Black Steel jawara murai batu kelas eco green.

Black Steel jawara murai batu kelas eco green.

Black Steel dan Top Secret menjadi yang terbaik di kontes masing-masing.

Suara merdu Black Steel memukau para juri kontes burung tingkat nasional di Kotamadya Batu, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2017. Murai batu koleksi Lely Tjhin menjuarai kelas eco green atau kelas terbaik. “Hampir tiap minggu Black Steel mendapat juara dan kali ini permainannya benar-benar bagus. Padahal sebelumnya sempat mabung (ganti bulu, red.),” ujar pehobi asal Malang, Jawa Timur, itu.

Untuk merawat burung berumur 4 tahun itu, Lely Tjhin memberikan jangkrik dan kroto setiap hari. “Jangkriknya 30 ekor, krotonya 1 sendok makan,” ujarnya. Sehari sebelum kontes berlangsung, Lely Tjhin memberikan jangkrik sebanyak yang burung itu mau. Juri asal Batu, Catur Purnomo Nugroho, menuturkan Black Steel unggul pada role atau variasi lagu dan panjang tembakannya. “Durasi kerjanya juga bagus sekitar 80—90%,” ujar Nugroho.

Cucak hijau

Kenari termerdu.

Kenari termerdu.

Juri dari Malang, Eri Wahyudi Prasetyo, menuturkan, kualitas burung peserta kontes pada Oktober 2017 itu bagus-bagus. “Para peserta sudah layak untuk mengikuti kontes nasional,” ujar Eri. Cucak hijau koleksi Rusdi asal Tlekung, Batu, Jawa Timur, meraih jawara kelas eco green. Rusdi memandikan burung itu setiap hari dan memberi pakan berupa sebuah pisang dan seekor jangkrik tiap hari. Ia mempersiapkannya 5 hari sebelum acara berlangsung.

Adapun kenari koleksi Munika bernama Panadawa meraih jawara. Ia patut bangga karena kenari itu hasil tangkarannya. “Saya yang menghasilkan Pandawa dari indukan yang berkualitas. Kini umurnya sudah 2,5 tahun,” ujarnya. Munika rutin menjemur burung itu dari pagi sampai pukul 09.00. Ia juga memandikan, memasukkan ke sangkar, dan memberi sayur selada 1 helai dan telur puyuh.

Walikota Batu Punjul Santoso, berbaju merah membuka Festival Burung Nasional di Eco Green Park.

Walikota Batu Punjul Santoso, berbaju merah membuka Festival Burung Nasional di Eco Green Park.

Menurut juri asal Malang, Guntoro, jawara kenari unggul dari irama yang bervariasi dan panjang hingga burung tampak kelelahan. Untuk cucak hijau, unggul pada varias lagu yang keluar. “Paling penting peserta lomba harus tahu kriteria jawara burung yang dimainkan atau pakemnya. Kalau mereka tahu pakemnya mereka akan lebih mudah mendapat juara,” ujarnya. Menurut panitia lomba, Wahyu Panji Asmoro, S.T., M.T. total peserta mencapai 1.532 ekor.

Baca juga:  Akuaponik Mini di Teras Rumah

Walikota Batu, Jawa Timur, Punjul Santoso, menuturkan Festival Burung Nasional di Eco Green Park sebagai ajang pertemuan dan sarana edukasi para penangkar dan pencinta burung berkicau seluruh Indonesia. “Burung berkicau memiliki arti sendiri bagi pencintanya yaitu pada suaranya yang beragam dan unik. Hal itu membuat para pehobi ingin sekali burungnya mendapat juara,” ujarnya.

Ayam serama
Kontes yang juga menyedot perhatian penggemar adalah serama. Pada kontes itu Top Secret berlenggok-lenggok layaknya penari di atas panggung. Sesekali ia mengibaskan sayapnya. Selama 5 menit ayam serama itu tampil atraktif memukau para juri. Aries Subagio sang pemilik merasa bangga ayam miliknya meraih gelar terbaik atau best of the best di kontes serama nasional pada 15 Oktober 2017 di Blitar, Jawa Timur.

DJ Soda, peraih gelar best of female.

DJ Soda, peraih gelar best of female.

“Pesaingnya di menit terakhir atau 1 menit terakhir sudah drop. Sementara Top tetap bergaya sampai waktu habis sekitar 5 menit,” ujar juri asal Jember, Eka Andry D W. Sementara itu juri asal Blitar, Jawa Timur, M Arifin, menuturkan bahwa sejatinya Top Secret agak lemah saat awal kontes. Namun,pada akhirnya tampil memukau. “Pesaingnya terbalik. Saat awal lumayan bagus, sementara di akhir-akhir laga malah kurang kerja,” ujarnya.

“Gelar best of the best merupakan impian semua pemain serama, belum tuntas rasanya kalau belum meraih gelar itu meski sudah sering juara 1 di kelas,” ujar pehobi ayam serama asal Surabaya, Jawa Timur, itu. Kunci sukses perawatan ayam serama ala Aries yaitu pada pemberian vitamin tiga hari sekali untuk menjaga badan ayam tetap fit. Ia juga melatih Top Secret di atas meja tanpa menggunakan banyak alat.

Serama koleksi pehobi asal Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Nury Arifian, meraih dua gelar terbaik di kelas anakan (best of chick) dan betina best of the female. Serama mungil berumur 1,5 bulan bernama Cendana tampil memukau sore itu. Serama itu aktif bergerak sembari membusungkan dada. “Cendana rajin bekerja sementara musuh-musuhnya kurang aktif,” ujar Nury.

Baca juga:  Paras Mulus Karena Kefir

Laga selanjutnya, Nury menurunkan serama betina untuk memperebutkan gelar best of female. Tiga menit berlangsung, Dj Soda, serama umur 6 bulan milik Nury kembali meraih trofi terbaik di kelas betina. Dua gelar terbaik itu ia raih berkat perawatan yang intensif. Ia memberikan pakan berupa beras jagung dan voer dengan perbandingan 1 : 1. Nury juga menggunakan herbal jahe dan temulawak plus madu.

Top Secret, serama peraih gelar terbaik atau best of the best.

Top Secret, serama peraih gelar terbaik atau best of the best.

Pehobi itu memberikan herbal saat cuaca panas 2—3 hari sekali. “Menjaga ayam tetap fit kunci rahasia menjadi juara,” ujarnya. Panitia kontes, Catur Didik, menuturkan kontes Nusatara Serama Blitar diikuti oleh 150—200 ayam. “Kontes ini sebagai ajang silaturahmi pemain serama seluruh Indonesia khususnya Blitar dan meramaikan kembali dunia serama di Blitar,” ujar pehobi serama sejak 2010 itu.

Ndut, jawara liga serama yang mengunci gelar di Blitar, Jawa Timur.

Ndut, jawara liga serama yang mengunci gelar di Blitar, Jawa Timur.

Menurut Presiden Serama Indonesia Edy Yuwono kualitas ayam peserta kontes serama kali ini sudah lumayan, meski belum maksimal. “Ini sebagai pembangkit pehobi serama di Blitar yang akhir-akhir ini berkurang,” ujarnya. Ia berharap, para pemain serama tetap konsisten untuk berkecimpung di dunia serama baik ketika ramai maupun menurun. Dengan cara itu, ayam serama di Indonesia bisa terus berkembang dan menjadi lebih baik. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d