Pijakan Rumah Walet Tanpa Cendawan 1

Sirip berbahan plastik menjauhkan rumah walet dari cendawan. Sirip digunakan walet untuk hinggap dan membuat sarang.

Gara-gara cendawan rumah walet baru Joharno kosong. Sebelumnya rumah walet berlantai lima berukuran 5 m x 12 m itu berpopulasi 500 ekor Collacalia fuciphaga sepekan setelah dibuka pada Februari 2016. Kehadiran cendawan bikin walet tidak nyaman sehingga kabur meninggalkan sarang. Dampaknya produksi liur emas di rumah walet milik peternak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, itu pun terhambat.

Menurut Joharno cendawan muncul lantaran pengatur otomatis pada pompa air dan sistem kabut bermasalah. Air mengalir terus menerus hingga menggenang dan merembes ke sirip. Sirip lazim terbuat dari papan sebagai tempat walet membuat sarang. Akibat sirip basah kelembapan ruangan meningkat. Cendawan berkembang pesat dan “mengusir” walet. Untuk menanggulanginya Joharno mematikan mesin pengabut dan membuka semua ventilasi gedung.

Anticendawan
Setiap pekan pekerja membersihkan setiap sudut dan sirip bercendawan. Joharno memerlukan waktu sebulan untuk membersihkan cendawan. Saat itu ia melapisi sirip menggunakan anyaman bambu. Joharno menuturkan lapisan anyaman bambu pada sirip rentan terkena cendawan karena mudah menyerap kelembapan. Jika kelembapan tidak terjaga, 1—2 bulan pascapemasangan cendawan pasti muncul.

Harry Wijaya, konsultan walet dari Jakarta Barat.
Harry Wijaya, konsultan walet dari Jakarta Barat.

Kutu, rayap, dan serangga pengganggu pun bersarang pada sirip yang lembap. Itu membuat walet semakin enggan bersarang. Penggunaan bambu untuk pelapis sirip juga kurang awet. Peternak mesti mengganti baru setiap tahun. Konsultan walet di Jakarta, Harry Wijaya, mengatakan sirip berfungsi sebagai pijakan dan tempat hinggap walet muda. Peternak lazim memanfaatkan kayu lunak atau kayu bertekstur agar walet mudah hinggap.

Penggunaan lapisan anyaman bambu juga mempercepat burung cepat beradaptasi untuk menginap dan bersarang. Sayangnya bambu mudah menyerap air sehingga mudah lembap dan mengundang kehadiran cendawan. Menurut Harry cendawan muncul saat kelembapan 90%. Kelembapan 80% masih relatif aman. Beberapa kasus menunjukkan anyaman bambu yang relatif tipis mudah sobek karena cakar walet.

Baca juga:  Seri Walet (217): Suara Tiruan Pikat Walet

Kaki burung anggota famili Apodidae itu juga kerap terjebak pada anyaman bambu dan tidak dapat melepaskan diri. Walet pun tidak bisa terbang dan akhirnya mati karena kelaparan. Selain anyaman bambu, peternak juga menggunakan kardus atau stirofoam sebagai pelapis sirip. Namun, keduanya pun rentan terserang cendawan. Lalu peternak mesti menggunakan apa sebagai pelapis sirip?

Plastik elastis

Sirip anyaman plastik anticendawan.
Sirip anyaman plastik anticendawan.

Harry menganjurkan peternak menggunakan pelapis berbahan polietilen (PE) selebar 1,5 cm. Pelapis itu dapat dibentuk seperti anyaman. Pelapis plastik ini kuat, liat, dan tidak mudah sobek oleh cakar walet. Artinya risiko kaki walet terjepit pun sirna. Kelebihan lain pelapis plastik yaitu dapat digunakan pada sirip yang tidak rata, melengkung, atau menyudut. “Sebab bahan plastik ini elastis,” kata Harry.

Lebih lanjut ia menuturkan sarang dari sirip pun lebih bersih karena nihil pengotor seperti sisa anyaman bambu. Yang paling penting anyaman plastik sangat awet karena mampu bertahan puluhan tahun. Peternak juga mesti hati-hati saat memanen menggunakan pisau karena bisa merusak lapisan sirip. Jika menggunakan anyaman bambu, peternak harus menambahkan bahan kimia untuk mengawetkan pelapis itu.

Tentu saja penggunaan bahan kimia dilarang karena sarang walet untuk konsumsi. Pelapis plastik juga dapat digunakan menutup sirip yang terserang cendawan. Caranya mudah. Bersihkan sirip dari cendawan dan lapisi tipis dengan adukan semen. Setelah itu barulah tempelkan pelapis plastik menggunakan paku, lem, atau stapler. Agar hasil optimal Harry menganjurkan peternak menyemprotkan obat antikutu dan antiserangga.

Semprotkan obat itu pada bagian pelapis yang ditempelkan ke sirip. Ia menjamin obat itu aman bagi walet seperti halnya pelapis plastik. Sejatinya ide pemggunaan pelapis sirip dari plastik itu berasal dari Harry. Ia membuat sirip aneka warna seperti biru, putih, merah, dan kuning. Warna itu tidak berpengaruh pada walet, hanya selera pemilik rumah walet.

Baca juga:  Tiga Mutu Sarang Walet

Pijakan Rumah Walet Tanpa Cendawan 2Peternak walet di Tarailu, Mamuju, Sulawesi Barat, Zainal, berhasrat memasang sirip bikinan Harry. Ia pernah memiliki pengalaman buruk dengan cendawan. Sirip kayu dalam rumah walet milik Zainal menghitam karena cendawan dan membusuk. Bagian yang ditumbuhi cendawan berbau kurang sedap sehingga walet enggan bersarang. Untungnya ia segera mengetahui kondisi merugikan itu.

Zainal pun membersihkan sirip dari cendawan dan menggunakan kipas angin untuk menyedot bau tak sedap. Dengan menggunakan sirip anyaman plastik Zainal berharap cendawan menyingkir sehingga rumah walet tanpa aroma tak sedap. Walet tetap nyaman sehingga ia pun bisa panen sarang walet tanpa gangguan.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments