33 °C Jakarta, ID
19 June 2019

Pilih Budidaya Ikan Lele atau Ikan Nila?

Tentu kita sudah sering melihat/ membaca/ mendengar tentang orang-orang yang membudidayakan ikan air tawar dalam kolam. Melihat keuntungan yang mereka peroleh membuat kita juga tertarik untuk ikut mencoba membudidayakan ikan. Seringnya kita melihat ikan yang dibudiayakan adalah ikan lele atau juga ikan nila sehingga muncullah pertanyaan dibenak kita. Manakah yang lebih menguntungkan? budidaya ikan lele atau ikan nila?ternak ikan lele atau ikan nila

Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan diatas tidak bisa dijatuhkan secara sepihak dari kesuksesan yang diperoleh seseorang namun juga dengan melihat dari berbagai faktor yang umumnya berasal dari diri sendiri yang hendak memulai usaha budidaya ikan tersebut.

Lebih Untung Budidaya Ikan Lele atau Ikan Nila?

Nah untuk lebih memudahkan kamu untuk menjatuhkan pilihan yang lebih sesuai apakah hendak memulai budidaya ikan lele atau budidaya ikan nila, maka beberapa panduan dari kami berikut ini bisa kamu jadikan referensi.

1. Lokasi Kolam Ikan

Hal pertama yang menjadi dasar pemilihan adalah lokasi kolam yang kamu miliki. Kita tahu bahwa ikan lele tidak membutuhkan air yang mengalir atau jernih sedangkan ikan nila membutuhkan air yang kaya oksigen lagi bersirkulasi. Nah, jika lokasi kolam yang kamu miliki berada dekat rumah dan tidak mau direpotkan dengan pemasangan alat sirkulasi air maka kamu bisa memelihara ikan lele saja.

Sedangkan jika lokasi kolam kamu jauh dari rumah dan dikhawatirkan kamu akan sering terlambat mengantarkan pakan maka sebaiknya dipelihara saja ikan nila karena ikan nila tidak meiliki sifat kanibalisme ketika lapar sebagaimana kanibalisme pada ikan lele jika mereka lapar.

Untuk kolam diarea sawah yang airnya mengalir atau dekat mata air juga sebaiknya dipelihara ikan nila saja. Memelihara ikan lele pada air jernih hanya akan meningkatkan kanibalismenya.

2. Kemudahan Mencari Pakan Alternatif

Lebih untung budidaya ikan lele atau ikan nila? Mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa kunci untuk memperoleh keuntungan besar dalam budidaya ikan ialah dengan menyediakan pakan alternatif yang berharga murah atau bahkan gratis. Walaupun begitu, pakan alternatif juga harus kaya protein agar ikan tidak hanya kenyang namun juga cepat menjadi besar.

Ikan lele lebih condong kearah karnivora sehingga pakan alternatifnya kebanyak dari jenis hewan seperti magot, cacing, usus ayam, bangkai ayam, keong, ikan rucah dll. Sedangkan ikan nila ini bersifat omnivora yang makanan alternatifnya bisa diperoleh dari keong, cacing, magot, bekatul, sisa sayur, ampas tahu dll.

Jika di wilayah kamu mudah mendapatkan pakan alternatif lele maka sebaiknya kamu memilih memelihara ikan lele saja agar menekan biaya pakan pelet. Sedangkan jika lebih mudah memperoleh pakan alternatif nila maka sebaiknya kamu memelihara nila saja agar tak keluar terlalu banyak tenaga mencari pakan alternatif lele yang mungkin lebih sulit dicari.

3. Ikan Yang Tidak Mudah Stres dan Kanibal

Stres pada ikan bisa berakibat nafsu makan yang hilang sehingga ikan sakit lalu mati. Stres bisa dipicu oleh berbagai faktor diantaranya suhu air kolam yang tidak tepat, air kolam diobok-obok, Adanya serangan predator dan lain-lain.

Dalam hal ini, ikan lele lebih mudah stres dari pada ikan nila. Jika kamu menangkap sebagian ikan lele saja dalam kolam maka ikan lele lainnya akan stres serta nafsu makannya berkurang. lain halnya dengan ikan nila, dapat dikatakan bahwa ikan tersebut adalah ikan anti stres.

Selain stres pada ikan, ada lagi sifat yang merugikan yaitu sifat kanibalisme. Lele juga sangat terkenal akan sifat kanibalismenya yang memakan sesama teman sendiri. Ini sangat merugikan peternak mengingat kanibalisme pada lele sangat tinggi. Intinya jangan pernah memelihara lele banyak di air jernih karena mereka bisa melihat kawannya sendiri dan akan menyerang. Peliharalah lele hanya di kolam yang sudah hijau. Untuk Ikan Nila, dia ini tidak punya sifat kanibalisme jadi kamu tak perlu khawatir.

Dalam faktor stres serta kanibalisme terbukti jelas bahwa ikan nila jauh lebih unggul dibandng dengan ikan lele.

4. Padat Tebar Ikan dalam Kolam

Pada aspek padat tebar, maka ikan lele merupakan juaranya. Ikan lele mampu mencapai 200 ekor per m2 dimana hal ini tidak mungkin dilakukan pada ikan nila karena ikan nila justru akan lama besar jika padat tebar ikan dalam kolam terlalu tinggi. Menurut info dari peternak ikan nila, bahwa agar cepat besar ikan nila membutuhkan lokasi yang cukup untuk bergerak bebas kesana kemari.

5. Pemasaran

Lebih untung budidaya ikan lele atau ikan nila? pada aspek pemasaran, sebenarnya ini bisa dibilang tergantung dari keuletan masing-masing peternak dalam menjual ikan hasil budidayanya. Hanya saja jika kita melihat dri segi permintaan pasar, maka untuk saat ini ikan nila lebih diminati. Hal ini karena sudah tersebarnya image buruk tentang ikan lele budidaya yang katanya diberi makan kotoran manusia bahkan bangkai ayam. Padahal tidak semuanya seperti itu.

Berita tentang buruknya dampak konsumsi daging ikan lele juga semakin menurunkan minat pembeli akan daging ikan lele. Kalau ikan nila masih banyak peminatnya baik pedagang ataupun rumah makan. Namun jangan sampai menjadi pesimis ikan lele kamu tidak laku. Sekarang ini warung makan dengan menu lele sudah banyak. Jadi kemungkinan harga ikan lele juga sudah naik.

Nah setelah membaca beberapa keterangan diatas, maka kamu bisa membuat kesimpulan sendiri tentang mana yang lebih menguntungkan, budidaya ikan lele atau ikan nila. Baik ikan lele maupun ikan nila memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Yang penting ialah mau memulai. Selamat mencoba.

Sumber : i l m u b u d i d a y a . c o m