Pot semai asal sabut kelapa, dipasarkan PT Utomo-Utomo.

Pot semai asal sabut kelapa, dipasarkan PT Utomo-Utomo.

Menanam beragam komoditas bersama pot semainya. Pot terurai dan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman.

Benih aster di pot mungil berdiameter 6 cm itu berkecambah. Pada hari ke-7 pascasemai muncul 4 daun. Metta Nurdemayanti yang menyemai benih tanaman anggota famili Asteraceae itu girang bukan kepalang. Guru Sekolah Dasar di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, itu penggemar aster Callistephus chinensis. Ia menanam bibit aster tanpa melepas pot semai terlebih dahulu.

Perempuan 24 tahun itu memendam pot semai di lubang tanam. “Pot yang saya tanam kelak akan terurai dalam tanah,” kata alumnus Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia itu. Metta membeli pot semai itu dari Fam Organic, di Bandung, Jawa Barat. Dengan pot semai pehobi lebih yakin bibit tumbuh maksimal saat pindah tanam. Sebab, pehobi tak perlu mencabut akar sehingga bibit tak mengalami stres saat pindah tanam.

Mudah dan praktis

Growing kit produksi fam organic.

Growing kit produksi fam organic.

Seiring dengan maraknya pertanian perkotaan atau urban farming, pot urai membantu para pehobi. Metta, misalnya, makin gandrung berkebun dan menanam beragam tanaman sepeti tomat, kale, bawang daun, cabai, dan kembang aster. Pemilik Fam Organic, Soeparwan Soelaeman, menyediakan pot semai dalam satu paket dengan sarana lain seperti benih dan media tanam. Ia menyebutnya growing kit.

Total terdapat 21 jenis pilihan terdiri atas tanaman herbal, sayuran, buah, dan bunga. “Jenis tanaman rata-rata berumur di atas 3 bulan, sehingga butuh pot persemaian,” kata Soeparwan. Pendiri Fam Organic sejak 2009 itu mengatakan, pot semai pada growing kit adalah pot cepat urai. Artinya pot bisa terurai bahkan menjadi bahan organik pada media tanam.

Tanaman sweet basil umur 4 pekan. Wadah semai ikut ditanam pada pot.

Tanaman sweet basil umur 4 pekan. Wadah semai ikut ditanam pada pot.

Ahli tanah dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Dr Ir Cecep Hidayat MP, mengatakan bahwa pot cepat urai mengandung bahan organik. Ketika pot itu terurai menghasilkan nutrisi bagi tanaman. Menurut Cecep dalam pembuatan pot urai asal bahan bubur kertas biasanya terdapat penambahan natrium hidroksida (NaOH), natrium sulfida (Na2S), dan natrium karbonat (Na2CO3).

Itulah sebabnya pot itu mengandung unsur sulfur natrium, dan karbon yang dibutuhkan tanaman. Pria asal Bandung, Jawa Barat, itu mengatakan, kertas tersusun dari 40—45% selulosa, 15—25% hemiselulosa, dan 15—25% lignin. “Selulosa dan hemiselulosa merupakan sumber karbon untuk menambah karbon organik tanah bila mengalami dekomposisi,” kata Cecep.

Menurut Soeparwan pot semai akan terdegradasi pada 3 bulan pascatanam. “Setelah terdegradasi pun dapat menjadi bahan organik yang berguna bagi tanaman,” katanya. Pot tanam berasal dari bubur kertas yang dibentuk seperti pot. “Saya tidak membuat sendiri, tapi mengambil dari rekan di Bandung, Jawa Barat,” kata Pria yang rutin mengonsumsi sprout dan microgreen itu. Soeparwan menjual satu paket growing kit seharga Rp10.000.

Pot semai akan terurai 3 bulan pascatanam.

Pot semai akan terurai 3 bulan pascatanam.

Menurut pria asal Jakarta itu growing kit ditujukan bagi anak-anak untuk belajar berkebun. Soeparawan menambahkan, dengan growing kit bertanam menjadi lebih mudah. “Mudah, asal menjaga kelembapan, jika cukup air benih pasti tumbuh,” katanya. Perawatan dan pindah tanam pun mudah. “Tinggal menanam langsung beserta pot semainya, tak takut bibit stres pasca pindah tanam,” katanya. Media yang sudah terdegradasi pun dapat dipergunakan kembali sebagai bahan media semai.

Baca juga:  Ekspo Nasional Ewindo

Produsen lain pot semai cepat urai adalah PT Utomo Utomo di Jakarta. Perusahaan itu menyediakan pot mini berdiameter 6 cm itu mudah terurai karena terbuat dari bahan serbuk sabut kelapa. Menurut Ermi Tri Mulyani dari PT Utomo Utomo pot semai itu cocok bagi kaum urban yang gandrung berkebun. Ermi menambahkan, pekebun lebih mudah memindahkan bibit karena tinggal menanam bibit beserta pot.

Harga pot cepat urai itu Rp5.000 per 8 buah. Menurut Ermi pot semai sangat menunjang kegiatan pertanian perkotaan. Ermi menuturkan, pada era sekarang kesehatan amat penting. Pot harus sehat untuk pengguna, sehat untuk tanaman, dan sehat untuk lingkungan, hingga sehat bagi konsumen. Pot semai asal bahan sabut kelapa memenuhi kriteria itu. Ramah lingkungan sehingga aman bagi konsumen.

Eceng gondok

Supriady Siregar (kiri) dan rekan.

Supriady Siregar (kiri) dan rekan.

Selain sabut kelapa, bahan lain yang potensial menjadi wadah cepat urai adalah eceng gondok. Itu sejalan dengan riset Supriady RP Siregar, Gugun Gunawan, dan Margaretha Marpaung dari Jurusan Agroteknologi, Universitas Padjadjaran. Mereka membuat biopolibag asal tanaman eceng gondok Eichornia crassipes. Latar belakang penelitian untuk mengganti bahan dasar polibag asal plastik yang kerap dipergunakan selama ini.

“Bahan polibag asal polietilen sulit terurai dan mencemari lingkungan. Butuh puluhan bahkan ratusan tahun agar terurai,” kata Siregar. Ia memilih eceng gondok karena berkembang biak cepat. “Kerap dianggap gulma air. Sebetulnya kaya kandungan selulosa dan hemiselulosa yang bisa menjadi pengganti bahan plastik,” katanya. Kelebihan lain dari polibag asal eceng gondok bisa terurai pada 3 media. Yakni air sungai, air ledeng, dan tanah.

Eceng gondok bisa digunakan sebagai bahan dasar polibag.

Eceng gondok bisa digunakan sebagai bahan dasar polibag.

Menurut Siregar waktu penguraian polibag eceng gondok hanya 9—12 pekan pada media air. Sementara itu penguraian pada tanah lebih cepat. Bentuk polibag lazim seperti pada umumnya tetapi warnanya bening. Siregar beserta rekan hingga kini masih rutin memproduksi polibag asal eceng gondok. Namun, produksinya masih terbatas karena menggunakan alat laboratorium.

Baca juga:  Cara Membuat Pupuk Cair Aquascape dari Ampas Kopi dan Tips

Tren penggunaan pot mudah terurai juga mulai ramai di luar negeri. Produsen asal Belanda, Jiffy, juga memproduksi pot mudah terurai untuk persemaian. Jiffy memamerkan produk terbarunya ketika pameran Horti Asia 2017 di Bangkok, Thailand, pada 15—17 Maret 2017. Menurut bagian pemasaran produk Jiffi di Thailand, Sukhon Chinpradub, semua bahan dasar pot adalah organik.

Bahan dasar produk berasal dari serat kedelai dan polipropolin organik yang ramah lingkungan. “Bahan asal serat mudah terurai dengan tanah, cukup rendam 2 menit sudah terurai,” kata Sukhon. Meskipun begitu pot cepat urai belum terlalu terkenal di negeri Gajah Putih. Menurut Sukhon pada ekshibisi Horti Asia 2017 masih dalam tahap promosi dan pengenalan.

Growcoon. Bentuk dan ukuran pot semai bisa diatur.

Growcoon. Bentuk dan ukuran pot semai bisa diatur.

Produsen lain juga asal negeri kincir angin, Maan BioBased Products B.V. pun memproduksi pot serupa bermerk Growcoon. Menurut Sales Manager Growcoon, Rob van Der Meer, Growcoon diproduksi kali pertama pada 2015. “Growcoon adalah solusi dari kebutuhan nurseri hortikultura,” kata Rob. Lebih lanjut ia menuturkan keunggulan utama Growcoon adalah terurai alami (biodegradable) karena terbuat dari bahan pilihan berkualitas prima dan kuat diletakkan di ruang terbuka.

Struktur Growcoon memungkinkan akar tanaman berkumpul menjadi satu pada substrat dan memberikan ruang untuk akar agar berkembang secara alami. Produk itu juga mudah ditempatkan dalam jenis tray apapun karena bentuk dan ukuran Growcoon dapat disesuaikan dengan keperluan konsumen.

Menurut praktikus pertanian di Karawang, Jawa Barat, Abdul Patah, petani di tanah air sudah mengenal wadah persemaian yang bisa terurai. Mantan asisten dosen matakuliah dasar agronomi, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung itu mengatakan, di Jawa Barat ada istilah ngabekong.

Aneka pot semai produksi Jiffi.

Aneka pot semai produksi Jiffi.

Ngabekong adalah menyimpan bibit tanaman muda pada wadah semai sebelum dipindahkan ke ladang. “Wadah persemaian yang kerap digunakan adalah daun pisang,” kata Abdul Patah. Adapun komoditas yang memerlukan perlakuan persemaian adalah tanaman yang memiliki masa panen relatif panjang. Di antaranya terung, tomat, dan cabai. “Tren penggunaan wadah tanam terurai bukan barang baru bagi pelaku pertanian tanah air,” katanya.

Pot semai menggunakan daun pisang, lazim digunakan di berbagai daerah di tanah air.

Pot semai menggunakan daun pisang, lazim digunakan di berbagai daerah di tanah air.

Namun, dengan semakin menjamurnya tren bertanam dengan pot terurai lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan menggunakan wadah tanam asal plastik yang sulit terurai. Plastik baru akan terurai dalam 50—100 tahun. Selain itu pot cepat urai berbahan organik juga meningkatkan kesuburan lahan. Ibarat sekali merengkuh dayung, maka dua tiga pulau pun terlampaui. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d