Wadah paling baik berbahan kaca

Wadah paling baik berbahan kaca

Beberapa hal penting harus diperhatikan saat membuat infused water agar berfaedah optimal.

Aroma masam nan menyengat langsung menyeruak saat Setiawan membuka botol berisi air infusan. Untuk membuat air infusan itu Setiawan menambahkan 4 potong kulit kayu manis, 4 lembar daun poko, 1,5 buah lemon, setengah buah mentimun, 4 buah anggur, dan setengah buah apel, ke dalam botol berisi seliter air minum. Setiawan menduga aroma masam itu akibat ia merendam irisan buah terlalu lama, yakni hingga 2 hari.

Menurut Ir Trini Sudiarti MSi, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, air infusan sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. “Kalau untuk konsumsi esok hari, sebaiknya buat air infusan pada malam harinya,” ujar alumnus Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Pilih buah kualitas terbaik

Pilih buah kualitas terbaik

Jika terlalu lama, maka daging buah akan hancur sehingga air menjadi keruh dan tak lagi terlihat menyegarkan. Selanjutnya akan terjadi fermentasi bila kualitas air tidak steril atau buah yang digunakan tidak dicuci bersih sehingga berkembang bakteri. Oleh sebab itu Trini menyarankan agar merebus dahulu air minum yang akan digunakan untuk membuat air infusan. Saat ini sebagian besar masyarakat mengonsumsi air mineral siap minum. Padahal, dalam beberapa penelitian pada merek air mineral tertentu masih dijumpai bakteri Escherichia coli yang membahayakan pencernaan.

Wadah plastik gunakan yang food grade

Wadah plastik gunakan yang food grade

Organik
Trini mengatakan meski pembuatan air infusan sangat sederhana, tapi banyak hal yang harus diperhatikan dalam proses pembuatannya agar berfaedah optimal. Salah satunya hindari menggunakan air panas untuk membuat air infusan. “Suhu air tinggi dapat merusak kandungan vitamin dan enzim pada daging buah,” ujar Trini. Vitamin C misalnya, akan rusak bila dipanaskan hingga lebih dari 60°C. Namun, penggunaan air dingin atau air dengan suhu ruang membuat proses larutnya nutrisi dan enzim dari buah ke dalam air berjalan lambat. Itulah sebabnya air infusan tidak dapat langsung diminum sesaat setelah dibuat. Minimal 3—5 jam kemudian air infusan bisa diminum.

Baca juga:  Cara Mudah Mengolah Okra

Menurut Prof Ahmad Sulaeman MS PhD, ahli gizi Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, sebaiknya pilih buah yang dibudidayakan secara organik agar terhindar dari residu pestisida. Apalagi untuk buah yang direndam tanpa dikupas dahulu, seperti apel, jeruk lemon, jeruk nipis, dan stroberi. Dokter Fetty Amalita Madjid, dokter dan herbalis di Cibubur, Jakarta Timur, menuturkan buah organik tidak perlu dikupas karena kulitnya kaya vitamin.

Jika menggunakan buah nonorganik, cuci bersih dahulu dengan sabun yang aman untuk menghilangkan residu pestisida. Beberapa jenis buah impor biasanya menggunakan lapisan lilin dan fungisida untuk pengawetan. Untuk menghilangkannya, rendam dalam air hangat, lalu cuci dengan sabun dan bilas dengan air mengalir.

Tidak semua jenis buah dapat dijadikan bahan air infusan. Trini menyarankan hindari menggunakan buah yang berdaging lembek dan berair seperti durian, semangka, dan pepaya. “Daging buah yang lembek mudah hancur dan air menjadi keruh sehingga menghilangkan selera untuk meminumnya,” kata Trini.

Bolehkah menambahkan gula agar rasanya lebih enak? Trini menuturkan penambahan gula seperti gula pasir atau sirup boleh-boleh saja. “Hanya saja jumlah kalorinya menjadi meningkat. Hal itu tentu kurang baik jika sedang diet rendah kalori,” ujar Trini. Penambahan gula juga mesti dihindari penderita diabetes mellitus agar kadar gula darah tidak melonjak tajam. Untuk menambahkan aroma dan citarasa air infusan, dapat ditambahkan aneka jenis rempah seperti kulit kayu manis, serai, daun ketumbar, dan seledri.

Higienis
Prof Ahmad Sulaeman menuturkan kebersihan alat dan wadah sangat penting ketika membuat air infusan. Sebelum digunakan, cuci semua alat dan wadah, lalu bilas dengan air matang. Bahan baku wadah pun harus diperhatikan. Trini mewanti-wanti hindari menggunakan wadah berbahan aluminium. “Aluminium akan bereaksi dengan asam pada buah sehingga larut dalam air infusan,” ujarnya.

Sebaiknya dikonsumsi paling lambat 24 jam setelah dibuat

Sebaiknya dikonsumsi paling lambat 24 jam setelah dibuat

Hindari juga pemakaian botol atau wadah berbahan plastik yang berbahaya. Perhatikan kode angka dalam segitiga yang tertera di bagian dasar botol atau wadah plastik. Pilih plastik berkode angka 2, 4, atau 5. Ketiga kode itu relatif lebih aman digunakan. “Idealnya gunakan botol atau wadah berbahan kaca atau baja stainless,” kata Trini. Kebersihan tubuh saat membuat air infusan juga tak kalah penting.

Baca juga:  Menanam Dalam Kantong

“Jangan membuat air infus sehabis memotong daging, mencuci baju, atau membuang sampah. Tubuh kita harus bersih dulu,” ujar Ahmad.
Menurut Ahmad, perbandingan antara jumlah air dan buah dalam air infusan juga harus diperhatikan agar faedahnya optimal.

“Pebandingan air dan bahan 3:1,” ujar anggota Dewan Guru Besar IPB itu. Artinya, jumlah buah atau sayuran yang ditambahkan sebanyak 25% dari volume air yang dipakai. Dengan begitu, tubuh segar, sehat pun didapat. (Muhammad Awaluddin/Peliput: Bondan Setyawan dan Imam Wiguna)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d