Varietas baru mentimun berproduksi hingga 45 ton per hektare. Meningkat 275%.

Mentimun bambino bertekstur renyah dan tidak pahit di bagian ujung buah.

Mentimun bambino bertekstur renyah dan tidak pahit di bagian ujung buah.

“Saat ini rata-rata produktivitas nasional mentimun sekitar 12 ton per hektare,” kata peneliti di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Uum Sumpena BSc. Produktivitas itu naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, mencatat bahwa pada 2015 produktivitas nasional mentimun 10,27 ton, sedangkan pada 2014 hanya 9,84 ton per hektare.

Produktivitas mentimun nasional itu rendah. Salah satu penyebabnya penggunaan benih nonhibrida. Oleh sebab itu Uum Sumpena, Gungun Wiguna, dan R. Kirana dari Balitsa terdorong merakit hibrida mentimun. Pada Oktober 2016 Balitsa merilis dua varietas mentimun baru bernama litsa 1 dan litsa 2. Kehadiran kedua varietas mentimun itu solusi atas rendahnya produktivitas mentimun nasional.

Tanpa pahit
Produktivitas kedua mentimun itu mencapai 40 ton per hektare. Mentimun litsa 1 hasil persilangan LV 2904 x LV 2276. Tanaman anggota famili Cucurbitaceae itu berbatang hijau kekuningan dan mulai berbunga 28—30 hari setelah tanam. Pada hari ke-35—40 setelah tanam, buah siap petik. Adapun litsa 2 hasil silangan LV 2902 x LV 1043. Umur berbunga dan panen sama dengan litsa 1.

Mentimun litsa 1 produktivitas mencapai 45,05–48,43  ton per hektare. (Koleksi Uum Sumpena)

Mentimun litsa 1 produktivitas mencapai 45,05–48,43 ton per hektare. (Koleksi Uum Sumpena)

Soal performa buah, kedua mentimun itu tidak perlu diragukan. Buah litsa 1 hiijau bergaris hijau tua. Panjang buahnya 15,9—21,8 cm dengan bobot per buah 118,5—119,5 gram. Adapun buah litsa 2 berwarna hijau muda bergaris hijau keputihan. Bobot setiap buah 122,7—123,7 gram dengan panjang 16,9—19,4 cm. Citarasa kedua mentimun itu juga jempolan. “Pangkal buah tidak terasa pahit,” kata peneliti berusia 64 tahun itu.

Baca juga:  Cabai Rawat Rambut

Uum menjelaskan keunggulan lain kedua mentimun itu adalah berdaya simpan lama. Pada suhu ruang saja Cucumis sativus itu tahan hingga 8—9 hari usai petik. “Setelah panen warna buah juga tidak mudah berubah,” jelas peneliti kelahiran Bandung, Jawa Barat, itu. Pertumbuhan mentimun semakin optimal bila ditanam di dataran menengah dan pada musim kemarau.

Mentimun baru lain bernama bambino. Varietas baru hasil pemuliaan PT Clause Indonesia itu berproduksi menjulang, 45 ton per hektare. Penggunaan benih hibrida memang mampu mengerek produktivitas mentimun. Seperti pengalaman petani sayuran di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Luqman Khanafi Nur, yang menanam mentimun bambino di lahan 1.400 m². Dengan jarak antartanaman 50 cm x 60 cm, total populasi mentimun 3.750 tanaman.

Mentimun litsa 2 berwarna hijau muda dengan garis buah hijau keputihan.

Mentimun litsa 2 berwarna hijau muda dengan garis buah hijau keputihan.

Di luasan itu Khanafi menanam mentimun tidak secara serentak. Penanaman secara berkala setiap 2 pekan. Dengan begitu “Setiap hari bisa panen,” ujar laki-laki berusia 34 tahun itu. Khanafi memanen tanaman kerabat melon itu 35—40 hari setelah tanam. Setiap hari ia memanen 50—60 kg mentimun untuk memasok pasar. Mentimun tergolong tanaman yang tidak habis dalam sekali panen. Frekuensi panen antarpetani satu dan yang lain tidak sama.

Sebab, tergantung permintaan pasar. Ada yang menerapkan panen muda, sedang, atau tua. Lazimnya panen mentimun berlanjut hingga tanaman berumur 60 hari. Menurut Uum petani menuai 8—20 kali dari satu tanaman. Mentimun bambino rata-rata menghasilkan 12 buah per tanaman dengan bobot mencapai 120 gram per buah.

Vigor

Uum Sumpena BSc, peneliti sayuran dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang, Bandung,  Jawa Barat.

Uum Sumpena BSc, peneliti sayuran dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang, Bandung, Jawa Barat. (Koleksi Uum Sumpena)

Khanafi mampu memetik mentimun 5,4 ton dari lahan 1.400 m². Jumlah itu setara dengan 38 ton per hektare. Selain berpoduksi tinggi, bambino juga memiliki daya tumbuh yang bagus. “Seminggu setelah tanam bibit sudah besar dengan jumlah daun tiga,” kata Khanafi. Pengalaman Khanafi dengan umur yang sama benih lain memiliki performa yang lebih kecil.

Baca juga:  Inovasi Kebun Raya

Menurut Direktur Marketing PT Tri Berkat Agro (distibutor PT Clause Indonesia), Palaha Simanjuntak, bambino memang memiliki pertumbuhan vigor. “Ketahanannya terhadap penyakit juga cukup baik,” kata Simanjuntak. Kemenarikan bambino yang lain adalah teksturnya renyah dan tidak terasa pahit di bagian ujungnya. Lantaran beragam keunggulan bambino itulah Khanafi cukup mudah memasarkan mentimun hasil panennya.

Pasar menerima mentimun bambino. Sebab, rasanya renyah dan buah berukuran relatif kecil. “Mentimun berukuran besar kurang disenangi pasar,” katanya. Ia menjual mentimun ke pasar lokal. Khanafi menjual satu kilogram mentimun Rp3.000—Rp5.000. Dengan begitu omzet Khanafi mencapai Rp150.000—Rp300.000 per hari atau Rp4.500.000—Rp9.000.000 per bulan dari penjualan mentimun. (Desi Sayyidati Rahimah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d