Lengkeng new kristal menjanjikan keuntungan berlipat karena produktivitasnya tinggi

Lengkeng new kristal menjanjikan keuntungan berlipat karena produktivitasnya tinggi

Aneka jenis lengkeng baru terus bermunculan. Para pekebun silakan tentukan pilihan.

“Lengkeng ini bagus sekali. Daging buahnya tebal dan berbiji kecil. Rasanya juga sangat manis,” ujar peneliti Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu), Panca Jarot Santoso SP MS, usai mencicip lengkeng new kristal. Panca mencicip Dimocarpus longan itu saat menghadiri acara pertemuan para anggota komunitas pencinta durian di Magelang, Jawa Tengah.

Dalam pertemuan itu Ismanto, penangkar tanaman buah di Semarang, Jawa Tengah, membawa sekantong lengkeng new kristal hasil panen di kebunnya. Menurut Panca rasa lengkeng new kristal lebih baik daripada lengkeng itoh yang selama ini diimpor dari Thailand.

Dataran rendah
Dengan karakter daging buah yang lebih tebal dan berbiji kecil, Panca berpendapat new kristal layak dikembangkan di tanahair untuk bersaing dengan lengkeng impor. Keunggulan lain, produktivitas new kristal tinggi. Itu terbukti di kebun Isto Suwarno di dekat kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dari 100 pohon yang ditanam di sana, 15 pohon di antaranya mulai belajar berbuah. Ketika panen perdana pada Desember 2014 Isto menuai rata-rata 50—70 kg per pohon.

Jumlah itu lebih tinggi ketimbang lengkeng kristal yang populer pada 2009. Di kebun Prakoso Heryono, penangkar tanaman buah di Semarang, Jawa Tengah, panen perdana kristal hanya 48 kg per pohon. New kristal pun relatif genjah. Di kebun Isto new kristal panen perdana pada umur 34 bulan. Sementara kristal di kebun Prakoso dan dr Buddy Sudjatmiko, kolektor buah di Pontianak, Kalimantan Barat, berbuah perdana pada umur 36 bulan.

New kristal sejatinya bukan pendatang baru. Prakoso bersama Suko Budi Prayogo, penangkar tanaman buah di Semarang, Provinsi Jawa Tengah, mendatangkan lengkeng itu pada 2007. Ketika didatangkan ada 4 jenis lengkeng yang belum diberi nama. Yang pertama diberi nama kristal 1. “Produktivitas kristal 1 memang tinggi, tetapi buah kecil-kecil,” kata Prakoso. Di antara tiga jenis lainnya ada 1 jenis yang dompolan buahnya mirip karakter kristal 1, tapi buah lebih besar-besar dan lebat.

Baca juga:  Sensasi Strike Situ Ciranji

“Akhirnya kami beri nama new kristal dan menghentikan produksi bibit kristal 1,” kata pria yang akrab dipanggil Nonot itu. New kristal juga adaptif di dataran rendah. Di kebun Prakoso di Demak, Jawa Tengah, yang berketinggian 20 meter di atas permukaan laut (dpl) dan hanya berjarak 15 km dari pantai, new kristal tumbuh subur dan berbuah lebat.

New kristal juga dapat berbuah lebat meski sedang musim hujan. “Jenis lain biasanya rontok hingga 30—40%,” katanya. “Cuma sayangnya new kristal harus dirangsang berbuah karena berasal dari kawasan beriklim subtropis,” ujar Panca.

Pesaing
Menurut Ismanto ada lengkeng jenis baru yang bakal menjadi pesaing new kristal, yaitu phuang petch. Lengkeng yang pertama kali dikembangkan oleh Wiwik Wijayahadi, penangkar tanaman buah di Pujokusuman, Yogyakarta, itu juga berbuah besar-besar. “Dalam satu dompol bisa 4,5—5 kg,” ujar kata Ismanto.

Menurut Wiwik karakter buah phuang petch mirip new kristal. “Perbedaannya dari tangkai dompolan buah phuang petch lebih panjang ketimbang new kristal. Panjangnya bisa mencapai 80 cm,” kata manajer salah satu perusahaan benih ternama itu. Keunggulan lainnya adalah berkulit lebih tebal dan keras sehingga lebih tahan dari serangan kelelawar.

King long juga varian baru yang tak kalah unggul. Lengkeng yang dikembangkan Plantera milik Budi Darmawan di Ngebruk, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, itu berbuah jumbo, berdaging buah tebal, dan berbiji kecil. Rasanya juga sangat manis. Pantas bila di masa mendatang Budi menggadang-gadang king long sebagai primadona di kebun Plantera.

Menurut Hartono, pekebun lengkeng di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, permintaan pasar lengkeng di tanahair belum membeda-bedakan jenis. Ketika Hartono menawarkan hasil panen lengkeng ke salah satu pasar swalayan di Kota Bandung, mereka memesan seluruh hasil panen dari kebun Hartono.

Baca juga:  Kefir Atasi Hipertensi

Padahal, ia sebetulnya menyodorkan 3 varian berbeda: dua varian asal Thailand dan 1 varian asal Vietnam. Menurut Panca bermunculannya varian lengkeng di tanahair sangat penting untuk para penangkar melakukan seleksi. “Dengan begitu dapat dipilih yang memiliki karakter paling unggul untuk selanjutnya dikembangkan di tanahair,” katanya. (Imam Wiguna/Peliput: Syah Angkasa)

 

Kristal

Kristal

Kristal

  • Masa berbuah : 3 tahun dari bibit hasil sambung
  • Produktivitas : 40—48 kg per pohon dari pohon umur 3 tahun
  • Kualitas buah : daging agak tebal, ukuran buah sedang, biji kecil, ketebalan kulit sedang
  • Lokasi tanam : adaptif di dataran rendah
  • Pembuahan : perlu perangsangan buah, tapi ada juga yang berhasil membuahkan tanpa dirangsang
New kristal

New kristal

New Kristal

  • Masa berbuah : 34 bulan dari bibit hasil sambung
  • Produktivitas : 50—70 kg per pohon dari pohon umur 34 bulan
  • Kualitas buah : daging tebal, buah besar, manis, biji kecil, ketebalan kulit sedang
  • Lokasi tanam : adaptif di dataran rendah, 20 m dpl
  • Pembuahan : perlu perangsangan buah di dataran rendah

 

Matalada

Matalada

Matalada

  • Masa berbuah : 8 bulan dari bibit hasil sambung
  • Produktivitas : 25—40 kg per pohon dari pohon 3 tahun
  • Kualitas buah : ukuran buah sedang, ketebalan daging sedang, biji kecil, kulit krem
  • Lokasi tanam : adaptif di dataran rendah
  • Pembuahan : tidak perlu perangsangan buah

 

King Long

King Long

King Long

  • Masa berbuah : 3 tahun dari bibit hasil sambung
  • Produktivitas : 30 kg per pohon dari pohon umur 3 tahun
  • Kualitas buah : buah besar, daging tebal, biji kecil,
  • Lokasi tanam : adaptif di dataran rendah
  • Pembuahan : perlu perangsangan buah

 

Phuang petch

Phuang petch

Phuang petch

  • Masa berbuah : 3 tahun dari bibit hasil sambung
  • Produktivitas : 50kg dari pohon 3 tahun
  • Kualitas buah : daging tebal, buah besar, manis, biji kecil, kulit tebal dan keras
  • Lokasi tanam : adaptif di dataran rendah
  • Pembuahan : perlu perangsangan buah

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d