PT CMK memproduksi pakan berkualitas tinggi sejak 1985.

PT CMK memproduksi pakan berkualitas tinggi sejak 1985.

Hasilkan pakan satwa klangenan dan ternak berkualitas tinggi dari bahan baku terbaik.

Siklus panen lele di kolam milik Toto Warnoto berbeda dari peternak lain. Toto mesti memanen lagi ikan bermisai itu 12 hari setelah panen perdana di kolam yang sama. Lazimnya peternak lain menuai Clarias sp. kali kedua selang 15—20 hari sejak tangkapan pertama. Ia harus melakukan itu karena, “Pertumbuhan ikan saya lebih cepat,” kata peternak di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, itu.

Toto bakal mendapati bobot lele miliknya lebih besar jika mesti panen kedua setelah 15—20 hari. Saat itu lele milik Toto berbobot sekitar 200 g atau 1 kilogram berisi 4—5 ekor. Padahal, konsumen menghendaki 1 kilogram terdiri atas 6—10 lele. Tentu saja harga ikan kepunyaan Toto pun lebih rendah karena kelebihan bobot. Panen putaran kedua 12 hari kemudian waktu yang pas bagi Toto.

Pangsa pasar pakan lele besar.

Pangsa pasar pakan lele besar.

Mutu pakan
Saat itu bobot lele sesuai dengan permintaan pasar. Lalu apa yang Toto lakukan sehingga pertumbuhan lele lebih cepat? “Pemberian pakan harus tepat,” kata Toto. Salah pemberian pakan menyebabkan waktu panen mundur. Oleh karena itu ia memberikan pakan sesuai aturan budidaya yang benar. Patokannya pemberian pakan 5—6% dari total bobot ikan di kolam. Misal terdapat 1 ton ikan, maka Toto harus memberikan 50—60 kg pakan.

Frekuensi pemberian pakan tergantung peternak. Toto lazim memberikan pakan 2 kali sehari. Kesalahan memilih pakan juga menentukan kualitas lele. Itulah sebabnya Toto hanya menggunakan pakan lele berkualitas prima produksi PT Citra Mandiri Kencana (CMK). “Pakan lele dari CMK paling unggul dibandingkan produk lain,” kata pria yang beternak lele sejak berumur 12 tahun itu. Toto tidak asal bicara.

Ia mengandalkan pakan lele dari CMK sejak 2010. Selain mempercepat pertumbuhan lele, pakan dari CMK juga disenangi ikan. Toto mengatakan selera makan lele miliknya tinggi. Kelebihan lain daya cerna pakan di atas 95%. Artinya jika 1 karung pakan berbobot 30 kg, maka 28,5 kg termakan ikan. Tentunya itu juga didukung dengan air yang bagus dan benih berkualitas.

Handy Sujatmiko (kanan) dan Harry Sujatmiko berharap PT CMK bisa lebih berkembang pada masa mendatang.

Handy Sujatmiko (kanan) dan Harry Sujatmiko berharap PT CMK bisa lebih berkembang pada masa mendatang.

Menurut Toto pakan salah satu faktor penentu sukses budidaya lele. Oleh karena itu ia rela menghabiskan biaya banyak untuk pakan. Harap mafhum 70—80% biaya produksi lele untuk pakan. Apalagi harga pakan pabrikan mahal dan cenderung meningkat saban tahun. Meski begitu ia masih mendapat laba relatif tinggi. Toto menghitung biaya produksi lele saat ini Rp13.000 per kg.

Baca juga:  Lasmi: Ratu Jamu Gendong

Pada Januari 2016 harga lele relatif bagus yakni Rp19.500 per kg. Jadi ia memperoleh laba Rp6.500 per kg. Dengan kapasitas produksi rata-rata 8 ton per hari, maka Toto mendulang laba Rp52-juta. Direktur Pemasaran PT CMK, Handy Sujatmiko, mengatakan tujuan menjual pakan agar peternak mendapat untung. Konsepnya kerja sama saling menguntungkan, tidak sekadar menjual produk.

Berkualitas
Memproduksi pakan berkualitas unggul memang misi CMK. Oleh karena itu, “Pakan terbuat dari bahan baku berkualitas prima,” kata Handy. Manajer Pembelian PT CMK, Harry Sujatmiko, menuturkan pemilihan bahan baku sangat ketat. Bahan baku yang tidak memenuhi syarat sekecil apa pun tidak akan digunakan. Lebih lanjut Harry mengatakan 70% bahan baku berasal dari dalam negeri, 30% lainnya mesti impor dari Amerika Serikat, Argentina, dan Brasil.

Toto Warnoto menggunakan pakan lele produk PT CMK sejak 2010.

Toto Warnoto menggunakan pakan lele produk PT CMK sejak 2010.

Bahan yang diimpor biasanya berupa tepung ikan. Untuk bekatul pabrik mengandalkan pasokan dari Indramayu, Jawa Barat, dan daerah lain. Selain pakan bermutu bagus, mesin produksi pun menggunakan teknologi mutakhir. Pengaturan dosis pakan terkomputerisasi. Setelah dosis ditentukan, mesin menggiling bahan baku. Selanjutnya pakan masuk ke mesin ekstruder dan keluar dengan berbagai ukuran.

Petugas lalu mengemas barang. Sebelum beredar, bagian penjamin mutu memastikan spesifikasi produk sudah benar. Agar dapat bersaing dengan produk lain, CMK terus melakukan riset dan mengadopsi inovasi. Handy mengatakan peternak menghendaki pakan yang menguntungkan dan bermutu stabil. Artinya saat kemarau atau hujan kualitas pakan tetap sama.

Sekali pakan bermasalah peternak bisa mencari pakan dari produsen lain. Oleh karena itu CMK memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Misal pakan tidak sesuai harapan, peternak bisa langsung menghubungi CMK. Keesokan hari petugas datang dan memeriksa kolam. Agar peternak tertarik membeli pakan, Handy pun menawarkan bonus. Peternak mengetahui betul hitungan bonus yang bakal diterima.

Tepung ikan berkualitas tinggi sebagai bahan baku pakan lele.

Tepung ikan berkualitas tinggi sebagai bahan baku pakan lele.

CMK yang kali pertama mengenalkan sistem bonus itu dan kini produsen lain mengikuti. Itu dilakukan karena ketatnya persaingan. Produk bermutu bagus dan pelayanan maksimal tentu saja membikin konsumen baru terpikat. Contohnya Ridwan Rosadi yang baru menggunakan produk CMK sejak Februari 2015. “Saya dapat kabar dari teman produk CMK bagus, makanya saya coba.

Baca juga:  Umur 2 Tahun Bobot 1,6 Ton

Pantang mundur
Ternyata hasilnya memang bagus,” kata peternak lele di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu. Menurut Ridwan kualitas pakan dari CMK tetap stabil di segala kondisi cuaca. Selain itu daya cerna pakan juga tergolong tinggi. Sebanyak 27—30 kg pelet menjadi daging dari satu karung pakan berbobot 30 kg. Bahkan beberapa kali Ridwan mendapati kecernaan pakan mencapai 32 kg.

 PT CMK terus berinovasi menghasilkan pakan berkualitas.

PT CMK terus berinovasi menghasilkan pakan berkualitas.

Tentunya hasil memuaskan itu didukung dengan kualitas air yang bagus plus benih berkualitas. Sejatinya CMK memproduksi pakan lele sejak 2014. Sebelumnya pada 2012 Handy dan tim melakukan serangkaian riset pakan lele. Perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, itu tertarik memproduksi pakan lele karena pangsa pasar besar.

Pakan lele tidak melulu untuk hewan anggota famili Clariidae itu. Peternak nila pun menggunakan pakan lele demi hasil maksimal. Peternak beranggapan pakan lele pasti berkualitas prima. Musababnya lele ikan paling rewel dan perlu protein tinggi. Handy dan tim harus bekerja ekstra keras dan cerdas untuk memasarkan pakan lele. Harap mafhum CMK termasuk pemain baru di bidang pakan lele.

Handy mulai memasarkan pakan lele perdana ke Indramayu, Jawa Barat. Alasannya di sana sudah ada konsumen CMK yang pelihara bandeng. Kebetulan peternak itu pun membudidayakan lele. Harapannya penetrasi pasar bisa lebih mulus. Handy dan rekan pun menawarkan produk mereka ke peternak lain. Hasilnya nol besar. Belum ada peternak yang berminat mengggunakan pakan dari CMK.

PT CMK memproduksi sekitar 67 varian pakan untuk aneka satwa seperti burung berkicau, maskoki, koi, dan ikan konsumsi.

PT CMK memproduksi sekitar 67 varian pakan untuk aneka satwa seperti burung berkicau, maskoki, koi, dan ikan konsumsi.

“Kami harus gigih menawarkan. Jika ditolak, beberapa waktu kemudian datang lagi,” kata pria kelahiran Jakarta itu. Selama setahun Handy hanya mendapat beberapa konsumen. Supaya peternak tertarik, Handy menjamin peternak tidak bakal rugi jika menggunakan pakan CMK. Jika rugi pun Handy siap mengganti. Buah kerja keras itu membuahkan hasil.

Kolan riset untuk menguji coba pakan sebelum dilepas ke pasar.

Kolan riset untuk menguji coba pakan sebelum dilepas ke pasar.

Tersebar
Kini pakan lele bikinan CMK tidak hanya tersebar di Indramayu. Konsumen juga berasal dari Medan, Provinsi Sumatera Utara, Palembang (Sumatera Selatan), Karawang (Jawa Barat), Kulonprogo (Yogyakarta), Cilacap (Jawa Tengah), dan Tulungagung (Jawa Timur). Bahkan di pengujung 2014 permintaan pakan lele melonjak hingga 100%. Truk-truk pun antre di pabrik untuk mengangkut pakan. “Mesin selesai produksi, pakan langsung masuk ke truk,” kata Harry.

Baca juga:  Kelezatan Kopi di Atas Kulit

Lonjakan permintaan itu tanda pasar menerima produk CMK. Kini Handy dan Harry terus berupaya mendapatkan kepercayaan konsumen. CMK berdiri pada 1985 sebagai importir dan distributor tunggal pakan hewan kesayangan dari Taiwan. Saat itu mereka memasarkan pakan burung dan ikan hias bermutu. Pemilik klangenan pasti mengenal produk Fancy, Beauty, dan Medali.

Sejak berdiri hingga kini CMK telah memproduksi sekitar 67 varian produk untuk aneka satwa seperti burung berkicau, maskoki, koi, dan ikan konsumsi. Tidak hanya pakan lele yang terbuat dari bahan baku bermutu tinggi, semua pakan produksi CMK berkualitas unggul. Pakan burung berkicau misalnya, mengandung ulat hongkong kering di dalamnya. Dengan begitu pehobi tidak perlu lagi memberikan ulat hongkong lagi.

Pakan lele buatan PT CMK tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Pakan lele buatan PT CMK tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Ulat hongkong berasal dari hasil budidaya sendiri. Tujuannya agar kualitas ulat hongkong terjaga dan pasokannya terjamin. Selain itu CMK juga membekali pakan burung dengan vitamin dalam kemasan untuk menjaga stamina burung. Handy dan Harry berharap CMK bisa lebih berkembang dari sekarang. Mereka juga ingin membangun brand image CMK sehingga bisa dipercaya konsumen. “Kami ingin agar konsumen yakin jika menggunakan CMK pasti bagus,” kata Handy. (Riefza Vebriansyah)

 

Memproduksi ulat hongkong sendiri agar kualitas terjaga.

Memproduksi ulat hongkong sendiri agar kualitas terjaga.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d