Propolis Pro Imun 1
Propolis tingkatkan sistem imun tubuh ODHA

Propolis tingkatkan sistem imun tubuh ODHA

Propolis perkuat benteng pertahanan tubuh penderita HIV.

Satu purnama belum lewat, kemalangan Rindu—bukan nama sebenarnya—bertambah. Ia baru ditinggal pergi sang suami untuk selamanya. Tiba-tiba Rindu ambruk dan terpaksa istirahat di rumahsakit di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada September 2013. Dari sanalah penderitaan Rindu dimulai. Hasil pemeriksaan sistem kekebalan tubuh atau CD4+ anjlok, hanya 38 sel/ml.

Dokter mendiagnosis wanita 35 tahun itu tertular virus Human Immunodeficiency Virus- Acquired Immuno Deficiency Syndrome HIV-AIDS dari sang suami sebelum wafat. CD4+ adalah jenis sel darah putih atau limfosit yang menjadi bagian penting sistem kekebalan tubuh. Angka CD4+ menjadi indikasi seseorang positif mengidap HIV. “Seseorang dinyatakan terserang HIV bila angka CD4+ di bawah 200. Semakin rendah angka CD4+, semakin rendah sistem kekebalan tubuhnya,” ujar Drs James S Hutagalung, MKes dari Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga itu.

Drs James S Hutagalung meneliti kemampuan propolis menjaga kekebalan tubuh

Drs James S Hutagalung meneliti kemampuan propolis menjaga kekebalan tubuh

Propolis
Sebagai pengidap HIV-AIDS (ODHA), tubuh Rindu pun semakin melemah hingga akhirnya ambruk dan koma selama sepekan. Semua anggota keluarga takut bukan kepalang. Mereka tidak ingin kehilangan lagi salah satu anggota keluarga. Sang kakak terus berikhtiar mencari penyembuhan.

Melalui dunia maya, sang kakak mengetahui ketangguhan propolis menjaga sistem imun tubuh. Virus HIV menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang membuat ODHA mudah digempur beragam penyakit. Propolis adalah suatu zat resin yang berfungsi sebagai semen dalam pembangunan sarang lebah yang berasal dari tunas pucuk daun-daun muda pohon tertentu yang digunakan lebah untuk membentengi sarangnya dari serangan virus, bakteri, dan cendawan.

Kandungan nutrisi propolis sangat lengkap. Prof dr Mustofa MKes Apt, kepala bagian Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, membuktikan propolis memiliki banyak khasiat karena mengandung lebih dari 180 fitokimia. Beberapa di antaranya adalah flavonoid dan berbagai turunan asam orbanat, fitosterol, dan terpenoids. Zat-zat itu terbukti bersifat antiinflamatori, antimikrobial, antihistamin, antimutagenik, dan antialergi.

Propolis banyak menempel pada dinding atau pintu masuk rumah lebah

Propolis banyak menempel pada dinding atau pintu masuk rumah lebah

Flavonoid bersifat antioksidan yang dapat mencegah infeksi serta turut menumbuhkan jaringan. (baca Trubus Edisi Januari 2010: Propolis Atasi 30 Penyakit. Terbukti Secara Ilmiah). Melalui telepon sang kakak akhirnya berhasil menghubungi Drs James S Hutagalung, MKes, yang juga peneliti propolis di Universitas Airlangga, Surabaya. “Kondisi Rindu saat itu sudah kritis dan koma,” ujar ketua penyelenggara International Conference on The Medicinal Use of Honeybee Products ke-4 pada 2015 di Universitas Airlangga itu.

Baca juga:  Cincau dan Kekebalan Tubuh

Meningkat
Sejak saat itu, selain pengobatan di rumahsakit, Rindu mengonsumsi propolis kiriman James dari Surabaya. Koordinator Penelitian Bahan Alam Berbasis Perlebahan, Universitas Airlangga itu mengirimkan tablet propolis 500 mg buatannya. Tablet itu mengandung 100% propolis dari lebah Apis mellifera. “Satu kg propolis mentah menjadi 400 tablet siap konsumsi,” ujarnya.

Rindu menelan 3 tablet propolis sehari, pada pagi, siang, dan malam. “Hasil pemeriksaan awal sebelum pemberian tablet propolis, kadar CD4+ Rindu hanya 38,” ujar James. Tiga purnama konsumsi propolis, ia memeriksa kembali angka CD4+. Hasilnya di luar dugaan. Angka CD4+ Rindu meningkat drastis menjadi 138 sel/ml.

Indri A "Propolis multi manfaat untuk beragam penyakit"

Indri A “Propolis multi manfaat untuk beragam penyakit”

Duduk perkara propolis mampu tingkatkan CD4+ menurut James karena produk lebah itu berhasil menghambat terjadinya kegagalan sistem kekebalan tubuh untuk menghadapi virus. “Kegagalam sistem kekebalan tubuh itu akibat virus HIV yang menyerang, dimana propolis berperan untuk mempertahankan homeostasis atau keseimbangan IFN—?—dalam tubuh” ujar pria kelahiran Cianjur, 17 November 1957 itu.

Ketangguhan propolis melawan HIV-AIDS telah diteliti para ilmuwan luar negeri. Genya Gekker dari Minneapolis Medical Research Foundation, Minneapolis, Amerika Serikat dan rekan membuktikannya pada Agustus 2004. Genya meriset propolis secara in vitro di laboratorium University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat.

Hasilnya, propolis dosis 66,6 µg/ml ekstrak dalam kultur sel CD4+ dan sel mikroglial dalam sistem kekebalan yang memiliki reseptor CD4+, mampu menghambat ekspresi virus HIV maksimal 85—98%. Lazimnya pada penderita HIV, virus mematikan itu menginfeksi sel bereseptor CD4+ dan merusaknya, tapi propolis menghambatnya. Tim peneliti menduga zat antiviral yang terkandung dalam propolis menghambat masuknya virus ke dalam CD4+ limfosit.

Alat-alat pemroduksi madu dan lebah

Alat-alat pemroduksi madu dan lebah

Indri A, bagian riset dan pengembangan produk PT Qolbi Herba Sejahtera, pemasok bahan baku propolis asal Brasil untuk PT Rhizoma di Jakarta menuturkan, propolis multimanfaat untuk beragam penyakit, HIV salah satunya. “Pada riset Genya Gekker, propolis berfungsi menghambat infeksi dengan menghalangi virus HIV masuk ke sel,” ujarnya. Oleh karena itu, penderita HIV yang mengonsumsi propolis tak mudah terinfeksi beragam virus atau bakteri.

Baca juga:  Perisai Raja Rempah

James Hutagalung mengungkapkan semakin tinggi kekebalan tubuh ODHA, maka ia tak mudah terserang berbagai penyakit. Itu terbukti pada Rindu. Enam bulan konsumsi propolis, badan Rindu bugar kembali. “Ia sudah bisa beraktivitas seperti biasa, bahkan sudah aktif bekerja lagi mencari nafkah untuk keluarganya,” ujar James, menutup kisah Rindu yang berutang budi pada lebah. (Bondan Setyawan/Peliput: Muhammad Awaluddin)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments