Pohon Pengganda Bibit 1
Jambu lokal berumur 4 tahun menjadi mesin "fotokopi" mata tunas

Jambu lokal berumur 4 tahun menjadi mesin “fotokopi” mata tunas

Untuk memperbanyak bibit secara cepat, Solahuddin di nurseri Kebun Buah punya taktik jitu. Ia memanfaatkan pohon jambu lokal berumur 4 tahun setinggi 2 m sebagai induk. Pada awal 2013, ia memperoleh 5 bibit jambu madu hasil grafting dengan batang sebesar pensil sepanjang 25 cm dari Bayu Ari Sidi. Ia membongkar bibit dari media, memotong bagian akar, lalu menempelkan ke pohon jambu lokal yang berukuran lebih besar. Prosesnya persis grafting untuk membuat bibit.

Kurang dari 2 pekan, sambungan itu menempel sempurna menjadi ranting dan mengeluarkan tunas baru. Pada akhir bulan kedua pascapenyambungan, Solahuddin memanen puluhan mata tunas untuk bahan okulasi. “Hitung saja jumlah daunnya, 1 daun 1 mata tunas,” ujarnya. Jika menggunakan batang bawah tanaman baru, ia mesti menunggu setidaknya 6 bulan. Usai dipotong, ranting menumbuhkan 2 cabang baru.

Keruan saja 2 bulan berikutnya, ia memperoleh mata tunas 2 kali lebih banyak, ibarat memfotokopi mata tunas. Mata-mata tunas itu ia tempelkan ke batang bawah jambu air lokal yang ia peroleh dari pemasok di Majalengka, Jawa Barat. Pascapenempelan, bibit ia masukkan ke dalam sungkup komunal selama 4—5 pekan. Setelah muncul tunas daun baru, bibit siap terkena sinar matahari. Total jenderal, bibit hasil okulasi mencapai ukuran 25 cm—30 cm dalam 3 bulan pascaokulasi. (Argohartono Arie Raharjo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *