sapi seperti usus 12 jari karena hanya berisi kotoran. Namun Syafei Muhammad justru memburu saluran pencernaan itu. Warga Kompleks Kandri Asri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, itu memanfaatkan isi usus sapi sebagai bahan baku probiotik untuk perangkat akuaponik. Akuaponik perpaduan budidaya ikan dan sayuran. Nutrisi tanaman berupa nitrat dan nitrit berasal dari kotoran ikan dan sisa pakan yang terurai oleh bakteri nitrifikasi.

Kedua senyawa itu sumber nitrogen untuk pertumbuhan sel dan sintesis protein tanaman. Probiotik berperan dalam proses nitrifikasi dengan mempercepat perombakan nitrat dan nitrit karena berisi bakteri pengurai. Jadi probiotik sangat penting pada sistem akuaponik. “Penguraian berjalan lambat jika akuaponik tidak menggunakan probiotik,” kata Syafei. Tanpa probiotik sistem terbentuk sekitar 3 bulan, sedangkan dengan probiotik hanya 1 bulan. Selama sistem penguraian belum bekerja, akuaponik tidak berfungsi maksimal.

Untuk pelet

Filter biologis, “rumah” bagi bakteri probiotik.

Filter biologis, “rumah” bagi bakteri probiotik.

Menurut Syafei usus 12 jari sapi mengandung banyak bakteri pengurai dan enzim pencernaan. Lebih lanjut ia menuturkan membuat probiotik mudah. Ia mencampur isi usus 12 jari sapi dengan 1 l molase, air kelapa sebanyak 1 buah, nanas matang yang diblender, dan air isi ulang hingga total jenderal 10 l larutan. Syafei memfermentasi campuran itu selama 1—3 bulan. Tanda fermentasi berhasil tidak lagi muncul gas.

Keberhasilan fermentasi jika larutan mengeluarkan aroma harum yang khas. Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, itu menuangkan tiga tutup jeriken probiotik setiap pekan.

Air kemerahan lantaran populasi laktobasilus berlebih.

Air kemerahan lantaran populasi laktobasilus berlebih.

Hasilnya kolam tidak berbau. Ikan tidak amis dan bertekstur lembut. Sayuran pun terlihat segar, hijau, dan tebal. Itu bukti sistem berjalan sempurna. Pelopor akuaponik di Desa Kandri itu mengatakan bahan tambahan fermentasi beragam seperti sayuran, buah, dan umbi. Sebaiknya bahan tambahan yang digunakan menyesuaikan komoditas yang ditanam. Bahan fermentasi dari buah tepat untuk sayuran buah seperti tomat dan mentimun. Daun-daunan cocok untuk selada, sedangkan umbi cocok untuk sayuran umbi seperti kentang.

Baca juga:  Seri Walet (217): Suara Tiruan Pikat Walet

Syafei tidak sendirian meramu probiotik. Sumartono yang tinggal di Perumahan Kandri Asri pun membikin probiotik mandiri. Bahan yang ia gunakan meliputi 3 kemasan susu fermentasi, 1 kg ragi tapai, 0,5 kg molase, dan 9 l air isi ulang. Pria berumur 42 tahun itu mendiamkan campuran 14 hari agar terfermentasi maksimal. Aroma masam nan wangi menandai berhasilnya fermentasi. Sumartono menambahkan probiotik 2 kali sehari masing-masing 2 tutup botol air minum kemasan.

565_-25Ia lazim menggunakan probiotik itu untuk merendam pelet agar mekar. Pengamatan Sumartono probiotik tidak berefek pada sayuran, tapi berpengaruh pada ikan. Dua ratus lele dalam drum berkembang sangat baik. Tingkat kematian sangat rendah dan tiga bulan pascatebar ikan dipanen. Sayangnya ayah dua anak itu tidak menimbang bobot lele saat panen. Harap mafhum hasil panen untuk konsumsi sendiri dan dibagikan ke tetangga. Kolam lele milik Sumartono pun tidak berbau menyengat.

Protein meningkat

Syafei berinovasi dengan bermacam-macam bahan untuk pembuatan probiotik.

Syafei berinovasi dengan bermacam-macam bahan untuk pembuatan probiotik.

Nun di Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Fiscer Ahmad Kaftaru, pun mengolah probiotik sendiri. Ia menggunakan susu fermentasi, molase, air kelapa, dan air isi ulang atau air sumur sebagai bahan baku probiotik. Menurut Kaftaru probiotik merupakan starter awal sistem akuaponik dan juga untuk menjaga kesehatan ikan.

Jeriken untuk fermentasi probiotik.

Jeriken untuk fermentasi probiotik.

Penambahan probiotik setelah sistem terbentuk, lazimnya hanya untuk meningkatkan kandungan protein pada pelet. Caranya dengan mencampurkan 5—10 ml probiotik dengan minimal 500 ml air. Dosis tu digunakan untuk merendam 1 kg pelet. Fermentasi 2—3 hari hingga muncul cendawan putih seperti pada tempe. Kondisi itu membuat kandungan protein pelet meningkat 15—30%. Probiotik juga dapat digunakan untuk memfermentasi kotoran dari filter mekanis. Caranya tambahkan kulit pisang atau daun-daunan sebagai sumber kalium dan fosfor.

Baca juga:  Tanam Sayuran Eksklusif

Lalu masukkan hasil fermentasi ke dalam sistem untuk melengkapi nutrisi tanaman. Pegiat akuaponik itu mewanti-wanti cara menyimpan probiotik. Segera tutup kembali jeriken setelah selesai digunakan. Tujuannya mengurangi kontaminan masuk ke dalam probiotik. “Tanda probiotik tercemar jika muncul cendawan putih kehijauan. Artinya probiotik tidak bisa digunakan,” kata Kaftaru. Pemakaian probiotik terkontaminasi merusak tanaman dan ikan. Kolam pun berbau tak sedap. (Muhammad Awaluddin)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x