Pevita Naik Takhta 1
ER’s Pevita meraih best of breed (BOB).

ER’s Pevita meraih best of breed (BOB).

ER’s Pevita menyabet best of breed (BOB) kontes kelinci jersey wooly tingkat nasional.

Arie Wardhani memeriksa satu per satu kelinci hias itu dengan seksama. Mula-mula ia mengamati telinga. Ia merabanya untuk merasakan ketebalan organ itu dan melihat tato. Arie lantas memeriksa kesehatan mata, hidung, gigi, kuku hingga alat kelamin. Ekor juga tak luput dari pemeriksaan Arie. Ia memeriksa apakah ekor ada yang patah atau tidak.

Juri kontes itu memeriksa setiap bagian tubuh kelinci dengan sangat hati-hati. Untuk menilai seekor kelinci Arie membutuhkan waktu 5—10 menit. Pemeriksaan itu untuk menilai performa kelinci yang sedang dipertandingkan dalam kontes. Dari porsi general type yang terdiri atas bodi, kepala, mata, dan telinga menyumbang poin 58%. Sisanya, bulu 27%, warna 10%, dan kondisi 5%.

Drew’s Joe milik Insan Yondi Saputra peraih best opposite sex of breed (BOSB).

Drew’s Joe milik Insan Yondi Saputra peraih best opposite sex of breed (BOSB).

Best of breed
Setelah pemeriksaan tiap kelinci usai, Arie menunjuk juara di masing-masing kelas. Untuk memperoleh gelar tertinggi yaitu best of breed (BOB), juara di tiap kelas itu diadu kembali. Pada akhir penilaian, Arie menunjuk ER’s Pevita milik Eneru Pasetio sebagai best of breed. Sementara untuk best opposite sex of breed (BOSB) jatuh kepada Drew’s Joe milik Insan Yondi Saputra.

ER’s Pevita memang layak menjadi jawara. Kelinci berumur 8 bulan itu dalam puncak penampilannya. Menurut Arie, Pevita memiliki performa mendekati standar. “Kepala agak kotak dengan bodi compact,” ujar Arie. Compact di sini dalam artian perbandingan antara kepala dan badan 1:2. Penilaian peserta kontes sendiri mengacu pada standar American Rabbit Breeder Association (ARBA).

Baca juga:  Atasi Bulu Rontok

Kemenangan Pevita bukan keberuntungan semata. Sang pemilik, Eneru Prasetio mempersiapkan dengan matang kelinci betina itu jauh hari sebelum kontes berlangsung. Agar penampilan prima, Eneru memberikan vitamin guna menjaga stamina dan bulu kelinci. “Pemberian vitamin sekali sehari selama sebulan menjelang kontes,” katanya. Agar bulu kelinci lebih lembut, Eneru juga menyisir bulu Pevita sekali dalam sepekan.

Penyerahan penghargaan dari Al Furqan Wiren, presiden Jersey Wooly Indonesia kepada Eneru Prasetio (kiri).

Penyerahan penghargaan dari Al Furqan Wiren, presiden Jersey Wooly Indonesia kepada Eneru Prasetio (kiri).

Untuk pakan, pria dari Bandung, Jawa Barat, itu memberikan pelet 100 gram per hari. Pakan tambahan lain, rumput hay atau jerami impor kering. Pakan itu mengandung protein 16% dan serat 22%. Dengan porsi itu membuat bodi kelinci menjadi lebih padat. Efek lainnya, “Tekstur bulu menjadi lebih bagus,” jelas Eneru.

Begitu juga Insan Yondi Saputra, pemilik Drew’s Joe peraih BOSB, juga memberikan perlakuan khusus untuk Joe. “Kuncinya ada di perawatan, pakan, dan lingkungan,” ungkapnya. Agar kelinci merasa nyaman, Insan menjaga suhu kandang tetap optimal. Misalnya dengan meletakkan kandang di dalam ruangan atau memberikan exhause fan.

Sementara untuk pakan, Insan memberikan serat seimbang, pelet, dan oat. “Serat harus selalu ada,” katanya. Pehobi di Ciputat, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu juga mempertahankan bulu agar tidak gimbal dan berwarna kuning karena terkena urine kelinci. Caranya dengan memandikan dan menggrooming. Untuk membuat stamina kelinci berumur setahun itu tetap sehat, Insan memberikan vaksin berupa suntikan atau pemberian lewat mulut untuk mencegah cacing dan skabies. Manfaat lain, “Memicu bulu lebih mengilap dan rapat,” kata Insan.

Arie Wardhani menilai peserta kontes.

Arie Wardhani menilai peserta kontes.

Meriah
Kontes kelinci hias pada 5 April 2015 di Sky Garden, Living World, Alam Sutera, Tangerang Selatan, itu cukup meriah. Meski hujan mengguyur saat kontes berlangsung, antusiasme pehobi masih tinggi. Itu terbukti dengan mereka rela menunggu pengumuman juara hingga malam.

Baca juga:  Penghalang Panas Dalam

Penyelenggara kontes adalah Jersey Wooly Indonesia. “Kontes diadakan untuk merayakan ulang tahun yang ketiga Jersey Wooly Indonesia,” ujar Al Furqan Wiren, ketua panitia sekaligus presiden Jersey Wooly Indonesia. Meski kontes hanya dipertandingkan kelinci jenis jersey wooly, tetapi kontes terbagi dalam lima kelas. Pembagian kelas berdasar corak bulu kelinci, yakni, agouti, broken, shaded, self, dan tan.

Panitia menunjuk Arie Wardhani dari Bekasi, Jawa Barat, sebagai juri. Al Furqan menjelaskan, peserta yang berpartisipasi dalam kontes bukan hanya dari dalam kota. Bahkan peserta dari Bandung dan Yogyakarta turut hadir memeriahkan kontes. “Total peserta mencapai 65 ekor dan rata-rata kualitas peserta cukup bagus,” ujar Arie Wardhani. (Desi Sayyidati Rahimah)

COVER 1.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments