Produksi Telur Meningkat 20% 1
Dengan biosekuritas, ayam petelur lebih terlindung dari serangan hama dan penyakit.

Dengan biosekuritas, ayam petelur lebih terlindung dari serangan hama dan penyakit.

Teknik biosekuritas menurunkan kematian dan meningkatkan produksi ayam petelur.

Harapan Yadi Utomo memanen telur pupus sudah. Pasalnya 1.500 ayam berumur 3—5 bulan yang siap produksi mati akibat flu burung. Hanya dalam dua pekan seluruh ternaknnya itu meregang nyawa. Peternak di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Yogyakarta, itu belum menerapkan teknik biosekuritas. Lihat saja rekannya, Akhir Rohman yang luput dari tragedi itu. Menurut Rohman teknik biosekuritas menekan tingkat kematian ayam akibat serangan penyakit.

Peternak yang menerapkan biosekuritas juga menghemat biaya untuk membeli obat-obatan. Dalam beternak ayam petelur, biaya obat-obatan kerap menguras kantong para peternak, yakni bisa mencapai 30—50% dari total biaya produksi. “Dengan menerapkan biosekuritas biaya obat-obatan turun hingga 60%,” kata pria asal Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo itu.

Akhir Rohman, peternak ayam petelur sejak 1990-an menerapkan biosekuritas pada 3 tahun terakhir.

Akhir Rohman, peternak ayam petelur sejak 1990-an menerapkan biosekuritas pada 3 tahun terakhir.

Produksi meningkat
Menurut Rohman biosekuritas adalah serangkaian teknik untuk menjaga ternak dari serangan virus penyebab penyakit. Salah satu komponen penting dalam biosekuritas adalah menjaga kondisi kandang. “Kandang harus terisolasi. Sebaiknya gunakan dinding beton agar virus tidak mudah masuk ke dalam kandang,” kata ketua Kelompok Peternak Ayam Ngudi Lestari.

Para peternak juga harus mengawasi secara ketat kondisi kesehatan ayam. “Jika menemukan ayam terserang penyakit, segera karantina di kandang terpisah,” ujar pria yang juga menggeluti usaha mebel itu. Menurut peternak ayam petelur sejak 1990-an itu, pembersihan tempat pakan ayam juga harus rutin dilakukan minimal sekali sepekan.

“Pembersihan tempat minum harus lebih rutin. Setiap hari airnya harus diganti,” papar Rohman. Ia juga rutin menyemprotkan larutan desinfektan di areal sekitar kandang 2 kali sehari. Rohman juga rutin memberikan vaksin flu burung dan tetelo atau newcastle disease (ND). Ia 5 kali memberikan vaksin flu burung. Tiga kali pemberian saat ayam berumur 2—4 bulan dan 2 kali setelah ayam mulai berproduksi, yakni pada umur lebih dari 4 bulan.

Baca juga:  Aral Apel di Pot

Interval pemberian sebulan sekali. Sementara vaksin tetelo diberikan 2 bulan sekali. Kandang juga selalu steril. Rohman melarang sembarang orang untuk memasuki kandang. “Bisa jadi orang asing yang masuk ke kandang membawa penyakit atau virus yang membahayakan ayam,” paparnya. Ia mewajibkan para pekerja agar mandi dahulu sebelum memasuki kandang. “Saat memasuki kandang mereka harus mengganti sandal dengan yang biasa digunakan di dalam kandang saja,” kata ayah 3 anak itu.

Dengan berbagai perlakuan itu Rohman mampu menekan kematian ayam dari semula mencapai 30% menjadi hanya 20%. Produksi telur yang dihasilkan peternakan Rohman juga naik hingga 20%. Kini jumlah produksi telur rata-rata mencapai 90 kg per hari dari 2.000 ekor ayam petelur jenis lohman yang memasuki umur produktif. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya 72 kg per hari.

Produksi telur meningkat 20% setelah peternak menerapkan teknik biosekuritas.

Produksi telur meningkat 20% setelah peternak menerapkan teknik biosekuritas.

Meningkat
Menurut peneliti unggas dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Ciawi, Kabupaten Bogor, Dr Ir Sofjan Iskandar MRur, biosekuritas pada dasarnya adalah upaya mencegah penyakit agar tidak masuk ke kandang dan penyakit dalam kandang tidak menyebar ke lingkungan. “Meski menggunakan dinding beton, tapi jika dalam kandang masih terdapat lubang sehingga memungkinkan hewan seperti tikus bisa masuk ke dalam kandang, maka kandang harus segera diperbaiki,” paparnya.

Apakah penerapan biosekuritas dapat meningkatkan produksi telur? Menurut Sofjan peningkatan hasil sebetulnya tidak berkaitan langsung dengan biosekuritas. “Dengan menerapkan biosekuritas potensi hasil dari ayam makin terlihat karena minim serangan hama dan penyakit,” tuturnya. Dengan begitu tingkat stres ayam menjadi rendah sehingga berpengaruh terhadap peningkatan produksi telur.

Rohman menuturkan setelah 2—3 tahun menerapkan teknik biosekuritas, banyak peternak lain mengikuti jejaknya. Pada 2012 Rohman akhirnya membentuk kelompok peternak Ngudi Lestari. Kini sebanyak 19 peternak yang rata-rata memiliki 3.000 ekor ayam petelur turut tergabung dalam kelompok. “Dengan menerapkan biosekuritas saya berharap para peternak lebih maju pada masa mendatang,” kata Rohman. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Baca juga:  Pameran AITIS 2015

Awal Sukses Akhir Rohman

Penyemprotan desinfektan rutin dilakukan 2 kali sehari.

Penyemprotan desinfektan rutin dilakukan 2 kali sehari.

1. Kandang tidak terhubung langsung dengan lingkungan atau terhalangi oleh dinding.
2. Bersihkan kandang dan tempat pakan secara rutin.
a. Bersihkan tempat minum setiap hari.
b. Bersihkan wadah pakan sekali sepekan.
3. Semprotkan desinfektan 2 kali sehari di sekeliling kandang.
4. Lakukan vaksinasi rutin.
a. Vaksin flu burung 3 kali sebelum ayam berproduksi dan 2 kali pada masa produksi.
b. Vaksin tetelo 2 bulan sekali.
5. Karantina atau pisahkan ayam sakit dari ayam sehat.
6. Selain karyawan terlarang memasuki kandang.
7. Gunakan sandal yang biasa dipakai di kandang jika hendak memasuki kandang.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *