Pulau Kundur: Surga Durian Lezat Surga Durian Lezat 1
580-H072-1

Durian Uny, salah satu durian lokal asal Pulau Kundur, Kepulauan Riau. Daging buah tebal, warna jingga kemerahan, dan memiliki aroma lembut.

Pulau Kundur, Provinsi Kepulauan Riau, menyimpan puluhan jenis durian unggul kualitas super.

Aroma durian menyeruak saat menuruni anak tangga kapal feri di Pelabuhan Tanjungbatu, Pulau Kundur, Kepulauan Riau. Pulau yang hanya mempunyai tiga kecamatan itu memang sohor sebagai sentra durian enak. Ciri khas durian kundur bercita rasa manis, gurih, dan pahit yang khas. Sulit menemukan durian dengan paduan rasa yang benar-benar berimbang itu di daerah lain.

Yang menarik, Pulau Kundur memiliki beragam jenis durian jempolan. “Pencinta durian bisa memilih durian sesuai selera,” kata Ketua Yayasan Durian Indonesia, Adi Gunadi. Oleh karena itu, Yayasan Durian Indonesia mengadakan perjalanan menyusuri Pulau seluas 1.800 km2  itu demi membuktikan kelezatan durian di sana. Yayasan Durian Indonesia menggelar “Tour de Kundur” pada 9—11 Januari 2018.

Ragam jenis

580-H072-2

Empe memiliki ciri khas yaitu warna daging kuning cenderung ke jingga, daging buah tebal, tekstur tak berserat, kental, dan meleleh di lidah. Buah itu dipanen di pohon berusia 14 tahun.

Peserta tur para pencinta durian terdiri atas peneliti, akademisi, investor, dan fotografer berhasil menikmati durian di pulau itu. Masyarakat di Pulau Kundur menyebut durian lokal green skin atau che phue. Sebutan  green skin mengacu pada kulit buah durian yang  hijau. Daging durian che phue  tebal, berwarna kuning kemerahan, dan memiliki aroma kuat. Rasa manis kuat pada awal mencicipi kemudian beralih  rasa menjadi pahit pada  akhir cecap.

Teksturnya lembut tak berserat dan gurih seperti mentega,  menjadikan che phue salah satu durian lokal favorit. Begitu lembutnya che phue sehingga mengingatkan kita pada kue moci, tetapi che phue jauh lebih lembut.  Sudah begitu che phue berbiji kempis. “Jadi sangat berbeda dengan klon green skin di Malaysia,” ujar seorang petani durian di Kundur, Dodi Tan.  Para petani di sana mengembangkan durian jenis che phue sejak 2007. Mereka memanfaatkan bibit hasil perbanyakan vegetatif.

Baca juga:  Minyak Terbang Umbi Bawang

Jenis lain yang juga cukup menonjol ialah durian C01. Durian itu berkulit hijau kecokelatan. Kekhasan durian C01 berisi tunggal atau maksimal dua pongge setiap juring. Warna daging kuning, tekstur lembut tanpa serat, aroma sedang cenderung lembut. Cita rasa C01 manis yang sedang dengan paduan sedikit pahit dan gurih.

Durian Empe

Peserta tur yang  juga fotografer, Sigit Purwanto, mengatakan durian di Pulau Kundur sangat istimewa. Sigit yang banyak mencoba durian di tanah air meliputi Sumatera, Jawa, Ambon, hingga Papua menuturkan, durian Pulau Kundur berlemak yang menyebabkan buahnya menjadi sangat lembut dan memiliki rasa pahit yang khas, mengimbangi manisnya. “Perpaduan itu terasa pas di dalam mulut dan rasa itu yang saya tidak temukan dalam durian daerah lain,” papar Sigit.

580-H073-2

Yayasan Durian Indonesia menggelar tur bertajuk “Tour de Kundur” pada 9—11 Januari 2018.

Tak jauh berbeda dengan peserta lain, Sigit menaruh durian empe di peringkat atas. Ia memanen dua buah durian dari pohon berumur 14 tahun itu. Warna daging kuning cenderung jingga, tebal, beraroma sedang. Tekstur daging lembut seperti mentega, tak berserat, kental, dan meleleh di lidah. “Rasa manis pahit terlama yang pernah saya coba. Warna menarik dengan rasa yang lezat membuat empe sangat komplet dalam keunggulan,” ujar Sigit.

Tak hanya Sigit, Kepala UPT Pengembangan Konservasi Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Ir. Amin Retnoningsih, M.Si., berpendapat serupa saat mencicipi empe dan akhirnya menyerah karena makan terlalu banyak. “Semua durian yang dicoba tidak ada yang tidak enak, semuanya di atas standar. Saya lebih memilih green skin kundur dan C01 sebagai pilihan,” ujar Amin.

Baca juga:  Inovasi Agar Harga Terkendali

Beberapa peserta lain mengunggulkan durian uny. Pohon induk durian uny berumur 30 tahun, produktif, dan stabil dalam rasa dan warna. Keistimewaan lain berupa penampilan warna dan ketebalan daging buah. Warna daging buah jingga kemerahan, tebal, beraroma lembut. Tekstur daging buah lembut seperti mentega, tanpa serat.

Penikmat durian sejati hampir pasti memilih  durian joker. Durio zibethinus itu berukuran besar, bentuk oval, dan berduri pendek besar dengan kulit berwarna cokelat. Isi buah pada juring penuh, pongge bertumpuk. Juring kecil mempunyai pongge tunggal atau dua. Warna daging jingga dengan aroma kuat. Tekstur daging lembut, kental dan lengket bercita rasa manis sedang, diikuti rasa pahit yang kuat.

580-H073-3

Green skin kundur atau che phue, memiliki kulit hijau, daging tebal dengan biji kempis, dan warna kuning kemerahan.

Bersaing

Salah satu daerah tujuan pasar durian di Pulau Kundur adalah Pulau Batam dengan durian andalan tanjungbatu. Uniknya, durian lokal bersaing rasa dan warna dengan durian introduksi Malaysia maupun Thailand. Lebih dari 20 varietas lokal Kundur disajikan tanpa batas untuk dinikmati dalam waktu tiga hari ini. Semuanya memiliki kelebihan masing-masing dan sangat variatif.

Unggulnya rasa dan warna durian Kundur, membuat Prof. Amin tertarik untuk menguji asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, DNA) beberapa jenis durian. Ia pun mengambil beberapa sampel biji dan daun durian dan menjadi “oleh-oleh” berharga buat Prof. Amin. “Selain melengkapi bank DNA durian Indonesia, kita akan tahu siapa tetua atau turunan dari mana durian kundur itu. Dengan demikian kita dapat memetakan DNA durian di Indonesia,” ujarnya.

Prof. Amin sangat berharap munculnya klon atau varian durian kundur mampu menjadi durian unggul nasional dan menambah koleksi jenis-jenis durian unggul Indonesia.

580-H073-1

Hampir sama dengan che phue, durian C01 merupakan jenis durian dengan kulit hijau kecokelatan dengan balutan daging tebal menutupi bijinya yang kecil.

Ketua Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor di Banten yang juga pendiri Yayasan Durian Indonesia, Asep Mulya Hidayat, perlu membangun Durian Research Center. “Banten tempat yang cocok untuk pusat penelitian durian. Selain agroklimatnya mendukung, Provinsi Banten masi mempunyai lahan luas. Yayasan Durian Indonesia akan bekerja sama dengan Taman Hutan Raya Provinsi Banten untuk memanfaatkan lahan di zona pemanfaatan Tahura Banten seluas 50—100 hektare sebagai percontohan dan penelitian durian. (Iwan Subakti, Yayasan Durian Indonesia)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments