Sumber albumin beragam. Ikan gabus dan ikan toman memiliki kadar albumin tertinggi.

Kandungan albumin pada gabus mencapai 6,22%.

Kandungan albumin pada gabus mencapai 6,22%.

Enam tahun terakhir gabus pucung menjadi menu favorit Kinanti di Cilandak, Jakarta Selatan. Setiap menyambangi rumah makan, alumnus Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor itu menanyakan gabus pucung. Bahkan, ia rela menempuh perjalanan hingga 40 kilometer hanya untuk menikmati olahan Channa striata itu. Sayang, karena keberadaan gabus pucung yang jarang ia hanya menyantapnya sesekali.

“Sebulan bisa 2—3 kali,” ujar perempuan berusia 51 tahun itu. Kegemaran Kinanti terhadap ikan gabus bermula pada acara festival kuliner di Senayan, Jakarta. Di sana terdapat sebuah stan yang menjajakan gabus pucung dengan pengunjung yang membeludak. Melihat antrean pembeli yang mengular, ibu dua anak itu pun penasaran ingin mencoba makanan khas Betawi itu. “Ternyata rasanya enak. Daging gabus terasa gurih dan lembut,” katanya.

Albumin
Sejak mencicipi gabus pucung itulah menu gabus pucung menjadi favorit Kinanti. Kesukaan perempuan kelahiran 29 Oktober 1965 itu bisa jadi menghindarkannya dari penyakit akibat kekurangan albumin seperti kanker, gagal ginjal, atau stroke. Maklum, “Ikan gabus kaya albumin,” kata dokter di Surakarta, Jawa Tengah, dr Didit Aktono Hadi. Ikan gabus memiliki protein yang cukup tinggi 25,2% dengan kandungan albumin 62,24 gram per kilogram atau 6,22%.

Albumin Lima Sekawan (Sumber: Firlianty 2013)

Albumin Lima Sekawan (Sumber: Firlianty 2013)

Sebagai plasma protein albumin mengandung 16 asam amino. Beberapa di antaranya leusin, isoleusin, valin, glisin, alanin, dan serin. Albumin adalah plasma protein tubuh. Jumlahnya separuh dari total protein di tubuh sebesar 7,2—9 g/dl. Kadar albumin yang rendah menyebabkan tekanan osmotik darah menurun sehingga pengangkutan asam lemak, obat, hormon, dan enzim terganggu.

Baca juga:  Akademi Peternak Muda

Tidak hanya gabus, kadar albumin yang tinggi juga terdapat pada ikan keluarga Channidae lain, salah satunya toman. Kandungan albumin ikan toman mencapai 5,35%. Riset Firlianty ketika menempuh pendidikan doktor di Universitas Brawijaya membuktikan komposisi kimia lima spesies ikan anggota famili Channidae, yakni toman Channa micropelthes, kerandang Channa pleuropthalmus, mihau Channa maculata, dan kihung Channa lucius.

Pengolahan gabus menjadi albumin cair mudah dilakukan dengan pengukusan.

Pengolahan gabus menjadi albumin cair mudah dilakukan dengan pengukusan.

Firlianty menganalisis kandungan protein, lemak, air, abu, karbohidrat, albumin, dan seng dari ikan itu. Riset yang dipublikasikan International Journal of Science and Technology itu membuktikan seluruh ikan mengandung protein, lemak, albumin, dan seng. Dari kelima sampel, gabus memiliki protein paling tinggi yakni 20,83%, sedangkan kadar albumin 4,53% (lihat ilustrasi: Albumin Lima Sekawan).

Fungsi seng di antaranya menjaga daya tahan tubuh dan sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi. Mineral seng juga berkaitan erat dengan proses penyembuhan luka. Menurut dr Didit cara paling mudah memperoleh khasiat albumin dengan mengukusnya. Dari proses pengukusan akan menghasilkan minyak. Minyak itulah yang dikonsumsi sebagai obat. “Cairan minyak itu mengandung protein dan asam lemak,” tuturnya.

Sumber lain
Menurut Didit daging hasil kukusan pun tetap dapat dinikmati karena mengandung protein. Sifat albumin tidak tahan lama jika hanya disimpan di suhu ruang. Oleh sebab itu Didit menyarankan untuk menyimpannya di lemari pembeku. Dengan begitu albumin tahan hingga tiga bulan. Untuk tujuan pengobatan, pasien bisa mengonsumsi gabus 200—400 gram per hari. Jika kadar albumin pasien sangat rendah mencapai 1,5 g/dl, perbanyak konsumsi.

Bagi orang yang sehat pun tetap dapat mengambil khasiat albumin. Caranya cukup dengan mengonsumsi olahan daging gabus. Didit mengingatkan, mendapatkan khasiat albumin gabus dengan cara menggoreng bukan pilihan yang tepat. Sebab, proses penggorengan berlangsung pada suhu tinggi, hingga 100°C. Suhu terlalu tinggi dapat merusak protein yang terkandung dalam gabus.

Putih telur sumber albumin  yang mudah diperoleh.

Putih telur sumber albumin yang mudah diperoleh.

Bahan pangan tinggi albumin lainnya adalah putih telur. “Oleh sebab itu dokter di rumah sakit biasanya menyarankan pasien mengonsumsi putih telur menjelang operasi sampai kadar albuminnya di angka normal,” kata dr Didit. Pakar gizi dari Rumahsakit dr Sardjito, Yogyakarta, Joko Winarno SST, mengatakan, “Sumber albumin lain yang paling mudah ditemui adalah putih telur.”

Baca juga:  Dua Kali Lebih Manis

Joko menjelaskan daya penyerapan albumin gabus 85%, sedangkan albumin putih telur 100%. Meski penyerapan albumin gabus lebih rendah, tetapi jumlah albumin gabus lebih banyak dibanding dengan putih telur. Riset Eddy Suprayitno menunjukkan, kandungan albumin pada gabus tinggi, 62,24 g per kg. Bandingkan dengan telur yang hanya 9,34 g per kg. Kelebihan lain, proses perbaikan sel dengan albumin gabus lebih cepat dibanding dengan putih telur.

Selain putih telur dan gabus, albumin juga dapat diperoleh dari ikan air tawar yang lain. Namun, “Jumlahnya tidak sebanyak pada ikan gabus,” ujar Didit. Sumber albumin yang lain dapat diperoleh dari daging, susu, dan kacang-kacangan. Dengan memilih komoditas yang tepat, khasiat albumin didapat. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d