Phalaenopsis Mini Mendunia 1
Keindahan si mini tidak kalah dari anggrek berukuran besar.

Keindahan si mini tidak kalah dari anggrek berukuran besar.

Anggrek bulan bersosok mungil yang berbunga lebat tengah mendunia.

Jenny Tan sibuk membersihkan kapas-kapas yang masih melekat di bunga phalaenopsis itu. Ia menerima bunga anggrek bulan itu dalam kondisi dibungkus kapas. Anggrek itu diterbangkan dari Kopenhagen, Denmark ke Kualalumpur, Malaysia, dalam kapas agar bunga utuh. Gesekan antarbunga menyebabkan kembang cacat. Jenny lantas menata anggrek mungil di stan Denmark saat berlangsung acara Floria 2015 di Putrajaya, Malaysia.

Anggrek mungil? Sosok tanaman anggota famili Orchidaceae itu memang pendek, hanya 20 cm. Lazimnya anggrek bulan jangkung, yakni mencapai 50—70 cm. Sosok pendek dengan bunga lebat ditata menghampar sehingga menarik perhatian pengunjung di paviliun Denmark. Stan-stan lain seperti Taiwan, Italia, dan Tiongkok juga memajang anggrek bulan setinggi 20 cm sarat bunga seperti chin, little lady, be trees, dan sogo sweet.

Direktur CoHor, Oscar Niezer.

Direktur CoHor, Oscar Niezer.

Tren 2 tahun
Sebulan sebelum acara Floria 2015, di Bangkok, Thailand, berlangsung ekshibisi Horti Asia. Salah satu peserta pameran, PT Sogo Team dari Taiwan memajang setidaknya 50 jenis anggrek mini terbarunya. Semua anggrek itu masih mengenakan kode nomor, tanpa nama varietas, karena belum dirilis menjadi varietas. Contoh F-3777 yang bertangkai bunga 30 cm terdiri atas 50 kuntum bunga berukuran 3—4 cm.

Ada lagi F-3974 memiliki tiga tangkai masing-masing setinggi 25 cm menyangga total 80-an bunga. Siapa tak berdecak melihat keelokan anggrek bulan mini kompak? “Phalaenopsis mini sangat populer di seluruh dunia pada dua tahun terakhir,” kata penganggrek dari Milan, Italia, Alessandro Valenza, kepada Trubus. Menurut Valenza tren anggrek mini melanda berbagai negara seperti Belanda, Perancis, Denmark, Italia, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia.

Phalaenopsis mini berdarah anggrek Indonesia lebih eksotis.

Phalaenopsis mini berdarah anggrek Indonesia lebih eksotis.

Belanda produsen utama anggrek liliput itu. “Negara itu membuat anggrek mini sebagai komoditas komersial,” kata Valenza yang mengelola nursery H2Orchids di Marzio, 70 km dari Milan. Produksi phalaenopsis negeri Kincir Angin itu 150-juta pot per tahun. Bila 5% merupakan phalaenopsis mini setara 3-juta pot, bukanlah angka kecil. Kini phalaenopsis berkembang menjadi tanaman pot paling populer di sana.

Pada musim panas 2012 Trubus melihat sosok anggrek bulan mini berbunga semarak dengan warna kuning terang di nurseri Anthura di kota Bleiswijk. Menurut pemilik nurseri, Nic van der Knaap, si kuning mungil itu salah satu andalan terbaru Anthura. Phalaenopsis itu masih berupa kode. Sosok pendek, bunga lebat sehingga cocok sebagai tanaman pot penghias ruangan.

Anggrek bulan mini dalam gelas kaca koleksi VG Orchids, Belanda.

Anggrek bulan mini dalam gelas kaca koleksi VG Orchids, Belanda.

Menurut Nic tren anggrek memang mengarah pada sosok pendek. Anthura dikenal sebagai produsen anthurium dan phalaenopsis berkualitas dengan jenis-jenis baru yang terus bermunculan. Di ruang tamu kantor Anthura phalaenopsis mini berbunga merah muda menghias meja. Cor van Geest sepakat bahwa phalaenopsis mini kini tengah tren. Pemilik nurseri VG orchids di Ne De Lier di Belanda itu juga memproduksi anggrek bulan mini.

Baca juga:  Gairah Bertani di Kebun Kota

Di nurserinya tampak hamparan anggrek bulan dalam pot berdiameter sekitar 8 cm dengan tangkai bunga kira-kira setinggi jengkal. Yang istimewa bunganya yang mungil berwarna kebiruan—warna yang belum pernah ada pada phalaenopsis. Si biru yang diperoleh dari hasil rekayasa pascapanen itu menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Flora Holland Award pada Mei 2011. Di ajang itu royal blue—nama si biru—menang dalam kategori konsep. Para juri menilai si bangsawan biru begitu menarik.

Phalaenopsis mini produksi Anthura (2012).

Phalaenopsis mini produksi Anthura (2012).

VG Orchids memamerkan beragam phalaenopsis mini dalam aneka bentuk dan warna pot sehingga terlihat seronok. Sebut saja phalaenopsis mini di pot gelas dengan media jel. Atau si mini di dalam pot kaca yang dibungkus kertas berwarna sehingga pas untuk cenderamata. Riet van Staalduinen di Rotterdam, Belanda, berbinar-binar menerima phalaenopsis mini biru dari suaminya, Henk van Staalduinen. Henk memperoleh si biru dari kebun VG Orchids.

Tanahair
Bagaimana perkembangan anggrek mini di Indonesia? Penganggrek di Lembang, Bandung, Rizal Djaafarer, meriset anggrek mini sejak 2000-an atau lebih 15 tahun silam. Saat penyilang lain getol menghasilkan bunga phalaenopsis berukuran besar, Rizal malah melawan arus dengan menghasilkan anggrek novelti dan anggrek meja. Beberapa di antaranya menjadi “best seller”, yaitu R-992, R- 995, dan R-1002. Rizal memang cukup produktif menghasilkan bibit anggrek.

Para pehobi di berbagai negara menggemari anggrek mini.

Para pehobi di berbagai negara menggemari anggrek mini.

Dalam sebulan Ia melepas 3.500 botol anggrek ke pasaran. Sebanyak 20% merupakan anggrek mini. Sebagian besar memang masih mengikuti selera pasar, tapi menciptakan anggrek mini tetap obsesi ayah 2 anak itu. Menurut Rizal untuk menciptakan anggrek mini butuh waktu 6—12 tahun. Bila hanya sekadar kecil, cukup 3—6 tahun. Namun, bila ingin memberi corak atau warna, maka perlu 12 tahun.

Untuk menciptakan phalaenopsis mini, Rizal—dan para penyilang mancanegara—memanfaatkan Phalaenopsis equestris sebagai indukan. Anggrek berhabitat asli di Filipina itu berciri khas bentuk bunga dan bunga keluar di semua sisi dan lidahnya tidak bercabang. Rizal menyilangkan equestris dengan phalaenopsis berbunga besar yang menghasilkan anggrek berbunga medium.

Ia lalu menyilangkan kembali anggrek berbunga medium itu dengan equestris sehingga ukuran bunga menjadi lebih kecil dan berbunga serempak dan lebat. Hasil silangan itu juga bercabang-cabang, 3—4 atau lebih, dan memberi garis-garis pada bunga. Sebuah tangkai terdiri atas belasan kuntum bunga. Setelah itu Rizal menyilangkan sekali lagi dengan anggrek lain seperti P. lueddemanniana, P. amboinensis, dan P. gigantea untuk memperoleh motif tertentu.

Bangsawan biru, peraih Holland Award 2011.

Bangsawan biru, peraih Holland Award 2011.

