perbanyakan tanaman pisang

Buah pisang adalah buah yang berasal dari tanaman pisang. Buah ini merupakan sumber karbohidrat yang baik dan kaya akan potassium. Jumlah pisang yang dihasilkan sebanding dengan banyaknya tanaman pisang yang ada.

Oleh karena itu, mengetahui cara perbanyakan tanaman pisang yang baik dan cepat merupakan suatu keuntungan tersendiri bagi petani pisang.

Perkembangan kebun pisang kirana cepat karena menggunakan teknik perbanyakan mati meristem, hasilkan 8—15 bibit dari sebuah bonggol pisang. Semakin banyak bibit pisang yang dihasilkan, maka akan semakin banyak keunntungan yang didapat.

Ketika harga pisang naik

Para petani di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, beramai-ramai menanam pisang. Itu setelah harga buah pisang terkerek naik, Rp35.000 per tandan pada kirana—jenis yang dikembangkan di sana—2010.

kebun pisang
Kebun pisang

Padahal, semula harganya hanya Rp10.000 per tandan. Harap mafhum saat itu pisang emas kirana disukai pasar. Sayang, ketersediaan bibit terbatas. Sutino, pemilik lahan 5.000 m2 hanya memiliki beberapa tanaman induk. Semula mereka enggan menanam pisang karena mitos memakan buah pisang emas akan sial.

Menanam tanaman pisang dari bibit

Namun, ketika harga pisang melonjak, para petani di desa itu pun tergiur untuk membudidayakannya. Harga yang sangat tinggi itu menggoda masyarakat Srimulyo dan mengabaikan mitos buruk. Mereka pun mulai menanam pisang di sela-sela tanaman kopi dan cengkih.

Baca juga:  Bisnis Sayuran Perkotaan

Perbandingan perbanyakan bibit pisang

Mereka memisahkan anakan pisang emas di kebun sebagai bibit. Namun, dengan cara itu, mereka hanya mendapat 2—3 anakan per 2—3 bulan dari satu induk.

Dengan teknologi baru dengan mematikan meristem atau titik tumbuh, perbanyakan pisang pun sangat cepat. Untuk menghasilkan belasan bibit dari sebuah bonggol, petani hanya perlu 2 bulan dan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 90%.

Prinsip kerja teknik perbanyakan mati meristem

Peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Malang, Jawa Timur, Paulina Evy Retnaning Prahardini MP, memperkenalkan teknik perbanyakan pisang secara cepat itu kepada masyarakat di tiga desa yakni Srimulyo, Sukodono, dan Baturetno—semua di Kecamatan Dampit, Malang.

Menurut Paulina Evy, bonggol pisang di pangkal batang mempunyai banyak mata tunas dorman yang tersembunyi. “Bila meristem atau titik tumbuh dimatikan maka mata tunas yang “tidur” itu akan terangsang dan aktif tumbuh,” ujar Paulina.

Syarat indukan tanaman pisang

Alumnus Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, itu mengatakan titik tumbuh terletak di bagian paling dalam batang dekat bonggol. Meristem itu dimatikan dengan mencongkel menggunakan pisau. Ia menyarankan menggunakan pisang remaja berumur 5—6 bulan mempunyai 8—15 mata tunas.

Selain itu tanaman harus sehat agar tidak menularkan penyakit pada bibit yang akan dihasilkan. Setelah menentukan tanaman yang memenuhi syarat, galilah tanah di sekitar batang untuk mengangkat bonggol.

Agar terhindar dari bibit penyakit

Bersihkan lalu rendam bonggol dalam larutan fungisida untuk mematikan bibit penyakit. Kulit batang pun dikelupas sehingga mata tunas yang terlindung jadi terbuka sehingga leluasa tumbuh. Selanjutnya meristem dimatikan dengan mencungkil titik tumbuh.

Baca juga:  Aneka Jenis Model Akuaponik

“Dengan mematikan meristem, calon mata tunas aktif tumbuh,” ujar Paulina Evy. Tutup luka di permukaan bonggol dengan lelehan lilin untuk mencegah serangan penyakit. Bonggol kemudian ditanam di bedengan untuk menunggu calon anakan tumbuh hingga berdaun 3 lembar.

Waktu pindah tanam bibit pisang

Bibit berdaun 2—3 lembar, siap dipindahtanamkan di lahan. Jika sudah tidak ada bibit tumbuh, artinya mata tunas di bonggol habis. Dari sebuah bonggol, petani bisa panen 8—15 anakan.

“Bibit yang sudah dipisahkan, harus segera ditanam dalam 2 hari. Bila tidak, bibit rawan terserang penyakit dan kelak pertumbuhan lebih lambat,” ujar Kadaryanto.

Keunggulan teknik perbanyakan tanaman pisang mati meristem

Dahulu, teknik mati meristem baru diterapkan masyarakat Dampit pada pisang emas alias kirana. kini anda dapat menggunakan teknik ini untuk berbagai jenis tanaman pisang unggul lainnya, seperti Cavendish, FHIA-17 dll.

bibit pisang mas Kirana
Harga bibit pisang mas Kirana di sebuah Marketplace

Karena saat itu bibit pisang kirana yang paling banyak diminta dan ketersediaan bibit terbatas. Setelah setahun memperbanyak bibit dengan teknik mati meristem, kini Sutikno menanam 150 pisang mas di lahan 5000 m2. Sementara itu Sugiono menanam 300 kirana di lahan 1 ha.

Hemat pengadaan bibit

Jika harga sebuah bibit pisang kirana mencapai Rp15.000. Jika populasi mencapai 300 per ha, maka petani menghabiskan Rp4.500.000. Namun, mereka tidak perlu mengeluarkan dana pembelian bibit  jika mereka melakukan perbanyakan tanaman pisang secara mandiri.

Pertumbuhan anakan yang seragam

Menurut penyuluh pertanian di Dampit, Malang, Kadaryanto, kelebihan perbanyakan bibit dengan sistem mati meristem, pertumbuhan anakan hampir seragam. Lain halnya dengan pisah anakan, ada bibit besar dan ada bibit kecil.

Baca juga:  Inilah Cara Budidaya Tanaman Hidroponik

Menghasilkan bibit dengan cepat dan banyak

Perbanyakan bibit pisang dengan sistem mati meristem memang cepat, massal, dan memperoleh bibit berkualitas. Melalui Koperasi Sridonoretno, 3 desa itu memasok 600—700 boks pisang kirana per pekan ke penampung yang mengirim ke berbagai daerah.

Tahapan-tahapan untuk perbanyak bibit pisang Kirana dan jenis lainnya

perbanyak bibit pisang
perbanyak bibit pisang

1. Pilih tanaman pisang remaja berumur 6-7 bulan sebagai bahan perbanyakan
2. Gali bagian akar tanaman, potong anakan-anakan yang tumbuh di bonggol
3. Bersihkan bonggol dari tanah, akar dan anakan
4. Kupas pelepah batang pisang dengan mengiris di pangkal batang
5. Potong sisa batang yang tinggal empulur
6. Empulur batang yang sudah bersih
7. Sterilkan bonggol batang dengan air bersih
8. Rendam dalam larutan fungisida untuk memastikan tanaman pisang bebas penyakit
9. Matikan meristem pisang dengan mengiris dan melubangi empulur di tengah batang
10. Lelehkan lilin di atas wajan panas
11. Sambil menunggu lilin meleleh, tanam bonggol hingga permukaan pisang
12. Oles dan siramkan cairan lilin itu di lubang dan permukaan bonggol pisang
13. Setelah 2 pekan, anakan sudah terbentuk dan dapat dipisahkan 1-1,5 bulan kemudian
14. Tanam bibit pisang itu dalam polibag berisi media. Setelah berdaun 3 lembar, bisa siap ditanam

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts