Persik Berduri

Kaktus pertama saya terima pada umur 15 tahun. Waktu itu saya baru lulus SMP. Meimei datang dari Selekta, Kota Batu, Jawa Timur, dan membawa bibit satu batang opuntia kecil. Opuntia adalah spesies kaktus paling umum. Bisa ditanam di mana saja. Ada yang buahnya bisa dimakan. Makanya disebut juga prickly pear – buah persik berduri.  Dalam bahasa Arab, kaktus disebut subbar artinya sabar.

Eka Budianta*

Eka Budianta*

Jadi ketika diberi kaktus, yang pertama terpikir adalah disuruh bersabar. Sabar dan sabar ya. Maklum belum tahu makna lain yang lebih mendalam, fungsi ekologis dan herbal, apa lagi nilai ekonominya. Lima puluh tahun berlalu. Saya masuk rumah jompo dan diajar bertanam kaktus. Instrukturnya, Yuni Rohayati, bilang kaktus juga mengisyaratkan harapan, ketabahan, bahkan ketulusan hati.

Lahan gersang
Ketika itu Rohayati bertutur, “Bertanam kaktus tidak perlu tempat luas. Cukup dengan pot kecil, ditaruh di jajaran rak, dirawat dengan tekun. Kalau sudah banyak dititipkan ke pasar swalayan untuk dijual.” Kaktus adalah tanaman hias paling bervariasi.  Harganya berkisar antara paling murah Rp5.000 sampai Rp20 juta satu pot.  Itu dapat dilihat dalam pameran flona tahunan.  Atau mengunjungi Istana Kaktus di Lembang, Jawa Barat.

Kaktus adalah bunga paling setia untuk segala bangsa.  Tak heran, Republik Meksiko memilihnya sebagai bendera, dengan ular dan elang di atasnya. Sejak tahun 2012 perdagangan kaktus marak melalui pesanan daring. Kaktus centong dibanderol Rp 35.000, sedangkan jenis-jenis kecil seperti siklam ungu, siklam merah, siklam dadu (merah muda), bintang hijau, rata-rata Rp26.000. Sekarang, lebih dari 1.700 macam kaktus mini dijual di berbagai pasar swalayan.

Bahkan benih kaktus impor dijual dalam amplop berkisar Rp45.000. Kalau tumbuh semua seharusnya menjadi 30 tanaman kaktus hias. Tingkat keberhasilannya 60 persen. Amerika Serikat, khususnya negara bagian Kalifornia, tetap merupakan produser dan eksportir kaktus terbesar dunia. Harap mafhum, kaktus memang tanaman pribumi negeri Abang Sam itu. Kaktus bisa tumbuh di tempat yang kering dan gersang.

Di gunung batu Rocky Mountains pun bisa tumbuh. Misalnya spesies Opuntia phaeacantha dan Opuntia polyacantha. Sejak 1788 bibit kaktus, kebanyakan Opuntia stricta, dari Brasil dibawa ke Australia. Awalnya untuk dikebunkan dan jadi pagar alamiah di tanah pertanian. Ada juga upaya membuat kaktus sebagai bahan industri pewarna. Namun, ternyata pertmbuhannyua cepat sekali dan berubah menjadi gulma.

Tirai kaktus
Dalam satu abad tak kurang 260.000 km² kawasan pertanian berubah menjadi Neraka Hijau yang menggusur para petani. Rimba kaktus merangsek dengan cepat, tumbuh meluas 4.000 km² dalam setahun dengan mencapai lebih dari 6 meter.  Pada 1919 pemerintah federal Australia membentuk Dewan Persemakmuran untuk mengatasi hama Persik Berduri.  Bagaimana caranya?

Ada tiga satwa pemangsa kaktus yang didatangkan secara alami. Satwa itu adalah bekicot khusus, kadal batu – iguana Cycura. Yang paling sukses ulat Cactoblastis cactorum.  Larva itu didatangkan dari Amerika selatan pada 1925 dan berhasil menahan meluasnya hutan kaktus, bahkan menjadi pahlawan. Meskipun begitu, pemanfaatan kaktus opuntia sebagai pagar tetap berlanjut. Pada 1961 pemerintah Kuba mengerahkan militernya untuk menanam pagar kaktus sepanjang 13 km mengitari pangkalan Angkatan Laut Amerika di Teluk Guantanamo.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x