Buah tin eksklusif sebab bernilai jual tinggi.

Buah tin eksklusif sebab bernilai jual tinggi.

Buah lezat, tumbuh cepat, dan adaptif menciptakan peluang bisnis.

Tin bak magnet yang siap menarik minat ratusan pehobi dan calon petani. Tumbuh cepat, perawatan gampang, dan buah lezat menjadi daya tarik bagi mereka. Selain itu pilihan jenis banyak. Harga jual buah dan bibit yang tinggi membuat tin semakin digandrungi. Seketika pamor tin pun melonjak signifikan, bahkan masuk dalam daftar komoditas laris di pasar daring atau online dunia sepanjang 2015.

Di Indonesia tanaman anggota famili Moraceae itu menjadi primadona sejak 2 tahun terakhir. Salah satu pemicunya adalah banyak calon pekebun yang tertarik berkebun tin. Akibatnya permintaan bibit di sejumlah penangkar pun meningkat pesat. Bagaimana prospek tin? Apakah pasar mampu menyerap produksi buah tin? Berikut opini para pemain tin di berbagai daerah.

Fauzi Effendi mengumpulkan sekitar 160 jenis dari berbagai negara seperti Perancis, Spanyol, dan Italia.

Fauzi Effendi mengumpulkan sekitar 160 jenis dari berbagai negara seperti Perancis, Spanyol, dan Italia.

Fauzi Effendi
Kolektor tin di Mampang, Jakarta Selatan
Sebenarnya tin sudah mulai marak di tanahair sejak 2012. Namun, saat itu pehobi maupun penangkar tin masih terbatas. Kini kian banyak pehobi yang berhasil merawat dan membuahkan buah surga itu. Perawatan yang diberikan pun standar sehingga cocok dikebunkan skala hobi maupun kebun komersial. Semula alumnus University of New South Wales itu mengumpulkan beragam jenis tin sekadar melengkapi koleksi.

Fauzi mendatangkan 160 jenis dari berbagai negara seperti Perancis, Spanyol, dan Italia. Semua koleksinya memenuhi halaman rumah seluas 400 m2. Itulah sebabnya Fauzi enggan memperbanyak tanaman kerabat beringin itu. Namun, permintaan yang cukup deras ternyata membuat Fauzi menyerah. Pehobi tin sejak 2006 itu bahkan kerap menolak permintaan yang datang sebab produksi bibit terbatas.

Baca juga:  Tin Unggulan Tropis

Fauzi hanya mampu menyediakan 60—80 bibit hasil perbanyakan cangkok setiap pekan. Harga setiap bibit berbeda tergantung jenis. Ia membanderol Rp150.000—Rp400.000 untuk jenis kelas menengah seperti red turkey dan taiwan golden. Semakin langka jenis maka harganya pun makin mahal. Tin memang menjanjikan pendapatan yang besar baik dari segi bibit maupun produksi buah.

Ismanto (bertopi) mengumpulkan jenis tin berbuah besar dan manis.

Ismanto (bertopi) mengumpulkan jenis tin berbuah besar dan manis.

Ismanto
Penangkar bibit tin di Semarang, Jawa Tengah
Tren berkebun tin akan bertahan cukup lama sebab memiliki banyak manfaat. “Bukan hanya buah yang bernilai ekonomi, daunnya pun bernilai jual,” ujarnya. Itu sebabnya Ismanto getol mengumpulkan jenis-jenis tin baru yang unggul yakni berbuah besar, manis, dan berwarna bagus. Ismanto berusaha menyediakan segala jenis tin dari yang berharga murah hingga kelas kolektor.

Handa Sugiharto, pekebun tin di Kota Batu, Jawa Timur, mengebunkan tin lantaran relatif mudah dirawat.

Handa Sugiharto, pekebun tin di Kota Batu, Jawa Timur, mengebunkan tin lantaran relatif mudah dirawat.

Handa Sugiharto
Pekebun di Kota Batu, Jawa Timur
Tin mendatangkan keuntungan bagi pekebun sebab buahnya eksklusif. Buktinya di tingkat petani sebuah tin laku Rp10.000—Rp15.000. Mengebunkan tin relatif mudah. Pekebun dapat memilih jenis tin yang adaptif di tanahair seperti blue giant, flanders, brown turkey, dan green jordan untuk memperoleh produksi buah yang optimal. Para penangkar belum sepenuhnya fokus untuk memproduksi buah. Perhatiannya masih tersita untuk memenuhi permintaan bibit.

Eko Tri Sulistyo sudah mengumpulkan 100 jenis tin sejak Desember 2015.

Eko Tri Sulistyo sudah mengumpulkan 100 jenis tin sejak Desember 2015.

Eko Tri Sulistyo,
Penangkar buah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
Eko mengumpulkan 100 jenis tin antara lain campaign, black jack, back lebanon, dan celeste sejak Desember 2015. Untuk meneliti potensi buah setiap jenis tin, Eko membangun greenhouse mini berukuran 4 m x 6 m. Eko sedang mempersiapkan lahan lebih dari 1 hektare untuk mengebunkan tin.

Baca juga:  Tiba Generasi Ketiga

Tanaman tin merupakan komoditas menjanjikan. Alasannya tanaman itu berbuah tanpa kenal musim, berbuah susul-menyusul. Buah tin juga bercitarasa lezat. Masyarakat di perkotaan dapat menanam tin meskipun di dalam pot atau drum sebagai tabulampot (tanaman buah dalam pot). Boleh jadi tren tin akan menurun. Namun, kondisi itu tidak akan parah sebab buahnya bernilai jual tinggi.

Yusron Hadi Nugroho masih setia pada lengkeng.

Yusron Hadi Nugroho masih setia pada lengkeng.

Yusron Hadi Nugroho
Pekebun di Kabupaten Batang, Jawa Tengah
Lengkeng menjadi rebutan pekebun pada 2013. Selanjutnya, jambu madu deli hijau menjadi bintang sepanjang 2014. “Tanaman buah cepat sekali berganti tren,” ujar Yusron. Saat ini tin yang sedang naik daun. Calon petani harus berhati-hati sebelum menentukan pilihan komoditas pada tin. (Andari Titisari/Peliput: Riefza Vebriansyah dan Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d