Saatnya membudidayakan ikan semah yang selama ini mengandalkan tangkapan alam. Para periset sukses memijahkannya.

 

Peternak kini berpeluang membudidaykan ikan semah atau ikan dewa.

Harga satu kilogram ikan semah fantastis, Rp700.000—1.000.000. Ikan air tawar lain mana ada yang harganya selangit. Harga itu jauh lebih tinggi dibandingkan kerabatnya ikan mas Cyprinus carpio yang hanya berkisar Rp25.000—Rp40.000 per kilogram. Harap mafhum, ikan yang sohor dengan nama torsoro itu sebagai makanan para raja. Sebutan itu mengacu pada nama ilmiah Tor soro. Ada pula yang menyebut ikan batak.

Peternak kini berpeluang membudidaykan ikan semah atau ikan dewa.

Peternak kini berpeluang membudidaykan ikan semah atau ikan dewa.

Menurut peneliti madya di bidang pemulian Instalasi Penelitian dan Pengembangan Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar (IP3NPAT) Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Otong Zaenal Arifin, permintaan ekspor ikan torsoro bermunculan dari mancanegara hingga 100 ton per bulan. Menurut Arifin ekspor belum dapat dilakukan karena keterbatasan tenaga kerja. Produksi ikan semah di IP3NPAT Cijeruk, Bogor, Jawa Barat baru mencapai 10 ton per bulan.

Pijahkan torsoro

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merilis ikan semah sebagai komoditas perikanan budidaya pada Maret 2011. Oleh karena itu, masyarakat bisa membudidayakan ikan keluarga Cyprinidae itu. Peneliti madya di bidang pemulian IP3NPAT, Otong Zaenal Arifin dan Jojo Subagja berhasil membudidayakan ikan yang sohor denan sebutan ikan dewa itu. Selama ini masyarakat mengandalkan tangkapan alam.

Menurut Arifin budidaya torsoro bergantung pada ketersediaan induk matang gonad. Pemijahan berkelanjutan menghendaki tersedianya indukan matang gonad setiap hari. Ada 2 jenis pemijahan, yaitu pemijahan buatan dan pemijahan semibuatan. Pemijahan buatan dengan penyuntikan, sedangkan pemijahan semibuatan dengan stripping atau memijat bagian perut induk.

Peneliti di Instalasi Penelitian dan Pengembangan Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar (IP3NPAT) Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Otong Zaenal Arifin (kiri) dan Jojo Subagja.

Peneliti di Instalasi Penelitian dan Pengembangan Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar (IP3NPAT) Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Otong Zaenal Arifin (kiri) dan Jojo Subagja.

Penyuntikan pertama bertujuan untuk penyetaraan diameter telur pada induk betina dengan hormon human chorionic gonadotropin (Hcg) dengan dosis 500 International unit (IU) per kilogram bobot ikan. Penyuntikan kedua dilakukan pada induk betina dan jantan 24 jam setelah penyuntikan pertama. Penyuntikan menggunakan hormon ovaprim dengan dosis 0,6 ml per kilogram bobot ikan.

Baca juga:  Gayam Now

Pemberian hormon ovaprim pada induk betina bertujuan untuk ovulasi, sedangkan pada induk jantan bertujuan untuk persiapan pengeluaran sperma. Pengamatan kesiapan induk atau matang gonad dilakukan pada 14 hari setelah penyuntikan kedua. Untuk mengetahui induk yang matang gonad dengan pemijatan di bagian perut. Pemijatan di bagian perut induk jantan untuk mengeluarkan sperma, sedangkan pada induk betina ditandai dengan keluarnya telur.

Indikator telur matang gonad berdiameter 3 mm berwarna kuning agak jingga. Bila kedua induk menunjukkan kriteria matang gonad dilanjutkan dengan tahap pemijahan. Pemijahan sebaiknya dilakukan di tempat teduh menghindari suhu terlalu tinggi (baca boks: Ikan Semah Berbiak). Suhu tinggi mengakibatkan sperma tidak aktif dan mati. Setelah pemijatan, induk disadarkan dan dikembalikan ke dalam kolam. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Trubus Edisi Juli 2018 Highrest.pdf

Tags: ikan dewa, ikan hias, ikan semah, majalah indonesia, majalah pertanian, majalah trubus, perikanan, perikanan air tawar, perikanan indonesia, satwa, trubus

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d