Permintaan bibit jambu deli hijau cukup tinggi bisa diatasi dengan perbanyakan lewat setek

Permintaan bibit jambu deli hijau cukup tinggi bisa diatasi dengan perbanyakan lewat setek

Setek pucuk jambu madu berhasil tumbuh 100%.

Pekebun kini lazim memperbanyak jambu air dengan setek. Itu untuk mengantisipasi permintaan bibit yang tinggi. Sayang tingkat kegagalannya masih tinggi. Pekebun jambu madu deli hijau di Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Shadikin mengatakan tingkat keberhasilan setek baru mencapai 60-70%. Dalam sekali perbanyakan 2.000, Shadikin menghasilkan 1.400 bibit. Kegagalan setek di antaranya karena suhu terlalu panas dan pemakaian media tanam kurang steril.

Banyak pehobi atau pekebun menggunakan tanah lapisan atas sebagai bahan campuran media. Menurut praktikus pertanian di Jakarta Selatan, Ir Yos Sutiyoso, “Di dalam tanah banyak terdapat patogen yang bisa menggagalkan peluang hidup setek,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Ia menyarankan menggunakan serbuk sabut kelapa atau cocopeat sebagai media tanam.

Sukses 100%

Bahan setek terbaik ialah pucuk yang batangnya berwarna peralihan cokelat kehijauan. Namun, untuk perbanyakan massal, Shadikin menggunakan semua bagian, terutama cabang dan ranting berukuran sebesar pensil. Bila lebih besar daripada itu, bibit lebih lambat tumbuh.

Tanaman asal cangkok lebih cepat berbuah

Tanaman asal cangkok lebih cepat berbuah

Selanjutnya ia memotong bahan setek sepanjang 15-20 cm terdiri atas sepasang daun dan memotong sebagian atau sepertiga bagian daun untuk mengurangi penguapan. Rendam bahan itu dalam larutan zat perangsang tumbuh (ZPT) dengan konsentrasi 2 cc per liter air. Lama perendaman 20-30 menit.

Wadah untuk penanaman setek antara lain plastik bening berdiameter 8 cm. Isi wadah dengan media serbuk sabut kelapa setinggi 7-10 cm. Setelah itu tancapkan setek ke media tanam. Mulut plastik lalu ditiup untuk memberi udara ke dalamnya. Segera ikat rapat agar udara tidak keluar. Kemudian tata di tempat teduh. Agar tidak tumbang topang bibit dengan sebilah bambu.

Baca juga:  Gandakan Untung Lengkeng Merah

Kolaborasi kelembapan tinggi dan suhu tinggi di dalam plastik merangsang akar dan tunas cepat terbentuk. Pembentukan tunas dan akar berkisar 1 bulan setelah setek ditancapkan di media tanam. Kantong plastik lalu dibuka supaya bibit beradaptasi dengan lingkungan. Bibit siap ditanam di pot atau di lahan 2-3 bulan kemudian. (Baca “Perbanyakan Skala Hobi”).

Perbanyak massal

Untuk perbanyakan massal, idealnya menggunakan gelas bekas minuman kemasan karena lebih murah dan mudah diperoleh. Wadah itu kemudian dilubangi di ke dua sisi bagian bawah. Selanjutnya isi gelas dengan media serbuk sabut kelapa hingga hampir penuh. Siram media hingga air tidak keluar lagi dari lubang. Tancapkan bibit yang telah direndam dalam larutan ZPT. Sebelumnya siapkan sungkup plastik polivinil klorida sebagai tempat pembibitan.

Sungkup berbentuk mirip terowongan dengan kerangka dari bambu melengkung di tanah. Ketinggian sungkup berkisar 60-100 cm, tergantung jumlah bibit. Untuk menghindarkan bibit dari serangan penyakit tular tanah, tutup permukaan tanah dengan plastik. Setelah itu masukkan dan susun bibit yang telah disiapkan. Siram semua bibit hingga media tanam jenuh. Kemudian tutup rapat plastik ke tanah dengan menindihnya dengan belahan bambu.

Perbanyakan tanaman lewat cangkok tidak bisa massal

Perbanyakan tanaman lewat cangkok tidak bisa massal

Tujuannya agar, kelembapan dan suhu di dalam tetap tinggi. Bila media terlihat kering segera disiram. Setelah 4-8 pekan, tanaman mulai berakar. Kedua sisi plastik bisa diangkat setengah sehingga bibit menerima sinar matahari langsung pada pagi dan sore. Dua bulan kemudian, bibit siap ditanam atau dikeluarkan dari sungkup plastik. (Baca “Perbanyakan Massal”).

Perbanyakan tanaman lewat setek memang cepat. Namun, Ericson di Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, memilih memperbanyak bibit deli hijau lewat cangkok. Alasannya, tanaman asal cangkok berbuah lebih cepat. Dalam 6-7 bulan setelah tanam di pot, tanaman berbuah. Selain itu, percabangan pun lebih baik karena muncul mulai dari bawah.

Baca juga:  Gayam Now

Di balik kelebihan cangkok, juga ada kelemahan. Cara itu tidak dapat dilakukan secara massal di satu pohon karena mengubah bentuk tajuk. Jumlah bibit yang diperoleh lebih sedikit. Oleh karena itu pekebun dan penyedia bibit cenderung menggunakan cara setek, sedangkan pehobi cenderung memperbanyak lewat cangkok. (Syah Angkasa)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d