Petik Khasiat Daun Zaitun 1
Bukan hanya buah, daun zaitun pun berkhasiat

Bukan hanya buah, daun zaitun pun berkhasiat

Zaitun dari gurun tumbuh subur di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di lokasi berketinggian 143 meter di atas permukaan laut (dpl) itu, 1.000 pohon zaitun tumbuh subur dan tertata rapi. Sekeliling pohon bersih dari gulma. Umur tanaman berbeda-beda, mulai dari 1 tahun hingga 3 tahun.

Penerapan jarak tanam pun tak sama, yakni 3 meter dan 1 meter. “Jarak antartanaman 3 meter cukup lebar sehingga bisa dimanfaatkan untuk penggembalaan,” ujar penanggung jawab Jonggol Farm, Tanfidz Syuriansyah.

Sebab, perkebunan di Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu menerapkan sistem pertanian terintegrasi. Selain membudidayakan zaitun, Jonggol Farm juga beternak kambing dan domba. Sementara jarak 1 meter untuk penanaman zaitun secara intensif. Penanaman dengan membuat guludan setinggi 50 cm. Dari total luas lahan 15 ha, sekitar 3 ha untuk penanaman zaitun Olea europaea.

Perbanyakan zaitun secara kultur jaringan menggunakan setek mikro

Perbanyakan zaitun secara kultur jaringan menggunakan setek mikro

Perbanyak bibit
Tanfidz menanam zaitun black mission, picual, dan arbequina. Untuk memperoleh tanaman anggota famili Oleaceae, pemilik Jonggol Farm, Muhaimin Iqbal survei ke Maroko pada 2013. Di sana tumbuh tanaman zaitun yang berumur ribuan tahun dengan konsep kebun food forest. Iqbal meniru konsep itu dengan menerapkan konsep quranic agro forestry—menanam beragam spesies yang disebut dalam Al Quran.

Iqbal berhasil memperoleh setek zaitun berdiameter 5 cm dan tinggi 30 cm untuk ditanam di tanahair. Akibat proses pengurusan impor cukup lama, bibit membusuk, yang terselamatkan 20 bibit. Untuk memenuhi kebutuhan bibit yang banyak ia mengambil dari komunitas zaitun di Indonesia. Ia juga memperbanyak sendiri zaitun.

“Cara perbanyakan kami tergolong tidak lazim, micro cutting,” ucap Sais—panggilan Tanfidz Syuriansyah. Micro cutting merupakan salah satu tehnik perbanyakan kultur jaringan. Plantlet hasil perbanyakan zaitun disimpan di laboratorium bersuhu 260C dan kelembapan 60%. Laboratorium kultur jaringan beroperasi sejak 2013 dan hingga kini menghasilkan ribuan calon individu baru. Bahan perbanyakan yang digunakan 4 ruas teratas tanaman zaitun karena kandungan auksin masih banyak.

Baca juga:  Kopi Spesial dari Rinjani

Menurut Ir Retno Mastuti, MAgSc DAg Sc, ahli Biologi dari Universitas Brawijaya, penggunaan bahan setek di bagian dekat pucuk sudah tepat. Sebab, sesuai arah transpor auksin dari tunas ke arah pangkal akar. “Jarak itu lebih dekat dengan sumber sintesis auksin,” katanya. Penggunaan batang jauh dari pucuk masih dapat dilakukan. Namun, tingkat keberhasilannya lebih rendah dibandingkan setek pucuk.

Tanfidz Syuriansyah, “Jonggol Farm menerapkan konsep kebun Quran”

Tanfidz Syuriansyah, “Jonggol Farm menerapkan konsep kebun Quran”

Keberhasilan micro cutting mencapai 60%. Bahkan, di Depok, Jawa Barat, keberhasilannya mencapai 90%. Jonggol Farm memperbanyakan tanaman zaitun di greenhouse seluas 2.000 m². Bibit hasil micro cutting ditanam di nampan bermedia tanam sekam dan kotoran hewan, perbandingan 1:1. Lalu, tutup bagian atas nampan menggunakan plastik. “Fungsinya menjaga kelembapan,” ujar Sais.

Nampan pembibitan itu disimpan dalam greenhouse dengan pengairan secara otomatis menggunakan sprinkler selama 24 jam. Setelah 3—4 pekan bibit siap dipindahkan ke polibag bermedia sekam, kotoran hewan, dan pasir perbandingan 1:1:1. Kemudian letakkan polibag di dalam greenhouse selama sebulan. Setelah itu pindahkan bibit ke area yang lebih panas. Bibit zaitun siap tanam saat berumur 10 bulan dengan ketinggian 30—50 cm.

Khasiat daun
Menurut Tanfidz Syuriansyah, “Kunci keberhasilan pembibitan pada mikro klimat.” Perawatan zaitun tergolong mudah. “Intinya cukup sinar matahari,” ujar almunus Universitas Islam Bandung itu. Ia hanya memberikan pupuk kandang 25 kg di bawah tajuk terjauh. Jika ada kematian pun biasanya akibat terendam air hujan.

Zaitun identik dengan tanaman gurun. Di tanahair tanaman anggota keluarga Oleaceae itu dikenal sulit berbuah. Sebab, untuk menghasilkan buah zaitun membutuhkan suhu terendah 9°C dan suhu tertinggi 30°C. Di Jonggol Farm tanaman lambang perdamaian itu belum berbuah. “Meski dikatakan zaitun tidak cocok di Indonesia, kami fokus ke daunnya,” ujar Sais. Daun zaitun terkenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.

Baca juga:  Teri Surga

Riset LI Somova dari Departemen Fisiologi, University of Durban-Westville, Afrika Selatan, dalam Journal of Ethnopharmacology menyebutkan daun zaitun memiliki efek antihipertensi, antiatherosklerosis, dan antioksidan. Riset lain, Khayyal MT bersama rekan di Departemen Farmakologi, Cairo University, Mesir, membuktikan daun zaitun memang memiliki efek menurunkan tekanan darah.

Tingkat keberhasilan perbanyakan bibit zaitun mencapai 60%

Tingkat keberhasilan perbanyakan bibit zaitun mencapai 60%

Oleh karena itu Jonggol Farm mengolah daun zaitun menjadi produk kesehatan mirip teh celup dan ekstrak kapsul. Daun zaitun mampu mengatasi penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, kanker, dan diabetes. Pengolahan produk zaitun memanfaatkan daun hasil pangkasan, baik pada tanaman produksi maupun di pembibitan.

Untuk memperoleh sari pati daun zaitun Jonggol Farm menggunakan ekstraksi dingin. Sebab, senyawa aktif pada beberapa tanaman akan rusak dengan proses pemanasan. Sementara proses pengolahan zaitun celup dengan mencacah daun, lalu mengeringanginkan sekitar sepekan. Jonggol Farm tidak fokus kepada penjualan, tetapi lebih memfokuskan ke kebun pembelajaran. Meski begitu permintaan bibit zaitun yang datang ke sana cukup banyak.

Lima tahun terakhir banyak pihak di Indonesia ingin mengembangkan tanaman anggota famili petaling-petalingan itu. Meski tanaman belum berbuah, pekebun tetap dapat memetik daun yang multikhasiat. (Desi Sayyidati Rahimah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments