Induk real eka koleksi Sutopo, Klaten

Induk real eka koleksi Sutopo, Klaten

Kian dominan warna putih, kian berkelas anthurium.

Sebutlah nama real eka, tornado, dan white lion di hadapan para pencinta anthurium. Mereka pasti sepakat nama-nama yang disebut itu anthurium idaman. Bukan hanya indah, tapi mereka pun langganan juara kontes anthurium. Sebut saja real eka, koleksi Hariyanto di Karanganyar, Jawa Tengah. Sosoknya mencolok dengan dua helai daun yang memiliki warna kontras separuh hijau, separuh putih.

Daun-daun yang lain berwarna hijau berpadu kuning. Warna hijau dan kuning tidak terpisah tegas tapi membaur dengan warna kuning lebih dominan. Karakter lain serat, tulang, dan urat daun sangat menonjol. Susunan daun pun kompak. Pantas jika real eka kerap menjadi kampiun lomba. Hingga akhir 2014, anthurium itu telah 12 kali menyabet gelar juara satu kontes anthurium kelas variegata. Para pencinta laceleaf pun kepincut sehingga memburu “adik-adik” real eka. Tujuannya untuk mendapat tanaman variegata berkualitas tinggi. Karena berasal dari indukan sama, “adik-adik” real eka diperkirakan juga memiliki karakter seperti sang kampiun.

Eskobar variegata koleksi Eddy Pranoto, Semarang

Eskobar variegata koleksi Eddy Pranoto, Semarang

Langka
Menurut Sutopo, pemilik induk real eka, anthurium juara itu merupakan keturunan dari anthurium varian eka yang didapat pada 2010. Ketika itu adik Sutopo bernama Suharyanto mendapat bibit berdaun variegata 3 lembar. Bibit itu dipelihara hingga dewasa dan terbukti keistimewaan daunnya tidak luntur, bahkan variegatanya kian menarik. Topo—panggilan akrab Sutopo—lalu memperbanyak anthurium istimewa itu secara split alias potong bonggol. Salah satu bibit hasil pemisahan bonggol itu dibeli Hariyanto yang mendapatkannya saat bibit berdaun 4 lembar.

Saat ini diperkirakan tidak kurang dari 30—50 real eka telah beredar di tangan kolektor. Namun, hanya beberapa yang siap tampil di ajang adu kecantikan. Belasan atau puluhan lainnya masih berukuran kecil dengan 3—7 daun. Harap mahfum, harga anak real eka mahal, masih pada kisaran 6—7 digit per lembar daun. Oleh sebab itu pembeli “tidak kuat” membeli real eka siap kontes. Topo sendiri masih memiliki satu master real eka berdaun 30 lembar dengan kualitas tidak kalah dari koleksi Hariyanto.

White lion, koleksi Adi Santoso, Klaten

White lion, koleksi Adi Santoso, Klaten

Hingga kini anthurium variegata tetap menjadi incaran para pehobi. Sebab berburu si belang menjadi keasyikan tersendri. Itu lantaran variegata berkarakter asal biji masih sangat sulit diperoleh. Menurut Dwi Bintarto, pencinta anthurium di Ciganjur, Jakarta Selatan, peluang mendapatkan anthurium variegata istimewa persentasenya amat rendah, yakni 1 : 1.000. Artinya, dari 1.000 biji yang disemaikan, paling satu yang istimewa, sekalipun induknya anthurium varigata. Kalaupun dapat bibit variegata, belum tentu saat dewasa ia tetap istimewa.

Mangkuk tornado koleksi Bintang L. Yusfantare

Mangkuk tornado koleksi Bintang L. Yusfantare

Karakter anthurium istimewa harus kuat, meliputi: serat, tulang, bentuk atau ukuran daun. Dari sedikit yang langka itu, muncul nama kobra batik alias kobtik alias predator, white lion, only one, mangkuk tornado, dan eskobar. Nama terakhir dianggap sama dengan eka lantaran menggunakan induk yang sama yakni esmeralda x cobra. Anthurium-anthurium istimewa inilah yang silih berganti meraih gelar juara lomba di kelas variegata.

Baca juga:  Lebatkan Buah Manggis Katai

Pilih split
Karena kemunculan variegata baru asal biji masih langka maka hasil perbanyakan split dari anthurium variegata istimewa tetap jadi sasaran pencinta anthurium untuk mendapatkan tanaman koleksi. Namun, mereka harus sabar menunggu koleksinya siap bertarung di kontes lantaran bibit split membutuhkan waktu sekitar 1 tahun agar penampilannya prima. Itu pun tanaman baru memiliki 10—12 daun. Maklum, pembentukan satu lembar daun butuh waktu satu bulan.

Only one koleksi Adi Santoso, Klaten

Only one koleksi Adi Santoso, Klaten

Bila tak mau menunggu, maka ambil jalan cepat seperti yang dilakukan Bintang L Yusfantare. Kolektor jenmanii istimewa di Tangerang, Banten, itu hanya membeli sosok anthurium dengan kondisi daun sudah meroset. “Memang harganya sedikit mahal, tapi mengoleksi anthurium langka cukup prestisius,” ujar pehobi yang berprofesi jaksa itu. Beberapa koleksinya memang cukup menggiurkan, misal mangkuk tornado berdaun 13 lembar, tanduk padma, dan mangkuk jaguar.

Sutopo mengoleksi belasan anthurium variegata

Sutopo mengoleksi belasan anthurium variegata

Supaya peluang kolektor mendapat anthurium istimewa kian tinggi, kiat Sutopo patut diikuti. Menurutnya, bila ingin mendapat variegata bermotif baru, pilih bibit dari biji. Namun risikonya, bibit yang awalnya variegata, corak variegatanya bisa berubah setelah dewasa. Misal warna hijau masih dominan dan motifnya tidak istimewa.

Sementara bila ingin membeli bibit split, pastikan tunas baru yang muncul berada di bagian variegata dari bonggol. Bila tidak, kemungkinan kadar variegatanya rendah. “Kalau pun corak variegatanya hanya berupa garis, yang penting warnanya tegas,” kata Sutopo. Dari pengalamannya, warna putih berupa garis tajam, akan melebar saat dewasa dan menjadi anthurium variegata yang istimewa. (Syah Angkasa)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d