Perisai Atasi Patek 1
Ancaman patek mengintai pekebun cabai saat musim hujan.

Ancaman patek mengintai pekebun cabai saat musim hujan.

Pertahanan sempurna melawan musuh utama.

Pekebun cabai di Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Usep Sirojudin, semringah melihat hamparan tanaman cabai keriting tampak sehat di lahan 7.000 m2. Buah-buah hijau dan merah menggantung di antara dedaunan. “Musim tanam kali ini berjalan mulus,” ujarnya. Padahal, ia sempat khawatir Capsicum annuum yang ditanam pada September 2014 itu bakal gagal panen.

Maklum, ancaman patek akibat serangan cendawan Colleotrichum sp. ketika curah hujan tinggi menjadi kendala utama. Kekhawatiran itu sirna saat tanaman berumur 40 hari pascatanam. Selain selamat dari serangan patek, tanaman pun sarat buah. Bandingkan dengan nasib pekebun lain. Seorang pekebun bahkan harus rela membabat tanaman di lahan 2.800 m2 akibat serangan patek. Usep patut bangga sebab ia mampu menangkal wabah patek di kebunnya.

Benteng
Hasil penanaman itu Usep memetik 900 kg cabai saat panen raya yang berlangsung hingga 3 kali tuai. Dengan harga jual Rp12.000 per kg, ia mengantongi pendapatan Rp10,8-juta.

Pria berusia 43 tahun itu menuturkan pemilihan pestisida yang tepat berperan penting dalam melawan patek. Ia mengandalkan Moltovin 345/35 SC produksi PT Nufarm Indonesia untuk membentengi tanaman.

Bina Prihattomo SP, Regional Sales Manager PT Nufarm Indonesia wilayah Jawa Barat.

Bina Prihattomo SP, Regional Sales Manager PT Nufarm Indonesia wilayah Jawa Barat.

Usep melarutkan fungisida berbahan aktif tembaga oksisulfat dan simoksanil itu sebanyak 250 cc dalam 200 liter air. Ia menyemprotkan larutan itu setiap lima hari hingga panen berakhir. “Tindakan itu untuk mencegah serangan patek pada buah,” ujarnya.

Bina Prihattomo SP, Regional Sales Manager PT Nufarm Indonesia wilayah Jawa Barat, menuturkan Moltovin merupakan fungisida majemuk yang berperan ganda untuk mencegah dan mengobati tanaman yang terserang busuk daun dan antraknosa alias patek.

Baca juga:  Daun Cabai Keriting

Pada tanaman dan buah cabai yang sehat moltovin berperan sebagai benteng untuk menangkal serangan. Sementara itu pada tanaman dan buah yang telanjur terserang, tugas moltovin mematikan cendawan. “Patek gampang menular sehingga fungisida yang digunakan harus memiliki kemampuan mencegah dan menghentikan invasi,” ujar Bina. Ia menuturkan patek merupakan musuh utama pekebun cabai.

Benih sehat
Peneliti cabai dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Muhamad Syukur SP MS menuturkan patek bisa menyerang semua tahap pertumbuhan, bahkan berpotensi menyerang buah pascapanen.

Pada buah yang masak akan muncul bercak cokelat kehitaman lantas busuk dan lunak. Ujung buah mengering, tetapi bagian lain masih hijau. Ada juga yang menyebabkan buah kering mengerut. Dampaknya pekebun merugi jutaan rupiah. Syukur menyarankan agar pekebun menghindari benih dari cabai yang terserang patek sebab dapat menular pada keturunan berikutnya, bahkan memicu gagal kecambah.

Doktor Pemuliaan Tanaman itu menuturkan penggunaan benih unggul bebas penyakit merupakan langkah awal menghindari serangan antraknosa diikuti dengan budidaya intensif. Pestisida masih menjadi andalan petani seperti Usep dan Prastopo untuk mengatasi atau mencegah serangan patek. Prastopo menanam 3.000 tanaman cabai yang ditumpangsarikan dengan tomat di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Serangan cendawan penyebab patek pada buah cabai siap panen.

Serangan cendawan penyebab patek pada buah cabai siap panen.

Pria berusia 35 tahun itu memilih Custodia 320 SC dan Galil 300 SC untuk melindungi tanaman. Keduanya merupakan fungsida dan insektida milik PT Royal Agro Indonesia. Prastopo mengencerkan 20 cc Sustodia dan 20 cc Galil dalam 16 liter air. Ia menyemprotkan larutan itu setiap 5 hari untuk melindungi tanaman dari serangan patek.

Hadi Suparno, Manajer Pengembangan PT Royal Agro Indonesia, menuturkan penyakit merupakan faktor pembatas terbesar budidaya cabai. “Biaya pengendalian penyakit mencapai 25% dari total biaya,” ujarnya. Custodia 320 SC adalah salah satu produk unggulan PT Royal Agro Indonesia yang andal mengatasi patek.

Baca juga:  Anjing Jumbo Asal Tibet

Fungsida sistemik itu bersifat mencegah dan menyembuhkan. Produk itu berbentuk pekatan suspensi dan berwarna putih dengan bahan aktif azoksistrobin dan tebukonazol. Sementara itu, Galil 300 SC merupakan insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan putih. Insektisida yang berbahan aktif imidakloprid dan bifentrin itu efektif melawan trips dan hama penggerek buah.

Biasanya pekebun menambahkan larutan perekat untuk meningkatkan efektivitas. Pada musim hujan, perekat sangat diperlukan sebab mempercepat penyerapan pestisida sehingga larutan bahan kimia tidak tercuci. Di pasaran terdapat beragam perekat seperti Tenac Sticker produksi PT Pertamina. Masykuri Rizki, Officer Formulating Plant PT Pertamina, menuturkan Tenac Striker bekerja meningkatkan adesi partikel bidang sasaran.

Itu mengurangi kemungkinan terjadinya butiran semprot pestisida luruh akibat guyuran hujan. “Produk itu juga mengandung surfaktan sehingga lebih gampang menempel,” ujarnya. Beragam strategi itu bertujuan untuk mengamankan panen cabai. (Andari Titisari/Peliput: Muhammad Awaluddin dan Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments