Ir Winarno Tohir, Ketua KTNA Pusat.

Ir Winarno Tohir, Ketua KTNA Pusat.

Ribuan anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) akan menjadi saksi perhelatan Pekan Nasional pada 6—11 Mei 2017 mendatang. Acara itu menjadi forum pertemuan sekaligus bertukar informasi antara para petani, peternak, pekebun, nelayan, peneliti, penyuluh, dan lembaga pemerintah serta swasta. Mereka berbagi semangat, tanggung jawab, serta kemandirian sebagai pelaku utama pembangunan pertanian.

Stadion Harapan Bangsa Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, bakal menjadi pusat gravitasi acara akbar selama 5 hari itu. Sebanyak 35.000 perwakilan kelompok tani dan nelayan dari 34 provinsi membuat suasana Kota Banda Aceh riuh rendah. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam berbenah menyambut gelaran itu dengan mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung.

Teknologi baru
Dua tahun sebelum Penas, setiap provinsi menyelenggarakan pekan daerah (Peda) untuk memunculkan potensi dan masalah di daerah masing-masing. Potensi dan masalah itu menjadi bahan diskusi dalam Penas. Peda juga menjadi ajang seleksi peserta yang mewakili provinsi dalam Penas. Acara 4 tahunan itu menampilkan teknologi mutakhir, riset, dan inovasi terbaru pertanian yang menunjang peningkatan produksi dan efisiensi.

Teknik pertanian yang dapat meningkatkan hasil seperti aplikasi sistem jajar legowo, penggunaan combine harvester untuk meningkatkan efektivitas panen, dan pengenalan varietas unggul baru tanaman pertanian dan perkebunan. Ketua KTNA, Ir Winarno Tohir, menjelaskan acara itu terdiri atas 7 bidang, yaitu rangkaian pembukaan dan penutupan, kemandirian usaha dan jaringan informasi agirbisnis, temu profesi, kepemimpinan dan kemandirian kelompok tani.

Sistem penanaman jajar legowo kembali disosialisasikan di penas KTNA XV.

Sistem penanaman jajar legowo kembali disosialisasikan di penas KTNA XV.

Bidang lain adalah kemitraan usaha dan jaringan informasi agribisnis, perkembangan teknologi dan kualitas produksi agribisnis, pengembangan wirausaha petani nelayan dan kesadaran lingkungan, serta sinkronisasi program pertanian pusat dan daerah. Dari ketujuh bidang itu akan diselenggarakan 35 acara kegiatan seperti rembuk, temu profesi, pameran dan promosi, ekspo akuakultur, ekspo agroforestri lestari, ekspo dan kontes peternakan, dan kontes.

Baca juga:  Lima Liter Lebih Banyak

Ada pula acara lelang, temu usaha, studi banding, asah terampil, outbond, pergelaran seni budaya, dan gelar teknologi. Tema Penas XV mendatang adalah “Memantapkan Kelembagaan Tani Nelayan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam rangka Kemandirian, Ketahanan, dan Kedaulatan Pangan Menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia. Menurut Ketua KTNA Aceh, Zakaria Affan, kelompok tani dan nelayan dapat mandiri mengelola usaha dan mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah.

Sepulang dari Penas, peserta diharapkan membawa ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru dan dapat menularkan ilmunya kepada kelompok tani di daerah masing-masing. Dengan demikian, mereka dapat memperbaiki produktivitas dan kualitas produk sehingga menambah kesejahteraan keluarga petani sebagai rahim bangsa. (Muhammad Awaluddin)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d