Para petani Indonesia terus sukses di berbagai lahan pertanian. Baru-baru ini petani di Yogyakarta sukses memanen padi Sygenta atau yang lebih dikenal dengan nama Ciherang.

Para petani tersebut tergabung dalam Kelompok Tani Taruno Mulyo yang terletak di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Mereka memanen padi di atas bulak panggung seluas 78 hektare.

Hasilnya memuaskan. Padi Ciherang tersebut tidak terserang hama, baik tikus atau burung.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Edy Harmanta, terdapat empat petak sawah yang dijadikan contoh pengembangan padi Ciherang tersebut. Keempat petak sawah itu ditanami dengan komposisi pupuk yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, petak A ditanami dengan pupuk urea 500 kilogram. Hasilnya Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 11,2 ton per hektare.

Sementara petak B lain lagi. Petak tersebut ditanami macam-macam pupuk seperti 500 kg pupuk organik, 248 kg NPK dan 248 kg urea. Hasilnya Petak B memproduksi GKP sebesar 12,8 ton per hektare.

Sementara petak C menggunakan 500 kg pupuk organik, 300 kg NPK, dan 200 kg urea. Hasilnya petak C menghasilkan GKP 10,4 ton per hektare.

Terakhir, petak D menggunakan 500 kg pupuk organik, 300 kg NPK, dan 200 kg urea plus Za. Hasilnya GKP Petak D mencapai 11,2 ton per hektare.

Adanya kesuksesan panen padi Ciherang membuat Kelompok Tani Taruno Mulyo berbangga hati. Kini mereka bisa menikmati keberagaman varietas padi yang dihasilkan.

Selain itu mereka juga terbantu berkat akses mudah pada saprodi, benih, pupuk, dan obat-obatan. Penyalur resmi alat pendukung pertanian tersebut sangat mudah ditemukan di Dusun Bronggang yang terletak di Desa Argomulyo.

Di samping itu, Edy Harmanta juga mengatakan para petani telah diberikan informasi memadai tentang perawatan dan pengelolaan pertanian yang benar. Dengan demikian tidak heran jika mereka sukses memanen padi Ciherang.

Pada acara panen raya padi Ciherang yang digelar Senin (12/10/2015) kemarin, anggota Kelompok Tani Taruno Mulyo hadir memenuhi undangan di samping beberapa pihak terkait lain seperti Camat Cangkringan, Kepala Desa Argomulyo, Komandan Kodim 0732 Sleman, Kapolsek Cangkringan, Danramil Cangkringan, dan lain-lain.

Adanya kesuksesan seperti yang terjadi di Sleman, Yogyakarta ini patut menjadi teladan dan inspirasi bagi petan-petani lain di Indonesia yang sedang mengembangkan aneka varietas padi yang menjanjikan. Dengan aneka inovasi dan kreativitas yang terserap maksimal, dunia pertanian Indonesia kini semakin maju dan berkembang.

Sumber : t r i b u n n e w s . c o m