Penggunaan hormon perpanjang umur tanaman, dan meningkatkan hasil hingga lebih dari 200%.

Penyemprotan hormon dapat meningkatkan hasil panen vima 1 hingga 200%.

Penyemprotan hormon dapat meningkatkan hasil panen vima 1 hingga 200%.

Petani di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Heri Sugiharto menanam kacang hijau sebagai tanaman sela saat musim kemarau. Sejak 1990-an ia memilih kacang hijau sebagai tanaman sela usai panen padi. Sebab, kacang hijau Phaseolus radiatus itu tahan kekeringan. Dari lahan 2 ha miliknya, Heri hanya bisa mendapatkan 2,4 ton kacang hijau atau produktivitas rata-rata 1,2 ton per hektare.

Pada musim tanam 2015, Heri pun menanam kacang hijau seperti biasanya. Namun, panen kali ini, ia nendapatkan hingga 6,8 ton atau 3,4 ton per hektar. Dengan harga jual Rp14.000 per kg omzet Heri Rp95,2-Juta. Padahal, pada musim tanam sebelumnya ia hanya mendapatkan hasil Rp33,6-juta. Kenaikan 283% lantaran Heri menambahkan hormon pada tanaman kacang hijau. Biaya pembelian hormon selama budidaya hanya Rp600.000 itu lebih kecil dibandingkan tambahan pendapatan akibat lonjakan produksi.

Tanpa olah tanah

Rudi Iswanti SP MP peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian.

Rudi Iswanti SP MP peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian.

Seperti biasa Heri tidak mengolah tanah sebelum menanam kacang hijau. Ia hanya membabat jerami bekas panen padi. Setelah itu pria 50 tahun itu menugal lahan dan langsung menanami kacang hijau. Ia memilih varietas vima 1 yang tahan kekeringan dan genjah. Pada 15 hari setelah tanam (hst) ia menyemprotkan pupuk daun untuk nutrisi bagi kacang hijau.

Bedanya pada penanaman kali ini Heri menambahkan hormon. Ia mencampurkan 2,5 cc hormon per liter cairan pupuk daun, untuk luasan 1 ha ia menghabiskan 12 tangki semprot berkapasitas 17 liter larutan pupuk daun dan hormon. Interval penyemprotan 7 hari sekali. Total biaya pengadaan hormon itu Rp600.000. “Jika serangan hama muncul, penyemprotan pestisida juga dicampur hormon,” kata Heri.

Baca juga:  Jitu Pilih Kucing Ras

Menjelang panen pada umur 55 hari, biasanya daun mulai menguning. Namun, kali ini daun masih tampak hijau dan muncul bunga lagi, Heri memanen 1,2 ton per ha kacang hijau saat tanaman berumur 55—60 hari. Petani itu tidak mencabut tanaman kacang hijau, melainkan mengambil polong tua berwarna hitam. Ia lalu membiarkan bunga yang terbentuk agar menghasilkan polong lagi.

Tanaman kacang hijau berumur sepekan yang diujicobakan di tanah marginal.

Tanaman kacang hijau berumur sepekan yang diujicobakan di tanah marginal.

Ia melanjutkan pemberian pupuk daun plus hormon. Dua puluh hari berselang dari panen pertama, lulusan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto itu kembali memanen 1,2 ton kacang hijau per hektare. Tidak berhenti di situ, Heri melanjutkan penyemprotan hingga sepekan sebelum panen ke-3. Hasilnya ia masih bisa memanen 1 ton per ha kacang hijau pada 100 hari setelah tanam.

Itu lantaran umur tanaman sudah tua, daun sudah menguning yang otomatis akan mengurangi produktivitas. Peningkatan itu tidak lepas dari peran hormon hasil kresi Herdian Anthocyana, pengusaha agribisnis asal Purwokerto ,Jawa Tengah. Ia merancang hormon ini sejak 2003. Menurut Herdian budidaya kacang hijau dari tahun ke tahun hanya stabil pada hasil 1,3 ton per ha.

Padahal, semua pendukung budidaya seperti kecukupan nutrisi, bibit unggul, kesehatan tanaman, dan penanggulangan hormon terpenuhi. Ayah 3 anak itu mulai merakit hormon pertumbuhan bagi tanaman yang dapat memperpanjang umur dan meningkatkan efektivitas klorofil sebagai tempat pengolah nutrisi. Hormon itu mengandung auksin, giberelin, sitokinin, dan bahan aktif khusus yang sedang dipatenkan.

Hormon
Auksin mempengaruhi pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel tumbuhan. Giberelin merupakan hormon yang berfungsi sinergis dengan auksin, yaitu merangsang pembentukan enzim amilase.

Dr H Restyarso Efiawan SE MM, peneliti di Universitas Jenderal Soedirman.

Dr H Restyarso Efiawan SE MM, peneliti di Universitas Jenderal Soedirman.

Hormon amilase berfungsi memecah amilum menjadi glukosa yang merupakan sumber energi bagi pertumbuhan. Adapun sitokinin adalah hormon yang berperan dalam pembelahan sel atau sitokinesis. Sitokinin mempunyai fungsi menghambat proses penuaan. Sitokinin diperlukan bagi pembentukan organel-organel semacam klorofil.

Baca juga:  Demi Moringa Bermutu Tinggi

Dengan hormon dapat meningkatkan hasil lebih dari 200%, dalam 1 masa tanam panjang yaitu 100 hari. Menurut Herdian konsep itu belum umum, karena petani biasanya akan lebih memilih jenis yang genjah, atau masa budidaya yang lebih pendek. Pengaruh penambahan hormon akan meningkatkan jumlah klorofil sehingga meningkatkan hasil, dan memperpanjang usia tanaman agar dapat dipanen kembali.

Efek penambahan hormon maka umur tanaman lebih panjang hingga 2 kali lipat, dan produksi hampir 3 kali lipat dari budidaya normal. Menurut peneliti kacang hijau dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Rudi Iswanto SP MP, karakteristik kacang hijau memang dirancang untuk lahan yang kering, sehingga selama masa tanam tanpa penyiraman pun kacang hijau tetap dapat menghasilkan buah.

Namun, bila kebutuhan air tercukupi maka akan terus berbunga. Kebutuhan air pada kacang hijau hanya saat pembungaan dan pengisian polong, dan kebutuhan airnya pun tidak banyak, cukup basah saja. “Kacang hijau dapat terus berbuah, tetapi hasilnya akan semakin turun sesuai penambahan usia,” kata Rudi.

Kebutuhan kacang hijau di Indonesia 1 juta ton per tahun.

Kebutuhan kacang hijau di Indonesia 1 juta ton per tahun.

Menurut Direktur PT Mohas Resty Kolaka, Dr Restyarso Efiawan SE MM, kebutuhan kacang hijau di Indonesia mencapai 1 juta ton per tahun. Namun, produktivitas petani kacang hijau hanya 700.000 kg per tahun, sehingga kekuranganya harus impor. Oleh karena itu perusaan yang dipimpinnya itu mendorong para petani kacang hijau untuk meningkatkan hasil pertaniannya dengan teknologi yang mendukung peningkatan hasil.

PT Mohas Resty Kolaka merupakan perusahaan agribisnis yang mendampingi budidaya kacang hijau dengan teknik pemberian hormon. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, teknik budidaya kacang hijau harus dimulai dari pengolahan tanah, seleksi bibit, perawatan, pemupukan, pengairan dan panen yang baik. “Banyak Perusahaan besar yang memerlukan kacang hijau, namun mereka tidak menanam sendiri, hanya mengandalkan produksi petani,” kata Restyarso.(Muhammad Awaluddin)

Baca juga:  Praktis Olah Propolis

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d