Pada penyilangan terakhir itulah anggrek Indonesia sangat berperan, kebanyakan memberi warna kuning pada keturunannya. Bila akan menghasilkan anakan berbunga merah muda atau lebih gelap, pilihan jatuh pada P. pulchra atau P. lueddemanniana untuk menegaskan garis dan warnanya. Untuk mendapatkan anakan bertangkai kokoh dan tegak, Rizal menyilangkan dengan anggrek doritis. Tujuan lain, diharapkan lahir phalaenopsis berbunga di dataran rendah karena doritis dapat berbunga di dataran rendah.

Baca juga:  Kampiun Asal Binjai

Anggrek suvenir
Soal indukan equistris, Taiwan diduga menyeleksinya secara ketat untuk mendapatkan tangkai pendek. Sosok asli P. equestris itu bertangkai panjang, mencapai 40 cm. Untuk mendapatkan tangkai sepanjang 20 cm melalui seleksi ketat, bukan hasil persilangan. Itu terlihat dari bentuk bunganya yang sangat kental sifat equestris. Bila hasil silangan, bentuk bunga equestris akan berubah.

Anggrek mini cocok untuk suvenir.

Anggrek mini cocok untuk suvenir.

Selain itu, bila melalui persilangan, perlu waktu lama untuk mendapat tangkai pendek 15—20 cm. “Kalau saya bisa dapat anggrek mini keluaran terbaru Taiwan, akan lahir banyak varian baru ke depan,” kata Rizal yang berhasrat ingin membuat anggrek sebagai suvenir dalam dua tahun ke depan. Anggrek suvenir itu hanya sejengkal atau maksimal 30 cm. Rizal memang mengubah target pasar.

Gandrung phalaenopsis mini juga terjadi di Jepang. Menurut Senior Adviser OTA Floriculture Auction, Jepang, Jun Ueda, pada 2010—2014 volume impor phalaenopsis Jepang terus meningkat. Pada 2010, phalaenopsis hanya menempati urutan ke-20. Namun pada 2014, phalaenopsis menempati peringkat ke-14, masih dikalahkan bunga potong, seperti krisan, dan mawar.

Para pengusaha Floricultura harus memperhitungan biaya dan pemasukan dalam satu ruang per satuan waktu. Menurut M. Takahashi, pemain anggrek di Jepang harus berhitung jumlah uang yang masuk dalam sehari, sebulan, dan setahun dari luasan 1 m2 itu. Di Indonesia, tanaman kecil menggunakan pot besar. Itu menghabiskan banyak media, tempat, air, dan pupuk. “Kami di Jepang harus selalu mengambil langkah-langkah efisiensi,” ujar Takahashi.

Rizal Djaafarer pelopor phalaenopsis mini di Indonesia.

Rizal Djaafarer pelopor phalaenopsis mini di Indonesia.

Efisiensi itulah salah satu kelebihan anggrek kecil karena tidak perlu lahan luas. Menurut Direktur CoHort, konsultan bisnis hortikultura, Oscar Niezer, ”Saat ini keuntungan perusahaan bisa diperoleh dari 3P, yakni people, planet, dan profit.”

Untuk itu industri hortikultura melakukan berbagai inovasi dalam bidang biaya tenaga kerja, penekanan dampak lingkungan, penghematan energi, peningkatan kualitas produksi, serta produktivitas tanaman per m2. Inovasi pada sektor produktivitas itulah yang dilakukan produsen anggrek, yakni menciptakan anggrek mini untuk menghemat tempat.

Harga jual si mini relatif sama dengan anggrek berukuran normal. Di ekshibisi Floria, misalnya, harga anggrek mini RM18 setara Rp73.000 per pot, sedangkan anggrek bunga besar RM25 sekitar Rp100.000 per pot.

Menurut, Rizal Djaafarer harga anggrek mini memang sama atau tidak jauh beda dengan anggrek ukuran normal, tergantung pengemasan, dan posisi tawar di pasar. Bila menjadi pendahulu, produsen tetap bisa mendapatkan harga bagus. Menurut Valenza keuntungannya bagi konsumen, umur phalaenopsis mini jauh lebih panjang daripada tanamah hias semusim sehingga dapat dipajang lebih lama. (Syah Angkasa/Peliput: Evy Syariefa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *