PERANAN KUDA

PERANAN KUDA 1
Kuda pacu sumbawa

Kuda pacu sumbawa

Selamat Tahun Baru 2014, dan selamat menyambut “Tahun Kuda”. Menurut kepercayaan Tionghoa, orang yang lahir pada tahun kuda umumnya cerdas, mandiri, dan berjiwa merdeka. Kuda Equus caballus memang termasuk hewan yang paling berpengaruh pada manusia. Sejak 4.600 tahun yang lalu, kuda membantu manusia bepergian, mengangkut beban berat, dan berperang. Sekarang, kuda menjadi kebanggaan, satwa hias, bahkan pusaka bagi beberapa orang. Sahabat saya, Effendi Ghazali, punya kuda mini yang menjaga halaman rumahnya. Lucu dan anggun, tidak lebih besar daripada seekor domba. Pantaslah kalau kuda itu masuk rekor museum Indonesia (MURI) dan mendapat piagam dari Jaya Suprana.

Lain lagi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto Djojohadikusumo. Dia terkenal karena memiliki lebih dari 84 kuda.  Tiga ekor di antaranya masing-masing berharga Rp3-miliar.   Wah! Jangan kaget. Ternyata cukup banyak kuda di Bumi ini yang berharga belasan miliar rupiah. Rekor termahal seekor kuda adalah US$16-juta atau Rp160-miliar. Kuda itu bernama Green Monkey (Monyet Hijau!) kelahiran Florida, 4 Februari 2004. Rekor itu dicapai Green Monkey ketika dilelang pada 2006. Ia menjadi kuda balap, sekaligus pejantan, dengan ongkos US$5.000 sekali kawin.

Kuda Indonesia

Jangan minder. Masih banyak juga kuda Indonesia yang harganya tak sampai Rp10-juta atau US$1.000.  Contohnya adalah kuda penarik delman di pinggiran Jakarta dan anakan kuda di berbagai daerah. Belakangan minat memelihara kuda di tanahair dikabarkan terus menurun. Dr drh Yuriadi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada mengatakan, jumlah kuda di seluruh Indonesia kini tinggal 390.000 ekor. Padahal satu generasi yang lalu jumlahnya lebih dari 650.000 ekor.  Rata-rata umur kuda adalah 30—40 tahun. Rekor dunia untuk kuda paling tua dicapai oleh Old Billy yang mati pada umur 62 tahun.

Berapakah populasi kuda di seluruh dunia? Menurut sensus terbaru masih di atas 58-juta ekor.  Sembilan juta di antaranya di Amerika Serikat, 6-juta di Tiongkok, 5-juta di Brasil, dan 3-juta ekor di Argentina. Perkembangan teknologi transportasi memang menyumbang penurunan minat memelihara kuda. Sebelum Perang Dunia I, di Amerika saja terdapat lebih dari 25-juta ekor. Uniknya, meskipun populasi kuda di Amerika Serikat menurun tajam, peran ekonomi kuda tetap tinggi  melebihi US$30-miliar per tahun dan memberikan pekerjaan bagi 1,2-juta orang.

Di Inggris, Jerman, dan banyak negara Eropa, jumlah kuda masing-masing hanya ratusan ribu ekor. Demikian juga di negara tetangga kita seperti Australia dan Selandia Baru, populasinya tidak lebih banyak daripada di Indonesia. Meskipun begitu, Indonesia lebih banyak mengimpor kuda dari Australia, ketimbang mengekspornya.  Rata-rata ukuran kuda Indonesia kecil, berbobot 350—500 kg dengan tinggi sekitar 120 cm, termasuk kuda lombok, kuda sumba, dan kuda kuningan (Jawa Barat).  Sementara kuda arab dan kuda australia bisa 700—1.000 kg dengan tinggi 170 cm.

Baca juga:  Propolis Tepis Kanker Serviks

Biasanya kuda di berbagai penjuru Indonesia, sudah ditetapkan peruntukannya.  Misalnya kuda batak dikenal sebagai kuda beban dan kuda sumbawa diambil susunya.  Sudah lama populer susu kuda liar dari Sumbawa. Kuda Sulawesi Utara lebih banyak dipakai jasanya untuk transportasi. Yang menyedihkan adalah kuda penarik delman. Banyak yang kurus karena cacingan, kurang gizi, dan bekerja terlalu keras.  Rata-rata kuda penarik dokar, andong, atau delman memang rentan terserang penyakit kulit, gangguan pencernaan, kolik (kram perut), dan kencing darah.

Dalam pemeriksaan kuda penarik delman di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Desember 2013, Program Pascasarjana Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada membagikan vitamin dan obat-obatan. Seekor kuda ditemukan kurus kering dan menolak makan.  Ternyata lidahnya hampir putus terkena besi kendali yang digigitnya.  Pada kesempatan itu sekitar 75 ekor kuda di Ngadirejo, Temanggung, mendapat suntikan dan pemeriksaan gratis.  Di seluruh Jawa Tengah, populasi kuda turun dari 14.000 ekor pada 2010 menjadi 11.000 ekor pada 2013.

Para pemilik kuda diimbau untuk menyediakan ruang istirahat yang nyaman untuk setiap kuda yang bekerja keras. Idealnya, setiap kandang tidak kurang dari 3 m X 3 m, dialasi jerami atau sekam yang mencegah agar kulit kuda tidak terluka. Pendengaran kuda sangat peka sehingga perlu suasana tenang.  Para peternak kuda di Australia lebih suka menjauhkan suara bising, termasuk radio yang sering berubah-ubah suasana dan penuh kejutan.  Adapun di Inggris, kandang kuda yang memutar lagu-lagu klasik dan irama pedesaan (country) membuat kuda lebih kalem ketimbang yang diramaikan dengan rock dan jazz. Jangan lupa, telinga kuda bisa berputar 180 derajat dan mendengar sumber bunyi dari semua arah.

Kesehatan kuda

Satu hal yang perlu disadari adalah pakan kuda bisa sangat banyak.  Seekor kuda dengan bobot 450 kg menghabiskan 11 kilogram pakan dan minum 30 liter air sehari.  Kuda bukan termasuk ruminansia, tidak memamah biak, tetapi dilengkapi usus air yang dapat mencerna selulosa yang terkandung dalam rumput. Makanan sehari bisa 2,5% dari bobot tubuh. Kuda beban dianggap “berdarah dingin” sedangkan kuda pacu “berdarah panas”. Kuda beban berjalan kaki dengan kecepatan 6 km perjam.

Kuda tunggangan berlari sekitar 19—24 km per jam. Sedangkan kuda pacu mampu melesat sampai 48 km per jam. Rekor dunia tercatat mencapai 88 km per jam. Ada juga kuda yang digolongkan “berdarah hangat” yang tugasnya menarik pedati. Misalnya kuda belgia. Kuda “berdarah panas” termasuk kuda arab, kuda inggris, dan mustang yang sangat peka.  Mereka disebut juga kuda ringan.  Tidak boleh dicambuk dan harus diperlakukan dengan halus.

Baca juga:  Manjakan Lidah Juga Mata

Kalau tidak dikandangkan, kuda-kuda itu hidup teratur sebagai makhluk sosial di alam luas.   Mereka berkawan dan dipimpin oleh seekor betina yang dominan.  Kuda berkomunikasi dengan meringkik, merapikan posisi, dan isyarat-isyarat tubuh. Perlakuan yang kurang baik di tangan manusia bisa membuat kuda mengalami gangguan jiwa.  Tanda-tanda kuda stres adalah menyepak dinding, mengunyah kayu, atau menggigit. Kalau itu terjadi, sebaiknya kuda dilepas, supaya berlari-lari sampai puas di lapangan, atau di jalan-jalan yang aman.  Sama seperti manusia, kuda juga perlu rekreasi.

Pada masa kecil saya, kalau Mendung, nama kuda Mbah Lurah kami gelisah, pintu kandangnya dibuka.  Ia akan lari-lari dengan bebas berkeliling desa. Sekitar dua jam kemudian kuda sandel itu pasti pulang sendiri.  Mendung adalah pelari congklang.  Seumur hidupnya mengumpulkan lebih dari 20 piala dari arena balap.

Pahlawan olahraga

Kuda adalah hewan yang bisa membuat lagu kebangsaan berkumandang. Baru dalam arena olahraga SEA Games di Mayanmar pada Desember 2013, Indonesia kehilangan gelarnya gara-gara tertinggal satu detik.  Meskipun begitu kuda-kuda pacu atlit kita masih menyumbangkan satu medali perak dan dua perunggu. Kalau Anda menginap di pedesaan pantai utara Pulau Lombok, setelah subuh akan melihat banyak kuda digiring ke laut. Mereka menjaga kesehatan dengan berendam di pantai.

Pacuan kuda semakin digemari, berkat munculnya desa-desa wisata.  Meskipun di tingkat nasional populasi kuda turun, di Lombok cenderung naik. Di Kabupaten Lombok Barat saja, dari 4.000 ekor pada 2010 kini mendekati 5.000 ekor. Belakangan kita saksikan peran kuda semakin penting, terutama dengan semakin banyaknya festival, parade dan karnaval. Perhelatan pernikahan putri Sultan Yogya pun diarak dengan puluhan kereta kuda.

Di seputar Monumen Nasional banyak delman melayani penumpang sampai malam.  Bahkan gubernur, wakil gubernur, dan para bangsawan membanggakan kereta-kereta kencana dan kudanya. Untuk itu sudah semestinya kalau kuda lebih disayangi, dihargai, dan dijadikan satwa pusaka yang dapat mengharumkan berbagai daerah, bahkan negara. Sejarah dunia menunjukkan bahwa kuda meningkatkan peradaban berbagai bangsa. Kuda selalu ikut menjaga kesehatan dan perasaan manusia.***[author image=”http://www.trubus-online.co.id/tru/wp-content/uploads/2014/01/530_Hal-126-127-2.jpg” ]Kolumnis Trubus sejak 2001, pengurus Tirto Utomo Foundation, advisor Jababeka Botanic Gardens[/author]

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x