Anthurium jenmanii koleksi Eddy Pranoto.

Anthurium jenmanii koleksi Eddy Pranoto.

 

Inilah sosok eksotis Anthurium jenmanii. Warna hitam pekatnya menjadi daya tarik.

Meski belum genap setahun, Anthurium jenmanii hitam koleksi Eddy Pranoto itu sudah unjuk kelas keindahannya. Sepuluh daun yang menghiasi, terdiri atas 5 helai daun besar dan 5 helai daun kecil. Layaknya Anthurium jenmanii, tampilan daun tampak tebal seluruhnya. Yang berbeda, daun-daun itu berwarna hitam solid. Helai daunnya dipenuhi urat-urat tegas dan banyak. “Tidak banyak anthurium hitam yang berkarakter bagus,” ungkap Eddy Pranoto.

Black mamba koleksi Nugrus Rudi Kristanto.

Black mamba koleksi Nugrus Rudi Kristanto.

Ketiga karakter unggulan anthurium itulah yang membedakannya dengan jenis serupa. “Karakter seperti itu dambaan kolektor anthurium umumnya,” ujar kolektor yang sering didapuk juri anthurium nasional itu. Wajar bila sosok anthurium itu menjadi salah satu kebanggaan warga Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Eksotis

Tak hanya Eddy, di Semarang, Nugrus Rudi Kristanto pun memiliki anthurium hitam yang disebutnya black mamba. Tanaman anggota keluarga Araceae itu memiliki daun dominan hitam legam. Hanya pucuk daun berwarna hijau cerah, sangat kontras dengan daun lainnya. Tepi daun bergelombang menambah eksotis penampilan black mamba. Dari sosoknya, anthurium koleksi Rudi Kristanto tergolong jenis Anthurium hookeri. Itu terlihat dari helaian daun yang tipis dan urat daun halus, dan tepi daun yang bergelombang.

Meski umumnya A. hookeri hitam lebih cocok sebagai penghias taman, tetapi lain kebiasaan di Thailand. Sebuah lomba tanaman hias di Suan Luang, Thailand akhir 2017, mengikutsertakan A. hookeri hitam. Daya tariknya ternyata sangat kuat. Peserta dengan nomor 101 itu, terlihat berwarna hitam legam dan mengilap. Ia bersaing dengan sejumlah anthurium berdaun tricolor yang juga tidak kalah indahnya.

Anthurium hookeri hitam berhasil meraih juara di lomba tanaman di Thailand.

Anthurium hookeri hitam berhasil meraih juara di lomba tanaman di Thailand.

Menurut juri kontes, Pramote Rojruansang, penampilan anthurium hitam itu super prima. Daun hitam legam, mulus, dan mengilap, menandakan tanaman sangat sehat. Memang saat muda daun hanya tampak hijau gelap. Namun, begitu makin dewasa “rupa” pun bersolek hitam legam dan cemerlang. “Tidak banyak anthurium hitam semulus itu penampilannya,” ungkap Ciu, panggilan akrab Rojruansang. Dengan keunikan dan keistimewaannya, A. hookeri hitam itu dinobatkan sebagai anthurium terbaik di kelas hookeri..

Jenmanii hitam, menuju kualitas tinggi.

Jenmanii hitam, menuju kualitas tinggi.

Sebenarnya terdapat dua karakter anthurium hitam yang beredar di masyarakat. Satu, daun muda hitam tetapi berubah hijau gelap ketika menua. Dua, pucuk daun muda hijau, kemudian beralih hitam setelah daun dewasa. Umumnya anthurium hitam, memiliki helaian daun tipis dan berurat sedikit sehingga karakternya mirip A. hookeri. Karakter demikian relatif kurang istimewa bagi kolektor anthurium di Indonesia. Hadirnya anthurium hitam terutama jenis A. jenmanii mengubah karakter menjadi sangat istimewa.

Baca juga:  Tanam Melon Swasiram

Persentase kecil

Anthurium jenmanii black evolution, warna hitam sampai di balik daun.

Anthurium jenmanii black evolution, warna hitam sampai di balik daun.

Eddy Pranoto hanya memiliki satu A. jenmanii hitam legam. Karena itu, pemilik Aneka Nurseri itu begitu menyayangi dan berniat memperbanyak. “Bila ada anthurium hitam berkualitas bagus, pasti banyak kolektor yang melirik,” kata Eddy. Namun, karena jumlahnya terbatas, anthurium ini kurang populer bagi penggemar. Eddy tak menampik potensi anthurium hitam menjadi trend setter di masa dating.

Si hitam yang dimiliki Eddy Pranoto sebenarnya hasil silangannya sendiri. Ia mengawinkan indukan hitam tanpa nama 2 tahun silam. Dari ratusan biji yang disemai, hanya varian hitam itu yang tampak istimewa. Bibit silangan lainnya tak menonjol keunikannya. Kebanyakan berdaun tipis atau lebar dan tidak banyak urat.

Menurut Eddy, tingkat keberhasilan mendapat anthurium hitam istimewa sangatlah rendah. “Persentase keluar anak hitam lebih kecil dibanding dengan anthurium variegata,” ungkap Eddy yang rajin menyilang anthurium itu. Karena peluang mendapatkan seedling berkualitas baik sangat rendah sehingga bila ada yang berminat mendapatkan si hitam, harus siap merogoh kocek dalam-dalam. Ia mengungkapkan harga yang cukup layak, yaitu Rp3-4 juta. Padahal, anthurium biasa kurang dari Rp300.000. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d