Krisan bersosok elok, kaya khasiat antara lain menjaga kesehatan mata

Krisan bersosok elok, kaya khasiat antara lain menjaga kesehatan mata

Bunga krisan atau kembang seruni lebih tua daripada manusia. Mereka telah mekar pada zaman Kapur (Cretaceous), lebih dari 65-juta tahun yang lalu.  Oleh karena itu kita mahfum kalau melihat seruni diukir di makam Firaun, Mesir Kuno sekitar 6.000 tahun silam. Kita juga paham, sejak 3.000 tahun lalu Tiongkok membuka kebun-kebun krisan. Kaisar Jepang mempertahankan Takhta Seruni sejak abad ke-8 sampai sekarang.

Yang perlu kita herankan, mengapa perdagangan krisan melonjak drastis sejak dua tahun belakangan?  Mungkin ada kaitannya dengan pernikahan polisi paling cantik di Indonesia. Sekelompok budayawan mengakui terjadi patah hati nasional. Sejak saat itu, diam-diam orang memasang bunga seruni di kamar tamu dan di meja kantornya.

Cinta rahasia
Betul! Kembang seruni adalah lambang cinta rahasia. Kita bisa menaruh bunga krisan di peti jenasah maupun di pelaminan. Bisa untuk pesta ulang tahun, maupun untuk pemakaman. Krisan bisa jadi ungkapan terima kasih, turut berduka cita maupun bersuka-cita. Sedikitnya dua kali setahun, saya membeli dua ikat seruni. Oleh-oleh untuk anak bungsu kami wafat sebelum dilahirkan, Kristina Ajeng Budianta. Tentu kami bawa krisan putih ke pusaranya. Bisa sendiri, atau bersama ibunya. Kalau bisa, tanpa titik air mata.

Seruni adalah bunga emas–Chrysantemum! Bunga yang semakin lama semakin menemukan tinggi perannya dalam bisnis dan industri bunga potong di Indonesia. Kota Surabaya saja memerlukan 60.000 kuntum setiap akhir pekan. Ada kalanya melonjak sampai lebih dari 100.000 kuntum. Kebutuhan itu sulit dipenuhi oleh sentra-sentra krisan di seluruh Jawa Timur. Kabupaten Malang menghasilkan 20-juta kuntum per tahun. Kota Batu memanen 6-juta kuntum.

Sentra lainnya ada di Mojokerto dan Pasuruan.  Bunga seruni dijual Rp15.000—Rp25.000 setiap ikat berisi sepuluh kuntum. Bagaimana dengan sentra-sentra krisan lain di Indonesia? Di Jawa Tengah, ada Bandungan dengan tokohnya Wahyudi, doktor krisan. Setiap tahun kelompoknya memasok lebih dari 20-juta kuntum seruni ke Semarang.  Ada juga krisan dari Menoreh untuk seputar kota Magelang. Di Jawa Barat ada Cianjur dan Sukabumi yang memasok krisan ke Bandung dan Jakarta.

Meskipun begitu, jangan heran kalau Indonesia banyak mengimpor krisan dari India, Kamboja, Tiongkok, Taiwan, bahkan Singapura.  Itu semata-mata untuk mencukupi kebutuhan bunga seruni yang antara lain mencegah stres. Menangkal stres dengan kembang krisan?  Kenapa tidak. Bunga seruni memang diakui sebagai kembang antidepresi.  Selama berabad-abad masyarakat Tiongkok menggunakan seduhan bunga atau daun krisan.

Krisan

Krisan

Multifaedah
Minum teh dicampur kelopak bunga krisan bisa menjadi relaksasi, menyegarkan jiwa dan raga, menghilangkan pegal-linu, dan membuat hati tenang kembali. Ia diperlakukan sebagai herbal. Sudah ada kamus yang mengungkap sembilan manfaat mengonsumsi teh bunga krisan. Misalnya, teh krisan mengandung betakaroten tinggi. Itu sama baiknya dengan usur herbal dalam buah-buahan yang berwarna jingga dan kuning. Manfaatnya untuk menjaga kesehatan mata, mencegah kebutaan.

Baca juga:  Berkembang Bersama Herbal

Teh krisan kaya komponen vitamin B di antaranya riboflavin untuk mencegah pertumbuhan struktur abnormal dan folasin yang mendorong replikasi sel. Unsur lain adala kolin yang membantu metabolisme lemak, serta niasin yang sangat diperlukan sistem saraf dan saluran pencernaan. Seperti umumnya teh herbal kaya akan vitamin C, meredakan pilek dan menangkal influenza. Krisan juga mengandung mineral besi untuk membantu darah mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Magnesium yang menolong kinerja 300 macam organ tubuh kita, kalium untuk fungsi kardiovaskular. Selebihnya ada berbagai varian asam amino, glikosida, dan adenin. Namun, yang paling umum, kita tahu teh krisan bermanfaat menyembuhkan jerawat, sakit gigi ringan, sakit kepala, bahkan mengobati penyumbatan arteri jantung. Kenapa? Karena teh krisan menurunkan kolesterol, membentengi hati dari keracunan.

Teh krisan memang disukai karena membuat peminumnya merasa waspada, lebih cerdas, dan merupakan pendingin tubuh alami.  Ia tidak mengandung kafein, jadi tanpa efek samping seperti mendatangkan rasa cemas, berdebar-debar, dan tegang. Ia justru menjaga paru-paru teratur menjalankan pernapasan. Pertanyaannya tentu, bunga krisan varietas mana yang paling baik untuk campuran teh dengan berbagai manfaat itu?  Tercatat lebih dari 140 macam seruni di Bumi ini.

Di antaranya adalah krisan kuno yang tumbuh di Indonesia seperti  Chrysantemum maximum berwarna kuning dan putih. Adapun krisan modern adalah hibrida Chrysantemum indicum yang berwarna merah jambu. Balai Penelitian Tanaman Hias di Cipanas juga telah merilis beberapa varietas krisan baru, yang terdiri dari beberapa seri bunga krisan khas Indonesia.

Petani krisan
Kabupaten Sleman, Yogyakarta, paling banyak punya kisah petani kembang krisan. Petani-petani krisan tersebar di ketinggian antara 500—800 meter dari permukaan laut, seperti di Kecamatan Pakem dan Cangkringan.  Contohnya dapat dilihat di desa Hargobinangun yang mempunyai lebih dari 40 rumah tanam berkapasitas 45.000 tanaman. Kalau dibandingkan dengan bertani anggrek atau mawar, menanam krisan lebih mudah.

Baca juga:  Seruni Tanpa Karat

Tanaman musiman itu dipanen setiap empat bulan, dan penanganan hasil panennya relatif ringan. Oleh karena itu jangan heran kalau harga kebun untuk sekuntum krisan bisa dipatok Rp2.000 bahkan lebih murah lagi. Meskipun begitu, perkebunan bunga krisan cukup memberi harapan. Di kawasan Kotabaru, Yogyakarta, sekarang beredar seruni menoreh, yaitu hasil papenan petani krisan di desa Gerbosari, Kabupaten Kulonprogo. Paling sedikit, ada tiga macam krisan yang populer dari sana, yaitu varietas bacardi, puspita nusantara, dan  fiji.

Siapa saja bisa bertanam bunga krisan. Kalau Anda punya pekarangan 1.000 m2 dengan tanah gembur, terletak di pegunungan, dengan suhu 20—28°C , dan pH tanah sekitar 6, cocok untuk menanam krisan. Bermacam buku budidaya krisan bisa diperoleh. Benih dan pupuknya juga tersedia. Termasuk bagaimana membuat kubung atau rumah pelindungnya. Sayangnya, seruni yang ditanam para petani bermodal relatif kecil adalah bunga krisan kualitas rendah.

Eka Budianta

Eka Budianta

Bunga krisan yang bagus bisa tahan dua pecan atau lebih. Harganya mencapai Rp25.000 atau Rp30.000 per kuntum.  Namun, untuk menanamnya, kita perlu membayar royalti kepada para para penangkar yang kebanyakan dari Belanda. Tokoh florikultur, Karen Tambayong berpesan, “Sebaiknya para petani kita diajar menanam bunga dengan kualitas yang terbagus.”  Itu penting kalau mau mencukupi kebutuhan nasional dan membendung impor bunga yang pajaknya nol persen.

Akhirnya kita juga perlu tahu, ada petani krisan yang terpilih menjadi seorang presiden. Dia adalah Jose Mujica, yang pada 2010 terpilih menjadi kepala negara Republik Uruguay. Bulan Mei 2015 Mujica genap berusia 80 tahun.  Petani bunga krisan itu dikenal sebagai presiden paling rendah hati di Bumi ini.  Ia membagi-bagikan 90% gajinya sebagai presiden kepada orang miskin dan pengusaha kecil.  Setelah jabatannya habis tahun ini, ia akan pulang ke desanya. Mungkin ia akan kembali berjualan kembang seruni. (Eka Budianta)***

 *) Kolumnis Trubus sejak 2001, pengurus Tirto Utomo Foundation, Senior Living di Cikarang, dan Taman Konservasi Flora Fauna di Tanjunglesung.

FOTO:
>

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d