Pesona Bunga Krisan Baru

Bunga krisan baru bersosok elok dan tahan lama.

Di tanah air bunga krisan Chrysanthemum indicum komoditas bunga potong primadona. Menurut data statistik Kementerian Pertanian luas panen bunga krisan pada 2014 paling tinggi di antara tanaman hias lain, yakni 964 ha. Total produksi dari luasan itu mencapai 427-juta tangkai bunga. Bandingkan dengan luas panen mawar hanya 341 ha dengan jumlah produksi 173-juta tangkai bunga.

Krisan iriani lahir dari hasil radiasi krisan varietas ririh.

Krisan iriani lahir dari hasil radiasi krisan varietas ririh.

Perkembangan luas panen dan produksi bunga krisan pun meningkat sepanjang 2000—2013. Pusat data dan informasi pertanian, Kementerian Pertanian mencatat rata-rata pertambahan luas panen krisan 25,84% per tahun setara 116 ha. Sementara persentase pertumbuhan produksinya mencapai 62,57% per tahun.

Luas panen dan produksi bunga yang melaju setiap tahun menunjukkan, kebutuhan bunga krisan di pasaran cukup tinggi.

Mutasi

Mayoritas masyarakat menggunakan bunga krisan sebagai bunga potong untuk berbagai keperluan seperti rangkaian bunga dan hiasan ruangan. Masyarakat menggemari seruni—nama lain krisan—lantaran kaya variasi warna, ukuran, dan bentuk.

Animo masyarakat terhadap keindahan bunga krisan yang kian tinggi membuat Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) di Cianjur, Jawa Barat, rajin meluncurkan krisan varietas unggul sejak 1998. Selama hampir dua dekade itu Balithi merilis total 70 varietas krisan varietas unggul.

Mayangratih memiliki bunga berukuran besar dan berwarna kuning tua.

Mayangratih memiliki bunga berukuran besar dan berwarna kuning tua.

Beberapa varietas unggulan koleksi Balithi adalah krisan rakitan Dr Ir Liauw Lia Sanjaya MS. Lia membidani kelahiran bunga krisan terbaik melalui proses radiasi. Alumnus Pemuliaan Tanaman, Institut Pertanian Bogor, itu harus melewati serangkaian tahapan penelitian demi memperoleh krisan idaman.

Sinta nuriyah krisan anyar rakitan Dr Ir Liauw Lia Sanjaya.

Sinta nuriyah krisan anyar rakitan Dr Ir Liauw Lia Sanjaya.

Lia mencari krisan yang berbunga besar, berwarna ‘tajam’, dan tahan serangan penyakit karat daun. Dari serangkaian proses uji dan seleksi yang ketat ia melahirkan sederet krisan unggul. Yang paling anyar sebut saja iriani agrihort, mayangratih agrihort, marini agrihort, dan sinta nuriyah agrihort.

Keempat seruni anyar itu cocok ditanam pada ketinggian tempat 750—1.200 m di atas permukaan laut (m dpl).

Semuanya memiliki kesamaan karakter yakni resisten terhadap serangan penyakit karat. Soal rupa tak perlu sangsi. Sebab bunga krisan mutasi itu berpenampilan begitu menawan. Kuntum bunga berukuran besar dengan petal bertumpuk rapat menyuguhkan sosok yang aduhai.

Ukuran bunga besar dan tunggal dikenal dengan tipe standar. Adapun bunga ukuran kecil dan banyak dikenal dengan tipe spray.

Marini lahir dari hasil radiasi krisan fiji kuning.

Marini lahir dari hasil radiasi krisan fiji kuning.

Ukuran besar

Iriani, mayangratih, dan marini sekilas memiliki kesamaan rupa, sebab sama-sama berwarna kuning. “Kuning merupakan warna kegemaran masyarakat selain merah dan putih,” ujar Lia Sanjaya.

Iriani merupakan mutasi dari varietas ririh. Sang mutan memiliki bunga berwarna kuning tua, sedangkan ririh berwarna putih. Diameter kuntum bunga iriani sekitar 15 cm. Petal bunga tebal dengan ujung runcing atau bergerigi.

Mayangratih berukuran lebih kecil dibanding dengan iriani. Diameter kuntum krisan mutasi dari varietas hibiki itu sekitar 13 cm. Kuntum mayangratih tetap segar meski berumur 16 hari pascapetik. Sementara marini merupakan turunan dari varietas fiji kuning. Diameter kuntum bunga marini paling kecil yakni 11 cm.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x