Raja Buah Tanpa Aroma

Raja Buah Tanpa Aroma 1
Durian tanpa aroma hasil silangan Lutfi Bansir berteksur daging buah halus, manis, dan legit

Durian tanpa aroma hasil silangan Lutfi Bansir berteksur daging buah halus, manis, dan legit

Berayut dan monthong bertemu hasilnya durian tanpa aroma.

Di sisi kiri pintu masuk jalur Mass Rapid Transportation (MRT) di depan pasar Ortorkor, Bangkok, Thailand, terdapat tiang setinggi 1 meter. Tiang itu menyangga sebuah papan bergambar durian bersilang merah. Simbol itu menyampaikan pesan berupa sebuah larangan bagi pengguna jasa MRT membawa buah durian ke dalam wahana massal itu.

Buah anggota famili Bombacaceae itu menguarkan aroma menyengat yang membuat sebagian orang terganggu. Aroma khas itu bisa membuat sebagian orang pusing dan mual. Namun, banyak orang lain justru mengharapkan aroma dan rasa durian itu. Itulah sebabnya larangan membawa durian menggagalkan para pelancong menenteng raja buah sebagai buah tangan.

Perkawinan buatan
Pada masa mendatang mungkin saja larangan itu tak berlaku karena muncul durian Durio zibethinus tak beraroma menyengat. Durian tanpa aroma itu ternyata ada di tanahair. Dr Lutfi Bansir SP MP di Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, berhasil memperoleh durian tanpa aroma melalui proses perkawinan buatan. Lutfi mengawinkan durian lokal berayut dengan monthong pada awal 2013. Durian berayut berbobot 4—5 kg per buah. Duri berayut besar dan berwarna hijau walau sudah matang. Daging buah berayut empuk, tebal, manis bermentega, tapi sedikit berair. “Berayut paling digemari di Bulungan,” kata Lutfi.

Durian tanpa aroma hasil eksplorasi Lutfi Bansir di Desa Antutan, Kecamatan Tanjungpalas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara

Durian tanpa aroma hasil eksplorasi Lutfi Bansir di Desa Antutan, Kecamatan Tanjungpalas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara

Doktor Pertanian alumnus Universitas Brawijaya itu menanam berayut dari bibit hasil sambung pucuk pada 2005. Pada umur 6 tahun, berayut berbunga, tetapi rontok. Hingga pohon berumur 8 tahun, “Tak satu pun yang jadi buah,” keluh Lutfi. Menurut peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) Solok, Sumatera Barat, Panca Jarot Santoso SP MSc, kemungkinan berayut bertipe self incompatible alias tidak terjadi perkawinan sendiri. “Penyebabnya beragam misal, serbuk sari dan putik tidak matang pada waktu yang sama,” katanya.

Baca juga:  Bale Terus Melaju

Kebetulan di dekat berayut tumbuh monthong berumur 12 tahun. Penangkar durian itu lantas tertarik untuk mengawinkan berayut dengan monthong. Setiap sore Lutfi memotong bunga jantan berayut lalu menutup bunga betina yang tersisa dengan plastik pada sore hari. Saat malam tiba, ia melekatkan bunga jantan monthong di atas bunga betina berayut. Ia menjalankan rutinitas itu sepanjang Mei 2013.

Meski masih banyak bakal buah yang rontok, Lutfi patut lega. “Ada dua buah yang sanggup bertahan hingga matang,” katanya. Buah hasil perkawinan itu bersosok mirip monthong dengan bobot 1 kg, daging buah tebal dan berwarna putih susu, serta berbiji panjang. Lutfi mencecap buah baru itu bersama enam koleganya. Para kolega datang, 4 hari setelah buah jatuh. “Seharusnya, durian yang sudah disimpan lebih dari 3 hari beraroma sangat menyengat, tapi durian itu tidak beraroma,” kata Geru Wicaksono, seorang kolega.

Durian berayut dari Bulungan. Buah berbobot 4—5 kg dengan daging buah empuk, tebal, manis bermentega, tapi sedikit berair

Durian berayut dari Bulungan. Buah berbobot 4—5 kg dengan daging buah empuk, tebal, manis bermentega, tapi sedikit berair

Penggemar durian di Kotamadya Batu, Jawa Timur, itu menuturkan durian tanpa aroma cocok bagi nonpenggemar durian. “Ada yang suka durian tapi urung menikmati lantaran tidak tahan aromanya. Nah, durian tanpa aroma itu bisa menjadi solusi,” katanya. Soal rasa, ia angkat jempol. “Manis dan legit,” katanya. Apalagi serat buah sangat lembut. Sayang, saat itu mereka tidak menyiapkan refraktometer sehingga tidak mengetahui derajat kemanisan buah.

Efek xenia
Lutfi menuturkan duduk perkara perkawinan antara bunga betina berayut dengan bunga jantan monthong bisa menghasilkan buah tanpa aroma karena efek xenia. “Efek xenia merupakan perubahan fisik pada sosok biji atau buah yang muncul pada tetua betina karena pengaruh langsung dari serbuk sari,” katanya. Bila pewarisan sifat tetua betina dan jantan biasa muncul pada generasi berikutnya maka dengan xenia ekspresi gen tetua jantan sudah muncul pada organ tetua betina alias buah.

“Efek xenia menyebabkan perubahan warna, rasa, dan aroma pada buah,” tutur Lutfi. Guru besar Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Prof Ir Sumeru Ashari MSc, PhD, menuturkan efek xenia hanya mempengaruhi sifat fisik buah, bukan genetiknya. Oleh karena itu, biji buah hasil efek xenia jangan digunakan untuk perbanyakan sebab berpeluang kembali ke sifat asal tetuanya. Efek xenia biasa terjadi pada tanaman berpolinasi terbuka seperti apel, jeruk, dan durian. “Pekebun buah dapat memanfaatkan efek xenia itu untuk memperbaiki kualitas hasil panen,” kata Sumeru.

Baca juga:  Jabotikaba: Empat Tahun Lebih Cepat

Pada apel manalagi, misalnya, bila satu lokasi hanya ditanam apel manalagi saja maka peluang kerontokan buah sangat besar. Namun, bila ditanam bersama dengan apel merah dengan perbandingan jumlah populasi sama maka produksi apel manalagi meningkat. “Manalagi yang biasanya berwarna hijau muda pun muncul semburat merah,” tutur Sumeru. Cara itu juga dapat diterapkan pada berayut dan monthong untuk menghasilkan buah tanpa aroma. Namun, untuk mengetahui berapa perbandingan jumlah pohon yang ditanam butuh penelitian lebih lanjut.

Sejatinya durian tanpa bau bukan barang baru di Bulungan. Saat bereksplorasi pada 2013 di Desa Antutan, Kecamatan Tanjungpalas, Kabupaten Bulungan, Lutfi menemukan sebatang pohon durian yang menghasilkan buah tanpa bau. Tinggi pohon 25 meter dan berlingkar batang 50 cm. Umur pohon 28 tahun. Setiap tahun, pohon itu bisa menghasilkan 50—100 buah.

Durian harapan untuk yang tidak suka aromanya yang tajam

Durian harapan untuk yang tidak suka aromanya yang tajam

Yang menarik meski sosok buah 100% durian Durio zibethinus, tetapi rasa daging buah cenderung mirip lai Durio kutejensis. Kulit buah berwarna hijau. Sementara daging buahnya berwarna putih susu dan berbiji cokelat tua. Daging buah tebal dengan bentuk biji kecil memanjang. Bobot buah rata-rata 0,8—1 kg/buah. “Durian itu menguarkan aroma sangat lembut,” katanya.

Di Thailand hadir durian tanpa aroma chanthaburi 1 dari tangan Dr Songpol Somsri, pemulia di Balai Riset Hortikultura. Bentuk buah oval berbobot 2,65—3,61 kg per buah. Daging buah kuning, tebal 1 cm, dan manis. Hingga 10 hari pascajatuh, chantaburi 1 tidak beraroma menyengat.

Menurut Sumeru Ashari aroma khas durian itu muncul karena adanya sulfur. “Sulfur merupakan salah satu penyusun protein,” katanya. Durian tanpa aroma berarti cacat sulfur. Bagi maniak durian, aroma sang raja buah memang menjadi kepuasan. Namun, aromanya yang menyengat jadi kendala. Durian tanpa aroma solusinya. (Andari Titisari)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x