Peran Indonesia di ABFF

Acer buergeranium, tampak unik lantaran tumbuh dan akarnya memeluk bebatuan di bawahnya;

Acer buergeranium, tampak unik lantaran tumbuh dan akarnya memeluk bebatuan di bawahnya;

Indonesia turut mewarnai sejarah perkembangan Asia Pacific Bonsai Friendship Federation atau ABFF. Organisasi itu adalah suatu badan bonsai yang berdiri di bawah WBFF atau World Bonsai Friendship Federation yang dibentuk oleh Jepang. WBFF membagi dunia menjadi 9 region yaitu: Jepang, Tiongkok, Asia Selatan, Asia di luar Jepang-Tiongkok-Asia Selatan, Eropa, Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin, Oceania atau Australia dan Selandia Baru. Setelah direktur untuk region Asia di luar Jepang-Tiongkok-Asia Selatan, Mr Lee Chul Hoo dari Korea Selatan meninggal di tahun 1997, (alm) Ismail Saleh, mantan Menteri Kehakiman Republik Indonesia terpilih sebagai direktur untuk region itu.

Peran Ismail Saleh dalam perkembangan bonsai cukup penting karena berhasil menyelenggarakan ASPAC Convention sejak 1991. Untuk menghormati jasa-jasanya, maka region Asia di luar Jepang, Tiongkok dan Asia Selatan ini disebut region Asia-Pacific. Di tahun 1999 sewaktu ASPAC 7 di Filipina, Ismail Saleh membentuk ABFF atau Asia Pacific Bonsai Friendship Federation dengan anggota Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Taiwan dan Korea Selatan. Sejak saat itulah Konvensi ABFF dijadwalkan secara reguler setiap 2 tahun sekali. Gelaran yang berlangsung di Korea itu merupakan konvensi ABFF yang ke-6. Korea saat ini merupakan negara bonsai. Pengaruh Jepang, mungkin termasuk pendudukan Jepang selama 35 tahun antara tahun 1910 dan 1945, tentu saja berkontribusi dalam transfer budaya antar kedua negara. (Budi Sulistyo)

Tags: abff, peran indonesia

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x