Piala Kapolda Metro Jaya 2018 Kampiun Kontes Kukila 1
Kontes burung berkicau memperebutkan piala Kapolda Metro Jaya 2018 di lapangan sepak bola Angkasa Pura II, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Kontes burung berkicau memperebutkan piala Kapolda Metro Jaya 2018 di lapangan sepak bola Angkasa Pura II, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Rancap dan Den Bagus meraih piala Kapolda Metro Jaya 2018. 

Rancap, murai batu jawara kelas utama milik pehobi di Jakarta, Anom Sudrajat.

Rancap, murai batu jawara kelas utama milik pehobi di Jakarta, Anom Sudrajat.

Rancap bernyanyi dengan lantang saat sang surya tepat di atas kepala. Cuaca panas terik di lapangan sepak bola Angkasa Pura II bandar udara Seokarno Hatta tak membuat sang kesatria gentar. Alunan suaranya justru memukau dewan juri. Rancap, burung murai batu milik pehobi asal Jakarta, Anom Sudrajat. Sudrajat mengambil nama tokoh kesatria asal Pulau Madura, Jawa Timur, untuk menamai burung koleksinya yang gagah bak kesatria itu.

Menurut juri asal Sukabumi, Jawa Barat, Ujang Basir, irama lagu dan volume kicauan burung murai batu selama kontes bagus. “Hampir tidak ada suara mati selama tampil,” kata Ujang. Juri sejak tahun 2002 itu mengatakan, sejak awal hingga akhir laga murai batu umur 2 tahun itu tampil maksimal. Kriteria penilaian meliputi irama lagu, volume, dan minus suara mati. Suara mati adalah suara yang keluar dari burung yang tak sempurna. Indikatornya burung banyak mengulang irama. “Suara mati bunyinya tidak tajam,” kata Ujang.

Rawat

Dewan juri menetapkan Rancap menjadi jawara di kelas murai batu 500.000. Jawara di kelas bergengsi lainnya adalah Den Bagus. Lovebird lutino berwarna kuning itu menjadi jawara di kelas utama lovebird 500.000. Menurut Ujang kriteria penilaian lovebird berupa durasi kicauan. “Durasi kicau 0—3 detik poinnya bendera kuning, 3—6 detik bendera biru, 7 detik ke atas dapat bendera merah,” kata Ujang. Menurut Ujang sang juara durasi kicaunya panjang dan aktif berkicau sehingga layak menjadi jawara.

Jawara kelas lovebird utama, Den Bagus, milik Galih Brahmadyo.

Jawara kelas lovebird utama, Den Bagus, milik Galih Brahmadyo.

Menurut pemilik jawara murai batu, Anom Sudrajat, tidak ada perawatan khusus menjelang kontes. “Perawatan rutin setiap hari yang menunjang performa,” kata Sudrajat. Pria asal Mampangprapatan, Jakarta Selatan, itu memberikan pakan berupa jangkrik 3 kali sehari pada pagi, siang, dan sore. “Tidak diberi pakan voer, hanya jangkrik 7—10 ekor per sekali makan,” katanya. Pakan tambahan kroto diberikan 2 kali sepekan untuk menunjang performa.

Baca juga:  Keprok Batu Juara Satu

Menurut Sudrajat perawatan pakan alami menunjang performa burung optimal saat kontes. Adapun pemilik lovebird jawara, Galih Brahmadyo, salah satu rahasia juara karena pemberian jagung pipilan menjelang kontes. Ia memberikan rata-rata 10—15 butir menjelang turun kontes. Menurut Galih jagung memberikan stamina sehingga klangenannya optimal selama kontes. Pakan setiap hari hanya milet putih. “Pertama kali ikut kontes besar dan juara 1,” kata pria yang tergabung di tim Pesut Samarinda itu.

Menurut panitia pelaksana, Isna Setyanova, kontes pada 15 April 2018 itu diprakarsai oleh Polres bandara Soekarno Hatta. Berhubung Polres Soekarno Hatta ada di bawah Polda Metro Jaya maka panitia memberi nama kontes itu Lomba Burung Berkicau Kapolda Metro Jaya Cup 2018. Isna mengatakan, panitia pelaksana gabungan antara komunitas kicau mania Jakarta dan sekitarnya serta PT Trubus Digital Indonesia—pengelola media daring Trubus.id.

Kelas bergengsi

Panitia memilih lokasi kontes di sekitar bandara Soekarno Hatta agar para kicau mania bertemu langsung dengan pembuat kebijakan di antaranya badan karantina hewan. “Agar pehobi bisa berkonsultasi langsung. Karena belum semua pehobi paham mengenai aturan-aturan membawa klangenan antarpulau,” kata Isna Setyanova. Menurut Isna semula acara hanya untuk pehobi di Jakarta dan sekitarnya. Namun, animo pehobi tinggi.

Tim pesut Samarinda dengan lovebird jawara Den Bagus.

Tim pesut Samarinda dengan lovebird jawara Den Bagus.

Pada kontes perdana itu tercatat 1.250 peserta ambil bagian di 29 kelas. Dua kelas paling bergengsi adalah kelas lovebird 500.000 dan murai batu 500.000 dengan hadiah juara ke-1 mencapai Rp10 juta. Peserta datang dari berbagai kota seperti Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Bandarlampung, Lampung, dan Samarinda, Kalimantan Timur. Panitia mengundang total 14 juri dari berbagai daerah. “Semoga ke depan kita bisa melaksanakan gelaran yang lebih besar, harapannya liga burung berkicau antarprovinsi,” kata Isna.

Baca juga:  Slamet Pudjianto: Tumbuh Bersama Albumin

Menurut kepala bidang hubungan masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, lomba kukila atau burung berkicau bisa menjadi sarana memupuk persaudaraan dan mempererat tali silaturahim antara Polda Metro Jaya dan Masyarakat. Harapannya kecintaan masyarakat terhadap burung meningkat sehingga kelestariannya dapat terjaga. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments