Lomba durian unggul di Semarang dan Bogor.

Durian kitri milik Rondhi berdaging buah tebal, legit, dan tingkat keanisan 30o briks.

Durian kitri milik Rondhi berdaging buah tebal, legit, dan tingkat keanisan 30o briks.

Ukuran durian kitri tidak terlalu besar, bobot 2 kg, dan berbentuk agak bulat. Daging buah tebal, berwarna kuning mengundang selera, biji kecil, bercitarasa legit, dan tingkat kemanisan 300 briks. Itulah kelebihan durian milik Rondhi yang menjadi terbaik pada kontes durian di Mijen, Semarang, Jawa Tengah, pada 23 Januari 2016. Keunggulan itu diduga karena pohon tumbuh di tanah vulkanis yang subur, yakni di Mijen, Kabupaten Semarang.

Peserta lomba merupakan durian unggul lokal yang tumbuh tanpa perawatan intensif. Juri sempat kesulitan menentukan pemenang lantaran setiap durian mempunyai keistimewaan. Juri terpaksa menyisihkan beberapa peserta karena kurang matang atau terlalu matang. Akhirnya juri menominasikan 5 durian unggulan untuk dinilai ulang.

Terlalu matang

Durian bawuk masuk 5 besar di 2 lomba durian di Jawa Tengah.

Durian bawuk masuk 5 besar di 2 lomba durian di Jawa Tengah.

Menurut juri Dr Ir Moh Reza Tirtawinata kualitas durian terbaik untuk konsumsi adalah 1 hari setelah durian jatuh dari pohon. “Lebih dari itu akan lembek dan kualitasnya turun,” kata pendiri Yayasan Durian Indonesia itu. Di partai final lima juri, Drs Purwanto MSi dari Lembaga Sertifikasi Pertanian Organik Indonesia (inofice), Pratomo (Yayasan Obor Tani), Prof Dr Ir Amin Retnoningsih MSi (Universitas Negeri Semarang), Dr Ir Mohamad Reza Tirtawinata, dan Agus Subandi (Maniak Durian) menilai ulang 5 durian terbaik.

Penyelenggara lomba adalah Asosiasi Kelompok Tani Kelurahan Mijen, Kabupaten Semarang, dalam rangkaian Festival Durian Mijen. Selain itu panitia juga menggelar lomba durian terbesar, makan durian, olahan durian, dan bazar durian. Ketua Asosiasi Kelompok Tani, Sumarno, menjelaskan bahwa festival durian itu bertujuan memacu petani untuk meningkatkan kualitas durian.

Ali Muhtar SSos MM, Camat Mijen, mengharapkan acara itu menjadi agenda tahunan sebagai daya tarik wisata khususnya kuliner durian di Mijen. Sebab, kecamatan itu salah satu sentra durian. Maklum durian lokal bercitarasa istimewa dan enak sehingga sohor bagi para pencinta durian tanahair.

Durian si kempis jawara  di kontes durian Rancamaya, Kabupaten Bogor.

Durian si kempis jawara di kontes durian Rancamaya, Kabupaten Bogor.

Dinas Pertanian Kota Semarang juga menyelenggarakan Festival Durian Semarang 2016 di Waduk Jatibarang, Gunungpati, Semarang. Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, WP Rusdiana, acara itu untuk mengembalikan citra Semarang sebagai penghasil durian dan kota agrowisata. “Selain itu diharapkan dari festival itu ditemukan durian varietas baru,” kata Rusdiana yang juga ketua panitia lomba.

Baca juga:  Palem Roti Favorit

Pada lomba itu 56 durian beradu enak. Mereka datang dari berbagai kelurahan di 2 kecamatan di daerah Semarang, yaitu Gunungpati dan Mijen. Kedua kecamatan itu sohor sebagai sentra durian enak dan menghasilkan durian unggul nasional, antara lain si brongkol dan si roti. Hampir semua peserta berkualitas prima sehingga juri harus bekerja keras untuk menentukan pemenang.

Pada tahap pertama mereka memilih 20 peserta untuk masuk tahap kedua. Mereka lolos setelah memenuhi berapa kriteria, di antaranya rasa, ketebalan daging, warna daging, tekstur daging, ukuran biji, dan ukuran buah. Setelah itu para juri—Pujo Purwanto MSi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah, Ir Ali Effendi (BPSB Jawa Tengah), Ir Misgiyati IM MP (BPTPH Jawa Tengah), Pratomo (Yayasan Obor Tani), dan Syah Angkasa (Trubus)—memilih 9 durian.

Rondhi, pemilik durian kitri pemenang Kontes Durian Unggul Mijen.

Rondhi, pemilik durian kitri pemenang Kontes Durian Unggul Mijen.

Juri lalu menetapkan enam peserta terbaik sebagai juara pertama hingga ketiga serta tiga juara harapan. Durian plenggon kuncen milik Ahmad Zain berhasil meraih poin tertinggi. Peserta bernomor 37 itu berbobot besar, daging manis, tekstur legit, lembut, seperti krim yang meleleh. Daging cukup tebal, sayang biji dalam satu juring masih banyak, 3—4 biji yang mengurangi ketebalan daging.

“Sebenarnya saya lebih menjagokan nomor 38, durian milik Zain yang lain,” tutur Muh Rois, saudara Ahmad Zain. Durian itu lebih tebal dan lebih manis rasanya. Sayang, durian itu matang sepekan sebelum kontes. Untuk menahan kematangan, ia memasukkan buah ke lemari pendingin. Kedua durian itu masih berkerabat dengan durian brongkol, yang merupakan varietas unggul lokal. Sosok ketiganya nyaris sama.

Rancamaya

Sebanyak 56 peserta adu enak di Gua Krea, Gunungpati, Kabupaten Semarang.

Sebanyak 56 peserta adu enak di Gua Krea, Gunungpati, Kabupaten Semarang.

Di Kota Bogor, Jawa Barat, juga berlangsung kontes durian yang berasal dari Kelurahan Rancamaya, Kota Bogor dan sekitarnya. Menurut Dr M Reza Tirtawinata pada 1980-an Rancamaya terkenal sebagai sentra durian enak. Namun, seiring berkembangnya jumlah penduduk, banyak pohon durian ditebang untuk pemukiman. Akibatnya populasi durian di Rancamaya terus berkurang.

Baca juga:  Hama Terjebak Aroma

Pohon durian berumur lebih dari 30 tahun hanya dapat dijumpai di ladang-ladang dan tersebar di halaman rumah penduduk. Untuk melestarikan durian Rancamaya, Yayasan Durian Nusantara bekerja sama dengan pemerintah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor menyelenggarakan acara Kontes Durian Rancamaya pada Januari 2016. Kontes berlangsung selama 3 pekan, yaitu pada 4—23 Januari 2016.

Para pemilik durian pemenang kontes di Gunungpati,  Kabupaten Semarang.

Para pemilik durian pemenang kontes di Gunungpati, Kabupaten Semarang.

Juri kesulitan menentukan pemenang durian unggul di Mijen, Kabupaten Semarang.

Juri kesulitan menentukan pemenang durian unggul di Mijen, Kabupaten Semarang.

“Tujuannya agar banyak varietas durian berkesempatan mengikuti kontes sesuai waktu panen,” tutur Reza. Syarat buah yang menjadi peserta kontes adalah durian yang berasal dari pohon yang tumbuh di Kelurahan Rancamaya dan daerah sekitarnya seperti Ciawi, Cijeruk, Caringin, dan Cigombong. Para pemilik durian wajib mengirimkan minimal 3 buah dari satu pohon ke Stasiun Terminal Agribisnis (STA) Rancamaya.

Sawar memboyong juara durian terbesar dengan bobot  5,3 kg.

Sawar memboyong juara durian terbesar dengan bobot 5,3 kg.

Para juri kemudian menilai dari segi rasa, ketebalan, warna, kadar air, tekstur daging buah, bentuk buah, kepenuhan juring, ukuran biji, warna kulit, ketipisan kulit, aroma, serta daya simpan buah. Setelah berlangsung selama 3 pekan, sebanyak 34 peserta mengikuti kontes. Para juri yang terdiri menetapkan durian si kempis milik Ucup asal Rancamaya sebagai juara.

Selain memberi penilaian, panitia juga memverifikasi pohon induk untuk mengetahui kebenaran bahwa buah yang menjadi juara memang berasal dari pohon yang tumbuh di Rancamaya dan sekitarnya. Pengumuman hasil kontes dilakukan pada 31 Januari 2016 di acara Festival Durian Rancamaya di halaman parkir mal Botani Square, Kota Bogor. (Muhammad Awaluddin, Syah Angkasa, & Imam Wiguna)

Binder1.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d