Tunggul sengon solomon. Batang menjulang tinggi digergaji pencuri

Tunggul sengon solomon. Batang menjulang tinggi digergaji pencuri

Sandungan Tak Kunjung Sudah

Tertarik mengebunkan sengon solomon? Aral pertama berupa ketersediaan benih atau bibit. Penyedia bibit solomon masih terbatas antara lain pohon dewasa “pelit” berbuah. Di lahan Agus Sumarmo, pekebun di Temanggung, Jawa Tengah, solomon berumur 8 tahun tumbuh meninggi tanpa tanda-tanda bakal berbunga. “Padahal sengon lokal berbunga pada umur 4-5 tahun,” kata Agus. Ia kini menyisakan sekitar 400 batang untuk dijadikan indukan penghasil biji.

Pekebun lain, dr Yuno Abeta Lahay yang bermitra dengan warga, mendapati pertumbuhan sebagian sengon merana. Itu lantaran sebagian warga menanam singkong tanpa perawatan di antara solomon. Keruan saja terjadi perebutan hara dan air. Ujung-ujungnya pertumbuhan sengon terhambat. Sebagian warga lain tanpa ragu malah sengaja menghambat pertumbuhan, bahkan mematikan tanaman sengon. “Tujuannya supaya memperoleh lahan garapan lebih luas,” ungkap Yuno.

Masalah lain, pencurian. Agus Sumarmo, kehilangan 14 batang sengon solomon berdiameter 30 cm lebih. Ironisnya, pencurian terjadi ketika Kepala Dusun Bantengan, Desa Kebonsari, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung itu tergolek di rumahsakit akibat tifus. Saat menengok kebun sepulang dari rumahsakit, ia menyaksikan 6 batang solomon yang semula tegak menjulang hanya menyisakan tunggul setinggi mata kaki.

Kejadian itu berulang ketika ia tengah merayakan Lebaran pada 2012. “Sehabis Lebaran, 8 pohon solomon yang bagus-bagus habis digasak pencuri,” ujar Agus. Ia pun memutuskan menebang habis dan menjual solomon di lahan itu pada akhir 2012. Terlepas dari berbagai kendala yang menghadang, solomon terbukti layak dijadikan pilihan untuk menanam kayu. (Argohartono/Peliput: Desi Sayyidati Rahimah dan Riefza Vebriansyah)

FOTO BOX: Tunggul sengon solomon. Batang menjulang tinggi digergaji pencuri

Baca juga:  Kunyit Rival Kanker

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d