Rahasia Ohara Jadi Jawara 1
Ohara, murai batu juara milik Chandra Effendi.

Ohara, murai batu juara milik Chandra Effendi.

Muraibatu bernama ohara menjadi yang terbaik di kontes nasional.

Orang-orang itu berteriak menyebut nomor tertentu. “Enam belas… enam belas…,” ujar mereka berseru. Suasana di Cadaskukun, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, itu riuh-rendah. Mereka pada umumnya para joki yang menjagokan burung yang tengah beradu merdu memperebutkan piala Pahlawan. Tujuannya agar juri menilai burung yang dirawatnya. Namun, kegaduhan itu tak mempengaruhi konsentrasi para juri dalam menentukan juara.

Dewan juri akhirnya sepakat memberikan bendera merah kepada Ohara, kontestan bernomor 16. Para juri menobatkan burung koleksi Chandra Effendi asal Bekasi, Jawa Barat, itu sebagai juara kelas muraibatu cadas. Menurut inspektur pertandingan, Ahmad Rahmat, Ohara layak mendapat juara karena penampilannya nyaris sempurna dibandingkan peserta lainnya.

Suasana kontes burung berkicau piala Pahlawan, di Cadaskukun, Kabupaten Tangerang.

Suasana kontes burung berkicau piala Pahlawan, di Cadaskukun, Kabupaten Tangerang.

Ulat hongkong
Menurut penilaian Rahmat, “Dari irama, volume, kejernihan suara, gaya, dan fisik Ohara, semuanya bagus.” Juri asal Cirebon, Jawa Barat, itu menambahkan irama yang panjang dan volume suara di atas rata-rata menjadikan Ohara layak mendapat juara ke-1 di kelas paling bergengsi itu. Chandra Effendi pun memperoleh hadiah Rp10-juta berkat prestasi Ohara. Di kelas itu Ohara menyingkirkan 28 peserta lainnya.

Effendi mengatakan, tidak ada perlakuan khusus pada Ohara menjelang kontes. Ia hanya rutin memberikan pakan 7—8 jangkrik segar setiap hari. Pehobi sejak tahun 2000 itu juga rutin menjemur Ohara setiap hari untuk menambah kekuatan fisik. “Penjemuran maksimal dilakukan 1 jam. Setalah itu dianginkan selama 15 menit,” kata Effendi. Menjelang lomba Chandra memberikan pakan tambahan berupa ulat hongkong.

Setan Hitam juara kelas kacer di kelas ebod joss.

Setan Hitam juara kelas kacer di kelas ebod joss.

“Sekali makan 3—7 ulat hongkong karena stamina saat lomba harus berlebih,” ujar Effendi. Perlombaan yang tak kalah meriah di kelas kacer ebod joss. Para joki lantang berteriak agar dewan juri melirik nomor urut burung jagoannya. Namun, para juri bergeming. Pada akhir penjurian itu bendera merah terkumpul pada Setan Hitam, burung kacer milik Sigit Kurniawan dan Aldi Geovani asal Jakarta.

Baca juga:  Tabulampot PENAS

Rahmat mengatakan, Setan Hitam memiliki kecepatan suara rapat sehingga suara dan irama yang muncul beragam. “Kecepatan suara itu bisa dilihat dari kecepatan paruh saat bernyanyi,” papar juri kontes kicau burung sejak 1999 itu. Kesuksesan Setan Hitam meraih juara berkat kegigihan Sigit merawatnya. Selain pakan berupa jangkrik segar, ia memberikan pakan tambahan berupa 1 sendok makan kroto setiap Kamis dan Sabtu.

Sigit Kurniawan dan Aldi Geovani (kanan), pemilik Setan Hitam.

Sigit Kurniawan dan Aldi Geovani (kanan), pemilik Setan Hitam.

Sigit Kurniawan memberikan 20 ulat hongkong setiap akhir pekan. Menurut Iwan—panggilannya—pemberian pakan tambahan berfungsi memperkuat tubuh dan meningkatkan kualitas suara burung. Kontes burung itu begitu semarak. Burung-burung terbaik dari berbagai daerah seperti Jakarta, Salatiga, dan Pontianak mengikuti kontes untuk menyemarakkan peringatan hari pahlawan.

Menurut ketua panitia kontes, Bambang panitia membuka 21 kelas bagi 10 jenis burung. Meski suasana hiruk-pikuk, burung-burung itu tetap menampilkan performa terbaiknya. Mereka berkicau tiada henti untuk menjadi yang terbaik. (Muhammad Fajar Ramadhan)

COVER 1.pdf

Kapak Mas Singkirkan Lawan

Kapak Mas, milik Arifin Februariusmeraih gelar best of the best.

Kapak Mas, milik Arifin Februariusmeraih gelar best of the best.

Laga seru berlangsung di arena kontes serama di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kontes berlangsung pada 8 Novermber 2015. Puncak kompetisi itu adalah perebutan gelar best of the best. Pada pertarungan sengit itu Kapak Mas, serama milik Arifin Februarius asal Palembang menjadi juara dan memperoleh piala tetap Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Dr Ir Amruzi Minha MS.

Kapak Mas berhasil menjadi juara karena selama 5 menit paling konsisten bergaya di atas meja. Sementara, Terminator, pesaingnya yang difavoritkan meraih gelar bergengsi itu melompat dari meja kontes dan gugur. Pada laga sebelumnya, yaitu kelas laga bintang dewasa pun tak kalah sengit. Pada laga itu serama terbaik turun langsung di 4 meja dalam waktu 3 menit.

Baca juga:  Agar Anthurium Kampiun

Asian Games
Gelar serama terbaik di kelas laga bintang dewasa berhasil disabet oleh Byson, serama milik Eno Serbu dari Prabumulih, Sumatera Selatan. Pada kontes yang diselenggarakan Komunitas Pelestari Ayam Serama Sumatera Selatan bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Republik Serama Kediri, dan Klab Pengadil Kelantan Malaysia, itu sebanyak 255 peserta bertarung di kelas reguler.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Dr Ir Amruzi Minha MS membuka kontes serama.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Dr Ir Amruzi Minha MS membuka kontes serama.

Peserta kontes juga berasal dari luar Provinsi Sumatera Selatan, seperti Jambi, Bengkulu, Riau, Lampung, dan Sumatera Barat. Sementara peserta dari luar Pulau Sumatera berasal dari Kediri, Blitar, Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar.

Ini merupakan kontes serama nasional ke-4 yang pernah diadakan di kota Palembang dan ke-7 yang diadakan di Sumatera Selatan. Sebelumnya kontes pernah di gelar di Kota Baturaja, Kabupaten Pali, dan Kota Prabumulih. Kontes kali ini bertema kembali ke alam karena bertempat di Taman Wisata Alam Puntikayu yang menjadi paru-paru kota Palembang.

Kontes nasional itu juga merupakan ajang pemanasan bagi para pehobi serama sebelum mengikuti piala Asia ke-5 di Kediri, Jawa Timur. Pada akhir 2016 Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan berencana mengadakan kontes serama internasional untuk menyongsong Asian Games 2018 di Palembang. (Mohammad Bernie Husni, pehobi serama di Kota Palembang, Sumatera Selatan)

COVER 1.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments