Perbanyak Bunga Malam 1
Hasil grafting epiphyllum yang dilakukan oleh Yoyo Budiman, pehobi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Hasil grafting epiphyllum yang dilakukan oleh Yoyo Budiman, pehobi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Beragam keuntungan menyambung epiphyllum dengan buah naga sebagai batang bawah.

Selama 14 tahun terakhir, kegemaran Yoyo Budiman tak berubah. Pehobi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, itu tekun merawat epiphyllum, tanaman anggota famili Cactaceae. Masyarakat menyebut epiphyllum sebagai wijaya kusuma. Sebetulnya sebutan itu keliru. Sebab, wijaya kusuma merujuk pada tanaman Pisonia grandis anggota famili Nyctaginaceae. Yoyo memperkenalkan belasan varietas epiphyllum di tanah air.

Beberapa varietas populer yang ditanam secara luas oleh pehobi di antaranya Epiphyllum pumilum, E. oxypetalum, dan E. hookerii. Yoyo memperbanyak epiphyllum dengan grafting atau sambung. Pehobi di Cianjur dan Jakarta kerap menghadapi masalah epiphyllum busuk akar. Itulah sebabnya ayah satu anak itu menerapkan teknik sambung untuk mencegah busuk akar. Batang bawah buah naga terbukti manjur menangkal serangan busuk akar.

Bertahap

Yoyo memanfaatkan batang buah naga Hylocereus undatus sebagai batang bawah. Buah naga merupakan kerabat dekat epiphyllum. Akar tanaman buah naga sangat kuat dalam kondisi ekstrem dan mudah beradaptasi di dataran rendah hingga dataran tinggi. Kelebihan lain buah naga berumur panjang, berbatang besar, dan menyimpan nutrisi dalam batang yang berukuran besar. Nutrisi hasil serapan akar dan hasil metabolisme tersimpan dalam batang sebagai persediaan saat pembuahan.

Yoyo Budiman mengoleksi epiphyllum sejak 2004.

Yoyo Budiman mengoleksi epiphyllum sejak 2004.

Oleh karena itu, buah naga sangat cocok untuk batang bawah grafting. Cadangan nutrisi itu cukup untuk epiphyllum di batang atas. Agar lebih efektif, Yoyo membuang semua mata tunas buah naga. Tujuannya agar seluruh makanan terkonsentrasi ke tanaman anggota famili Cactaceae itu. Beberapa keuntungan grafting batang kokoh sehingga mendorong pertumbuhan, perakaran mapan, daya tahan terhadap lingkungan teruji, serta lebih kuat terhadap serangan hama dan penyakit.

Baca juga:  Kuliner Ekstrem

Varietas baru relatif cepat tumbuh, berbuah, dan berbunga. Epiphyllum  termasuk tipe kaktus yang tumbuh di hutan tropis. Suhu optimal untuk perbanyaknya 24—27ºC. Menurut Yoyo supaya pertumbuhan bagus, sebaiknya letakkan hasil perbanyakan di tempat yang terkena sinar matahari langsung dan sirkulasi udaranya baik. Penyiraman 10 hari setelah penyambungan tanaman. Penyiraman berikutnya cukup sepekan sekali dan pemberian dilakukan secukupnya sampai media terlihat basah.

Epiphyllum sangat tidak tahan air. Jika terlalu banyak air, tanaman akan cepat busuk. Namun, kekurangan air menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu. Tempatkan hasil perbanyakan grafting di tempat teduh, tetapi masih mendapat sinar matahari tidak langsung, sekitar 50%. Setelah 2 bulan, secara berangsur-angsur pindahkan tanaman ke tempat yang mendapat sinar matahari langsung dengan intensitas 50—75%. Pemindahan secara bertahap agar tanaman tidak kaget.

Buah Naga Bertemu Epiphyllum

Buah Naga Bertemu Epiphyllum

Perawatan lain yang dibutuhkan yaitu penggantian media setiap 6 bulan untuk pot berdiameter 10—20 cm. Adapun untuk pot yang lebih besar, misalnya berdiameter 30 cm, penggantian media cukup setahun sekali. Untuk merangsang pertumbuhan daun, berikan pupuk nitrogen konsentrasi tinggi. Untuk merangsang bunga, berikan pupuk fosfor konsentrasi tinggi. Interval pemupukan 3—4 bulan sekali.

Beberapa epiphyllum koleksi Yoyo Budiman.

Beberapa epiphyllum koleksi Yoyo Budiman.

Yoyo menggunakan pupuk cair buatan sendiri, yaitu Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) berbahan dasar akar bambu dan Alpha epi-1 berbahan dasar daun bambu. Yoyo memberikan pupuk 3 kali sehari. Dalam kondisi optimal, dua tahun sejak penanaman epiphyllum sudah dapat menikmati keindahan bunganya.

Setek Epiphyllum

Trubus Juni 2018 Highrest.pdfPehobi di Denpasar, Provinsi Bali, Rahmat Pranata, memperbanyak epiphyllum dengan setek daun. Ia menggunakan pisau tajam dan bersih untuk memotong daun kira-kira 5 cm dari permukaan media tanam. Menurut Rahmat permukaan potongan bisa rata, boleh miring, atau lurus. Selanjutnya ia mengoleskan hormon perangsang akar, misalnya Rotoone F, pada bekas potongan. Ia kemudian menyimpan bahan setek itu ditempat teduh dan bersirkulasi udara baik selama 7—10 hari.

Baca juga:  Selembar Daun Selaksa Kisah

Tujuannya agar bahan setek tidak layu atau busuk karena terlalu lembap. Setelah bekas potongan mengering, ia menanam bahan setek. Media tanam berupa campuran pasir, pupuk kandang atau humus, dan tanah dengan perbandingan 2 : 2 : 1. Tambahkan sedikit Furadan 3G, kapur, dan arang. Bila penanaman di pot, ia menggunakan media berupa campuran pasir, lumut sphagnum, serta batang paku tiang. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments