Anggrek ekor tikus, bunga anggrek langka dari Kalimantan.

Daun tanaman anggrek itu memanjang dan membulat seperti ekor tikus. Itulah sebabnya masyarakat menyebutnya anggrek ekor tikus. Penampilan tanaman yang khas itu membuat masyarakat mudah mengenali anggrek ekor tikus Paraphalaenopsis.

Di tanah Borneo Paraphalaenopsis menyebar di dua negara yakni Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah dan Serawak). Di dunia tanaman hias Paraphalaenopsis masuk dalam kategori anggrek langka.

Populasi di alam semakin sedikit bahkan terancam punah. Perburuan terus-menerus tanpa kendali menjadi penyebab utama. Luas area hutan yang menjadi habitat tanaman anggota famili Orchidaceae itu juga terus berkurang sehingga lambat laun habitatnya terus menyempit.

Empat spesies anggrek ekor tikus

Anggrek ekor tikus membutuhkan ruang tumbuh yang nyaman untuk bertahan hidup. Paraphalaenopsis menyukai lingkungan bersuhu hangat, tidak terlalu dingin maupun panas. Sirkulasi udara yang baik, kelembapan tinggi, serta sinar matahari cukup membuat tanaman tumbuh optimal.

P. serpentilingua tampil unik dengan bibir bunga seperti lidah ular.
Paraphalaenopsis serpentilingua tampil unik dengan bibir bunga seperti lidah ular.

Anggrek ekor tikus semula tergolong dalam marga Phalaenopsis alias anggrek bulan. Kemudian A.D. Hawkes dalam bukunya yang berjudul “Orquidea” memisahkannya menjadi marga tersendiri.

Penambahan kata “Para” di depan nama “Phalaenopsis” menandakan sang anggrek mirip dengan Phalaenopsis. Namun, berdasarkan hasil penelitian, karakter morfologi dan pola pita asam deoksiribonukleat (DNA, deoxyribonucleic acid) Paraphalaenopsis dan Phalaenopsis berkerabat jauh.

Oleh karena itu, persilangan antara keduanya sangat sulit dilakukan. Parapahaelonopsis justru lebih mudah disilangkan dengan marga Arachnis, Papilionanthe, Vanda, Renanthera, Aerides, dan Luisia. Paraphalaenopsis tumbuh secara epifit.

Akar udara tanaman ada yang memiliki cabang, ada pula yang tidak bercabang. Batang tanaman sangat pendek dan tertutup seludang daun. Bentuk daun membulat panjang menyerupai pensil alias terete, beralur, dan berwarna hijau gelap. Perhiasan bunga berjumlah 6 helai terdiri dari 3 kelopak dan 3 mahkota.

Salah satu helai mahkota bunganya disebut bibir bunga. Di seluruh dunia Paraphalaenopsis hanya memiliki 4 spesies yakni Paraphalaenopsis serpentilingua, Paraphalaenopsis laycockii, Paraphalaenopsis denevei, dan Paraphalaenopsis labukensis.

bunga anggrek paraphalaenopsis laycockii
Bunga Paraphalaenopsis laycockii yang sedang mekar mengeluarkan aroma wangi

Ahli botani asal Belanda, Johannes Jacobus Smith, pertama kali mendeskripsikan serpentilingua pada 1933. Serpentilingua berasal dari bahasa Latin yakni serpentina dan lingua.

Serpentina berarti seperti ular, sedangkan lingua berarti lidah. Ia memberikan nama itu lantaran ujung bibir bunga berbentuk seperti lidah ular. Populasi terbanyak serpentilingua berada di Provinsi Kalimantan Barat.

Bunga harum

Paraphalaenopsis serpentilingua tumbuh di hutan heterogen dan hutan rawa dataran rendah. Namun, ada juga yang hidup pada bebatuan berlumut berketinggian kurang dari 1.000 m di atas permukaan laut (dpl).

Baca juga:  Cara Budidaya Bunga Anggrek Bulan

Akar serpentilingua tebal dan tidak bercabang. Batang tanaman sangat pendek, hanya 3 cm. Panjang daun sekitar 50 cm dengan diameter 1 cm. Jumlah daun 3—7 helai.

Perbungaan muncul di pangkal ruas batang dengan jumlah bunga 2—8 kuntum. Bunga berukuran lebar 3—4 cm. Umumnya kuntum bunga serpentilingua berwarna putih, tetapi ada juga yang putih semburat merah jambu atau hijau kekuningan. Yang menarik posisi kelopak tengah bunga tidak tegak ke atas melainkan agak ke belakang.

Bibir bunga memanjang ke depan dengan ujung bercabang seperti lidah reptil. Serpentilingua berbunga sepanjang tahun. Dari hasil pengamatan tanaman koleksi di Kebun Raya Bogor tercatat serpentilingua berbunga pada Mei—Desember. Bunga mekar serempak dalam satu tangkai.

Kuncup bunga membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan hingga mekar. Bunga mekar bertahan selama 10 hari. Serpentilingua berbunga putih tidak beraroma, sedangkan yang berwarna putih bersemburat merah jambu beraroma harum.

Tanaman anggrek hasil kultur jaringan
Tanaman anggrek hasil kultur jaringan

Bunga yang diserbuki polen akan membesar dalam waktu 3—5 hari. Selanjutnya buah dapat dipanen setelah 5 bulan pascapolinasi. Sementara P. laycockii berasal dari nama John Laycock, orang pertama yang mendatangkan anggrek itu dari Provinsi Kalimantan Tengah, lalu membudidayakannya di Singapura. Mereka tumbuh di dataran rendah dan pegunungan.

Panjang daun laycockii bisa mencapai 1 m dengan diameter 1 cm. Jumlah daun 3—6 lembar. Di Kebun Raya Bogor laycockii berbunga pada Mei—September. Bunga mekar serempak usai menguncup selama 15 hari.

Sosok bunga laycockii berwarna putih atau putih semburat merah muda. Aroma bunga semerbak wangi. Bunga mekar bertahan 4—8 hari. Tangkai yang sangat pendek menopang kuntum bunga nan indah. Dalam satu tangkai biasanya berisi 2—12 kuntum bunga. Bunga berukuran panjang 6 cm dan lebar 7 cm.

Kelopak dan mahkota laycockii sama-sama berujung runcing. Kelopak tengah berbentuk lonjong, sedangkan kelopak lateral berbentuk bulat telur. Sementara mahkota bunga berbentuk lanset, tetapi agak berombak. Bibir bunga memanjang dan berwarna kuning dengan garis-garis merah kecokelatan.

Ujung bibir berwarna merah muda keunguan, lebar, dan terbelah dua. Bunga yang diserbuki polen akan membesar dalam 3—5 hari. Buah laycockii dipanen 4—5 bulan setelah penyerbukan.

bunga paraphalaenopsis denevei
Bunga Paraphalaenopsis denevei mekar serempak usai menguncup selama 1,5 bulan

Daun memanjang

Sebutan P. denevei berasal dari nama T.A de Neve, orang yang pertama kali mengirim tanaman itu ke Bogor, Jawa Barat. J.J. Smith memberikan nama itu untuk menghormati T.A de Neve.

Denevei menumpang hidup pada pohon-pohon tinggi yang tumbuh di pinggiran sungai hutan primer dataran rendah. Di habitatnya denevei menyukai pohon melaban Tristaniopsis sp. sebagai tempat tumbuh.

Baca juga:  6 Cara Budidaya Pohon Anting Putri dengan Mudah

Denevei dapat dijumpai di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat seperti Sambas, Singkawang, dan Sintang. Anggrek denevei membutuhkan sinar matahari cukup dan lingkungan yang lembap agar tumbuh optimal.

Akar tanaman bercabang. Batang tanaman sangat pendek, hanya 3,5 cm. Jumlah daun 3—6 helai. Panjang daun 30—70 cm dengan diameter 1 cm.

Perbungaan denevei muncul di ruas batang. Jumlah bunga 7—13 kuntum. Bunga berukuran panjang 4,5—5 cm dan lebar 5,5 cm. Warna bunga kuning kehijauan atau kuning kecokelatan. Kelopak lateral denevei sedikit lebar, sedangkan mahkota bunga lebih ramping.

Bibir bunga memanjang ke depan sepanjang 1 cm dengan ujung terbelah dua. Bunga mekar serempak usai menguncup selama 1,5 bulan.

bunga anggrek ekor tikus,Paraphalaenopsis
Ciri khas Paraphalaenopsis yakni berdaun bulat memanjang mirip ekor tikus

Aroma bunga harum tetapi tidak terlalu menyengat. Bunga yang mekar bertahan hingga 10 hari. Bunga yang sudah diserbuki menjadi buah dalam waktu 4 bulan. Selanjutnya buah dapat dipanen dan disemai bijinya.

Adapun labukensis mengacu pada nama tempat pertama kali anggrek itu ditemukan yakni Kualalabuk, Sabah, Malaysia. Kualalabuk merupakan kawasan bekas hutan yang sudah difungsikan untuk pertanian.

Labukensis banyak tumbuh di sepanjang Sungai Labuk. Kini status labukensis sangat langka sehingga usaha pelestarian dalam kawasan konservasi sangat dibutuhkan. Labukensis mudah dikenali dibandingkan dengan ketiga spesies Paraphalaenopsis yang lain.

Pasalnya daun labukensis sangat panjang hingga lebih dari 1 m. Jika kondisi tempat tumbuh subur, maka panjang daun bisa mencapai 2—3 m diameter 0,6—0,9 cm.

Akar labukensis tebal. Batang tanaman pendek rata-rata 3 cm. Perbungaan muncul di ruas batang. Jumlah bunga 5—15 kuntum. Aroma bunga harum, tetapi tidak menyengat. Bunga labukensis sangat elok. Warna bunga cokelat gelap keemasan mendominasi bagian tengah bunga.

Semakin ke tepi warna bunga berubah kuning kehijauan. Lebar bunga 5—6 cm. Kelopak lateral agak lebar dan mahkota bunga lebih ramping.

Hibrida paraphalaenopsis vs species alamBibir bunga lebar, bulat, dan berujung tumpul. Bila diperhatikan posisinya menekuk 90° ke bawah. Penampilannya pun menarik dengan warna putih kekuningan berhiaskan titik dan garis merah kecokelatan. Di habitat asalnya labukensis berbunga pada Maret, April, dan Agustus. Literatur lain menyebutkan, labukensis berbunga setahun sekali antara Februari—April.

bunga Paraphalaenopsis labukensis,bunga anggrek ekor tikus
Penampilan bunga Paraphalaenopsis labukensis elok dengan warna dasar cokelat gelap keemasan dan kuning kehijauan di bagian tepi.

Di Kebun Raya Bogor labukensis berbunga pada maret.Labukensis tumbuh di hutan pegunungan pada ketinggian tempat 500—1.000 meter di atas permukaan laut (dpl). Mereka tumbuh dengan posisi daun menggantung ke bawah pada batang atau percabangan pohon seperti pohon Gymnostoma sumatrana. Lazimnya anggrek itu menggantung di ketinggian 3—4 meter.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d