1. Untuk memperoleh anthurium berkualitas bagus perlu perawatan sejak tanaman kecil. Seleksi tanaman saat berumur 6 bulan terdiri atas 6—8 daun. Saat itu terlihat karakter daun, pilih tanaman berdaun sehat, utuh, dan tanpa sobek.

2. Masukkan bibit terseleksi ke greenhouse untuk mencegah air hujan secara langsung. Berikan jaring di bawah atap greenhouse untuk mengurangi intensitas sinar matahari atau mencegah daun terbakar dan kering. Keperluan jaring berbeda-beda di setiap daerah tergantung intensitas penyinaran matahari.

3. Penyiraman setiap hari agar media tetap lembap. Ukur kandungan zat besi pada air penyiraman, idealnya 30—50 ppm. Unsur mikro itu berpengaruh signifikan pada tanaman daun. Kekurangan zat besi mempengaruhi proses respirasi dan fotosintesis. Dampaknya muncul gejala klorosis atau penguningan di antara tulang daun terutama pada daun muda. Bila kelebihan menyebabkan nekrosis, munculnya bercak-bercak hitam pada daun.

4. Bentuk daun anthurium yang roset menimbulkan masalah bila tanaman tumbuh ke samping atau miring. Untuk mengatasi itu, segera putar arah tanaman menyesuaikan arah matahari dan bentuk tanaman secara rutin setiap dua pekan sekali untuk membentuk tanaman agar tetap tegak.

5. Saat remaja pertumbuhan daun tanaman tampak kompak atau padat. Persiapkan tumbuhnya tunas baru dengan cara memberi tempat. Djarot menggunakan plastik untuk menyekat dan memberikan jalur tumbuh bagi daun muda. Permukan plastik licin sehingga tidak menggesek daun muda yang masih rentan sehingga mengurangi risiko sobek.

6. Cara lain, gunakan kawat berbentuk kait untuk menarik daun ke bawah hingga memberi ruang rumbuh pada daun muda. Teknik itu untuk memberikan jalur dan ruang untuk daun baru. Dengan cara itu pertumbuhan daun pun maksimal sekaligus mencegah pertumbuhan daun yang tidak bagus seperti daun miring, tidak proporsional, keriting, hingga sobek.

Baca juga:  Inovasi Agar Harga Terkendali

7. Pehobi anthurium di Jakarta Selatan, Dwi Bintarto, membungkus daun baru yang lentur dan tipis dengan plastik bening agar terlindungi. Penggunaan plastik bening dan lentur bertujuan agar bisa mengikuti bentuk daun saat tumbuh serta tidak mengganggu proses fotosintesis. Daun muda pun tidak mudah sobek saat bersinggungan dengan daun tua yang lebih tebal dan kaku. Bila daun muda sobek, sulit memperbaikinya.

8. Untuk mengarahkan pertumbuhan daun yang terlalu rendah Dwi menggunakan lidi dan stirofoam. Tujuannya agar daun tumbuh roset, tidak miring ke kiri atau ke kanan dan terlalu dekat media tanam.

9. Ia juga menerapkan teknik ganjal atau tarik menggunakan kawat pada tanaman, 3—4 bulan menjelang kontes. Tujuannya untuk membentuk tata letak daun agar tampil indah dengan susunan daun roset. Pehobi lazim melakukan teknik itu untuk mempercantik tanaman selama masih dalam batas wajar dan tidak mengubah karakter.

10. Pehobi anthurium dari Salatiga, Eddy Pranoto, menata dan memperbaiki posisi daun minimal 2 bulan sebelum kontes. Dengan waktu selama itu daun akan stabil dan tidak kembali ke posisi semula. Bila kurang dari itu biasanya daun masih berpotensi untuk kembali lagi.

11. Untuk mempercantik tampilan, potong akar yang tumbuh di tempat yang tidak seharusnya seperti menempel pangkal daun sehingga menekan pangkal daun dan menyebabkan daun patah. Akar yang tumbuh baik di sela-sela pangkal daun dapat dibiarkan tetap tumbuh. Akar itu membantu menopang tanaman sekaligus menambah penyerapan mutrisi bagi tanaman.

12. Dua hari menjelang kontes, Eddy membersihkan daun dari kotoran dan kerak air. Seka daun menggunakan kain basah. Untuk memaksimalkan hasil agar mengkilap, seka menggunakan susu atau madu. Penggunaan bahan itu berisiko mengundang serangga yang dapat merusak daun. Pengilap daun lain tersedia di pasaran. Setelah kontes bilas daun sampai bersih untuk mencegah bercak kuning pada daun.

Baca juga:  Manjur Atasi Kolesterol

13. Untuk memunculkan karakter daun, tempatkan anthurium di lokasi yang hangat seperti di lantai 2 rumah dengan rumah tanam yang tidak terlalu tinggi untuk menjaga kondisi tetap hangat.

14. Pupuk tanaman secara rutin 1—2 kali dalam sepekan, semprotkan fungisida dan insektisida sebulan sekali. Mendekati kontes ganti pot atau hanya menyarungi pot dengan pot lain yang lebih indah. Kesesuaian tanaman dan pot menambah poin pada penilaian serta performa tanaman. ***
580-H129-1

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d