Rahasia Aurea Prima 1
Para pehobi tertantang merawat lidah mertua variegata bertipe aurea sebab memiliki tingkat kesulitan tinggi

Para pehobi tertantang merawat lidah mertua variegata bertipe aurea sebab memiliki tingkat kesulitan tinggi

Sansevieria aurea amat elok, sayang minim klorofil sehingga rentan mati. Kunci merawatnya: media tanam.

Empat tahun sudah Adelia Anastasia getol mengoleksi sansevieria variegata berdaun belang. Pehobi di Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, itu jatuh hati pada sansevieria abnormal. Ahli Fisiologi Tumbuhan dari Institut Pertanian Bogor, Ir Edhi Sandra, MSi menuturkan variegata merupakan kelainan pada tanaman karena tidak mampu memproduksi klorofil dalam jumlah cukup. “Pada tanaman hias kelainan itu dicari sebab langka sehingga harga tanaman lebih mahal,” ujarnya.

Meski sudah 4 tahun, bukan berarti Adelia selalu sukses merawat tanaman belang koleksinya. Beberapa kali ia gagal mempertahankan hidup si belang anggota keluarga Liliaceae itu. Ia mendapati daun gosong atau busuk. “Merawat lidah mertua variegata itu tidak mudah. Jika tidak telaten tanaman gampang mati,” katanya. Adelia menuturkan jika terlalu banyak menerima air, sansevieria variegata rentan busuk. Namun, jika terkena paparan sinar matahari terlalu terik membuat daun gampang gosong. Kisah lavranos

Adelia menjelaskan ada 3 tipe variegata yakni striata, halfmoon, dan aurea. Variegata striata jika dalam satu daun terdapat corak lapis hijau kuning berlapis-lapis dengan komposisi warna nyaris seimbang, sedangkan halfmoon bercorak hijau kuning saja. Sementara aurea dominan warna kuning dan paling sulit dirawat sebab klorofil tanaman sangat sedikit sehingga tanaman rentan mati. Sekilas sansevieria variegata aurea mirip tanaman albino.

Sansevieria albino sepi peminat sebab tanpa klorofil sehingga peluang hidupnya sangat rendah. Sosok tanaman pun kurang cantik karena tidak terdapat corak warna hijau sama sekali. Harga di pasaran pun lebih murah 10 kali lipat. Bagi pehobi sansevieria, mengoleksi variegata aurea merupakan sebuah tantangan. Ciri khas aurea yakni terdapat garis-garis hijau vertikal di daun yang tertutup warna kuning. Warna hijau itu terlihat semakin jelas saat tertimpa sinar matahari.

Baca juga:  Daun Waru Antibakteri

“Jumlah klorofil yang sangat sedikit membuat tanaman sangat lemah sehingga butuh perhatian ekstra,” kata Adelia. Ia harus merelakan Sansevieria lavranos 24977 belang bertipe aurea yang didatangkan dari Filipina mati akibat busuk pada 2013. Lidah mertua belang itu hanya sanggup bertahan hidup 2 bulan. Ajal itu datang setelah mengirimkan pertanda berupa daun kisut. Ketika pemilik Nurseri Villa Dels itu membongkar media tanam ternyata akar rusak dan bonggol berwarna cokelat.

Adelia segera menyelamatkan dengan cara memotong bagian yang busuk. Sayang, bagian yang busuk menembus lapisan bagian dalam daun. “Dengan kondisi seperti itu mustahil tanaman bisa sehat kembali,” ujarnya. Ia memperkirakan S. lavranos 24977 itu sakit lantaran stres. Maklum, ukuran tanaman masih kecil hanya berdaun tiga. Kala itu curah hujan sangat tinggi sehingga udara lembap. Kontrol media tanam yang kurang membuat tanaman perlahan membusuk.

Pada umumnya sansevieria menghendaki lingkungan dan media tanam kering. Adelia menyimpan koleksinya pada rumah tanam mirip gazebo beratap plastik ultraviolet dan diberi jaring peneduh 75%. Belajar dari pengalaman itu, ia sangat memperhatinkan kondisi lidah jin variegata aurea klangenannya yang lain agar tidak bernasib serupa.

S. ‘blue clone’ variegata bertipe aurea ini idaman para pehobi lantaran sehat dan memiliki corak warna cantik

S. ‘blue clone’ variegata bertipe aurea ini idaman para pehobi lantaran sehat dan memiliki corak warna cantik

Media

Adelia menuturkan lingkungan hidup dan media tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan sansevieria variegata. “Lidah jin belang sangat membutuhkan media tanam porous sehingga tidak lembap dan akar dapat tumbuh baik,” ujar pehobi sejak 2010 itu. Baginya, tanaman sehat bermula dari akar yang kuat. Ia menggunakan media tanam berupa campuran pasir malang, perlit, sekam, dan humus dengan perbandingan 2:1:1:1. Sebelum menanam, ia merendam akar ke dalam larutan vitaman berkonsentrasi 1 cc per liter air selama satu jam.

Baca juga:  Puasa Tujuh Hari

Penyiraman rutin setiap dua hari. Setiap pekan, ia menyiramkan pupuk cair dan insektisida masing-masing 1 cc per liter air. “Pada umumnya sansevieria tidak memiliki musuh yang berat,” kata Adelia. Pemberian insektisida hanya untuk mengantisipasi serangan hama kutu putih Nipaecoccus nipae. Selain itu, ia juga memberikan pupuk lambat urai setiap 9 bulan sebanyak satu sendok makan agar tanaman tumbuh maksimal.

Menurut Sapto Nugroho, pehobi sansevieria di Surabaya, sejatinya tidak ada perbedaan mencolok dalam merawat sansevieria variegata aurea. Pehobi hanya perlu menyediakan ruang hidup yang nyaman. “Letakkan sansevieria di bawah jaring peneduh sehingga sinar matahari yang diterima merata. Sirkulasi udara pun harus lancar,” ujarnya. Ia menuturkan sansevieria variegata aurea berdaun flat seperti S. arborescens lebih rentan gosong dibanding jenis berdaun bulat seperti S. ‘samurai dwarf’.

Soal media, setiap pehobi memiliki ramuan berbeda menyesuaikan tempat tinggal, tetapi kuncinya sama yakni porous. Mus Muryanto, pehobi lidah mertua di Surabaya, Jawa Timur, misalnya, menggunakan media campuran berupa pasir malang, biji randu, dan sekam mentah dengan perbandingan 3:2:1. Setiap dua pekan, ia rutin memberikan vitamin dan pupuk cair yang dilarutkan ke dalam 2 liter air. Ia meletakkan tanaman di tempat teduh agar terlindung dari paparan sinar matahari dan warna tanaman tidak pudar.

Dengan perawatan rutin dan kerap mengontrol kondisi tanaman setiap pekan, S. arborescens variegata aurea miliknya mendapat peringkat pertama pada kontes nasional di Surabaya pada Mei 2014 lalu. Sosoknya amat elok, meski sang aurea minim klorofil. Salah satu rahasia mempertahankan keelokannya adalah menjaga media tanam tetap porous. (Andari Titisari/Peliput: Bondan Setyawan)

538_ 53

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *